MENGATASI kekurangan pada mata bukan lagi hal sulit. Anda dapat mengurangi buruknya penglihatan dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak. Saat ini, lensa kontak lebih banyak digunakan sebagai alat bantu penglihatan dibandingkan dengan kacamata. Bukan hanya untuk kepentingan medis, lensa kontak kerap jadi pilihan karena alasan kosmetis. Anda bisa tampil lebih cantik dan gaya dengan lensa kontak berwarna. Tetapi jangan gegabah. Ada hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk menggunakan lensa kontak. Apa saja hal-hal tersebut?
Pada dasarnya penggunaan lensa kontak menurut adalah sebagai koreksi tajam penglihatan yang tidak tercapai penuh karena kelainan refraksi. Kelainan refraksi adalah suatu kekurangan di mana mata tidak bisa memfokuskan bayangan yang jatuh pada retina sehingga bayangan yang diperoleh samar-samar atau buram.
Pada mata normal, mata berfungsi membiaskan atau menangkap sinar yang diteruskan tepat sejajar dengan retina. Jika terdapat kelainan refraksi, bayangan objek yang dilihatnya tidak akan jatuh tepat retina, melainkan di belakang atau di depan retina. Karena itu, kelainan refraksi harus dikoreksi oleh sistem optik agar sinar yang tadinya tidak ditangkap secara fokus pada retina menjadi tepat di retina. Salah satunya adalah dengan kacamata atau lensa kontak.
Untuk mengulangi kelainan refraksi, dianjurkan untuk tidak hanya melakukan perbaikan secara medis, tetapi juga secara kosmetis. Itulah yang menjadi alasan diciptakannya lensa kontak pada tahun 1800-an.
Untuk orang-orang yang memiliki kelainan refraksi, baik itu minus maupun plus, yang sangat tinggi, biasanya dengan menggunakan kacamata, mata mereka akan terlihat mengecil atau membesar karena kacanya tebal. Lensa kontak bisa dijadikan pilihan karena secara kosmetik baik sekali. Bisa membantu penampilan.
Jenis lensa kontak yang pertama kali digunakan adalah hard lens. Secara fisik, hard lens adalah lensa kontak keras dan kaku yang tidak mampu mengatasi masalah refraksi. Pemakaian lensa kontak ini akhirnya menimbulkan masalah. Karena tidak bisa mengantarkan oksigen, kornea menjadi mudah infeksi sehingga menimbulkan rasa sakit dan bengkak.
Berkat kemajuan teknologi dan ditemukannya hidrogel, para ilmuwan berhasil menemukan bahan lensa kontak yang lebih nyaman digunakan dengan daya hantar oksigen yang lumayan.
Soft lens atau lensa lunak mampu menghantarkan oksigen melalui kandungan airnya. Keunggulan ini membuat soft lens banyak dipilih selain kemudahan untuk diperoleh di pasaran.
Untuk kepentingan medis, banyak dokter mata yang merekomendasikan pemakaian lensa kontak Rigid Gas Permeable atau RGP. Sebuah teknologi lensa kontak terbaru yang terbuat dari silikon akrilat. Berbeda dengan soft lens, RGP lebih keras dan kaku. Namun, sesuai dengan namanya, kemampuan RGP untuk mengantarkan gas terutama oksigen lebih baik dibandingkan dengan soft lens. Inilah yang mampu meminimalisir terjadinya reaksi negatif akibat pemakaian lensa kontak dalam jangka waktu yang panjang.
Sumber: okezone.com



Komentar