Bantu Penglihatan, Dongkrak Penampilan


PENGGUNAAN kacamata makin meningkat tiap tahun. Industri ini maju lebih pesat dibandingkan saat pertama kali kegunaannya diakui. Kini fungsinya pun sudah bergeser. Seperti apa?

Kacamata sekarang ini tidak hanya jadi alat bantu penglihatan, tapi sebagai pelengkap gaya sehari-hari. Harus kita akui, kacamata tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari- hari warga perkotaan. Terlebih saat citra “intelek” melekat erat pada si pemakainya.

Hal tersebut menjadikan para profesional lebih memilih mengenakan kacamata untuk meningkatkan pamornya di mata klien, meskipun matanya tidak begitu perlu mengenakan kacamata. Berbeda halnya dengan para penderita rabun jauh, yang tidak dapat melihat objek jauh. Kacamata minus pun jadi penolong utama.Bila dulu pengguna kacamata dianggap “aneh”, kini tidak lagi. Industri mode telah membawa kacamata menjadi aksesori yang bisa mengubah penampilan.

Tidak ada lagi frame bulat besar dan berantai ala kacamata “jadul” alias zaman dulu. Yang ada adalah koleksi kacamata dengan tren terkini yang bisa dipadupadankan dengan gaya keseharian. Lensanya pun tak lagi transparan. Kini pemakai kacamata bisa berkreasi dengan warna-warna funky yang ditawarkan. Mulai pink seru hingga cokelat tua klasik bisa Anda temui.

Berkat kedua hal ini, penampilan seseorang jadi makin trendi. Bukan hanya itu, kacamata kini diproduksi menjadi semakin ringan. Karena itu pemakainya tidak lagi mudah merasa lelah akibat pemakaian kacamata yang terlalu lama. Bahkan, lensanya lebih beragam. Tak terbatas kaca semata, tapi juga plastik antigores.

Sekarang ini lensa kacamata banyak terbuat dari berbagai macam lensa plastik, termasuk CR-39 atau polycarbonate. Bahan tersebut digemari karena memiliki sifat optik yang lebih andal dari kaca, seperti penerusan cahaya dan difraksi sinar ultraviolet yang lebih baik. Lensa plastik juga mempunyai indeks refraksi yang lebih besar.

Selain ringan, keuntungan lain dari kacamata berlensa plastik adalah tidak mudah pecah meski terbanting. Namun, nilai minusnya, lensa ini mudah berubah buram. Terutama bila jarang dibersihkan dengan cairan dan lap khusus pembersih kacamata.

Sementara untuk bingkai, Sales Manager Optik Melawai Dewiyanti mengatakan, bingkai berat akan mengganggu kenyamanan selama pemakaian. Menurut dia, bahan untuk frame yang baik adalah titanium karena bahan tersebut sangat ringan dan antikarat.

Namun, tidak semua kacamata didesain untuk mengoreksi penglihatan. Ada juga yang diproduksi untuk melindungi mata dari bahaya saat bekerja di lapangan. Contohnya, yang melibatkan material kecil atau radiasi sinar. Tentu Anda sering melihat kacamata pelindung yang digunakan tukang las ataupun penyerut kayu. Nah, bentuk kacamata ini hanya mengandalkan kekuatan antigores dan penangkal radiasi sinar.

Contoh lain, kacamata pelindung yang populer di kalangan fashionista adalah kacamata hitam alias sun glasses. Fungi utama dari kacamata ini melindungi mata dari sinar terang matahari juga radiasi ultraviolet. Karena itu, pada sun glasses selalu terdapat UV protection yang dapat melindungi mata dari kerusakan kornea dan retina.

Untuk jenis kacamata yang satu ini, ragamnya tidak usah ditanya lagi. Sejak dulu, sun glasses telah menjadi pelengkap penampilan. Anda tentu ingat gaya chic Audrey Hepburn dalam film “Breakfast at Tiffany” yang mengenakan coat panjang, scarf, dan kacamata hitam besar. Saat ini, gaya tersebut banyak dicontek para selebriti Hollywood. Lihat saja Paris Hilton yang tampak cantik dengan kacamata besar ala tahun 1970-an yang kini sedang tren.

, , , , , , , ,

  1. Belum dikomentari.
(tidak akan di tunjuk-tunjukan)