Rabun Jauh Dominan Diturunkan


KACAMATA kini sudah bukan barang aneh bagi anak-anak. Pada usia belia, banyak ditemui anak berkacamata, salah satunya akibat menderita mata minus. Untuk mengantisipasi agar mata anak tetap sehat dan tidak menjadi minus, orangtua harus jeli mengenali gejala yangterjadi.

Hal ini karena sering kali anak belum dapat mengutarakan keluhan saat daya penglihatannya menurun. Menurut Ophthalmologist dari Jakarta Eye Center (JEC) dr Iwan Soebijantoro SpM, rabun jauh (myopia) atau mata minus adalah kondisi organ bola mata lebih panjang dari ukuran normal sehingga bayangan sinar tidak sampai tepat di pusat penglihatan (makula).

Kelainan sumbu bola matahanya bisa dinormalkan dengan mengoreksi sumbu bola mata agar bayangan sinarbisa tepat diterima makula atau disebut juga gangguan refraksi (membentukbayangan), sebutnya. Untuk mengatasi masalah rabun jauh, maka diberikan lensapembantu (lensa minus). Semakin terlalu panjang sumbu bola mata, semakin jauhbayangan jatuhnya di depan retina. Akibatnya, makin besar pula minus lensa bantuan yang diperlukan.

Rabun jauh bukanlah penyakit, melainkan bawaan faktor keturunan. Namun, ada juga yang tidak, tapi sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebabnya, kata Iwan. Penyebab rabun jauh akibat faktor keturunan, artinya tipikal organ mata orang tua akan menurun pada anak. Jadi, jangan salahkan anak jika dia menonton TV atau membaca dalam jarak terlalu dekat.

Kemungkinan anak memang memiliki kelainan organ bola mata yaitu rabun jauh sehingga tidak bisa melihat secara jelas. Ada baiknya segera lakukan pemeriksaan mata ke dokter mata terdekat. Orangtua terkadang salah kaprah, menganggap rabun jauh akibat dari menonton terlalu dekat. Padahal karena anak memang sudah tidak bisa melihat secara jelas, paparnya. Iwan menambahkan, mitos bahwa vitamin A dapat menurunkan minus ataumencegah rabun jauh tidaklah benar.

Sumber vitamin A seperti wortel dan lain-lainnya bermanfaat bagi sel-sel di layar retina (bagian belakang bola mata), tempat bayangan yang dilihat akan ditangkap lalu dikirimkan ke otak untuk ditafsirkan. Sel-sel retina, selain menangkap penglihatan terang-gelap, juga menafsirkan warna. Jika penyebab kelainan mata adalah gangguan sel-sel saraf retina, masuk akal jika wortel bisa membantu. Namun, rabun jauh lebih sering disebabkan oleh kelainan sumbu bola mata.

Satu-satunya cara agar anak dapat melihat normal adalah dengan memakai kacamata minus. Berapa pun usia anak, jika sudah divonis harus memakai kacamata, sebaiknya rutin dipakai, tegasnya. Seorang anak yang divonis mata rabun jauh, khususnya minus tinggi hingga 4-5, namun tak mulai memakai kacamata, akibatnya saraf mata tidak terangsang untuk melihat atau menjadi kerdil yang sering disebut dengan matamalas (lazy eye).
Jika sudah demikian, mata tidak mampu melihat secara normal meski sudah dibantu dengan kacamata minus, kata Iwan. Penggunaan kacamata juga tidak boleh sembarang. Anak-anak sebaiknya gunakan kacamata dari plastik dan hindari menggunakan lensa kontak, apalagi jika anak masih belum bisa menjaga kebersihan. Biasakan anak untuk mengistirahatkan mata seperti membaca dengan cahaya cukup, istirahat melihat jarak jauh atau menghentikan sejenak kegiatan yang memerlukan penglihatan jarak dekat.

Sumber: okezone.com

, , , , , , , ,

  1. Belum dikomentari.
(tidak akan di tunjuk-tunjukan)