Lasik, Tanggalkan Kacamata untuk Kenyamanan


GANGGUAN penglihatan bisa diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa mata. Namun, alat bantu tersebut dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja. Saatnya Anda mulai berpikir untuk melakukan bedah refraktif melalui operasi Lasik.

Tindakan koreksi ini diyakini mampu memperbaiki kelainan miopi (rabun jauh), hipermiopi (rabun dekat), presbiopi (pengaruh usia) atau astigmatisma (silinder). Miopi biasa disebut rabun jauh (mata minus), yakni mata tidak mampu melihat dalam jarak jauh.

Untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa minus. Hipermetropia adalah rabun dekat (mata plus). Penderita tidak mampu melihat benda dalam jarak dekat. Dengan begitu untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa plus. Adapun astigmatisme, benda yang dilihat pecah menjadi dua. Untuk mengatasi kelainan ini diperlukan lensa silinder.

Adapun presbiopia, disebut juga mata tua karena pengaruh usia mata yang tidak mampu melihat atau mengakomodasi benda yang terletak dekat dengan mata. Kelainan yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia, di atas 40 tahun. Kelainan ini membutuhkan lensa plus.

Adapun Lasik atau laser insitu keratomileusis yakni proses mengubah kelengkungan kornea mata dengan sinar laser. Alhasil, sinar yang masuk ke mata jatuh tepat ke bagian retina. Sinar laser untuk operasi Lasik mempunyai gelombang pendek dan berfungsi mengampelas atau mengikis kornea mata.

“Operasi Lasik adalah pilihan. Saat Anda melakukan aktivitas merasa terganggu menggunakan kacamata atau lensa kontak bisa memilih operasi Lasik. Bila sebaliknya, Anda tidak perlu memilih tindakan ini,” ucap spesialis mata dari Klinik Mata Nusantara Dr Upik Mahna Dewi SpM.

Secara singkat, prosedur Lasik menggunakan alat mikrokeratom untuk membuka lapisan atas kornea mata. Selanjutnya dilakukan menghilangkan sebagian lapisan kornea. Lapisan atas kornea yang dibuka tadi dikembalikan ke posisi semula untuk menutup daerah yang telah dioperasi. Karena hanya lapisan dalam saja dioperasi, permukaan kornea sama sekali tidak disentuh.

Lasik dilakukan pada pasien tanpa rawat inap dengan anestesi topikal (tetes mata). “Anda akan tetap sadar selama prosedur berlangsung, yang memakan waktu kurang lebih 10 menit per mata,” katanya. Berkaitan soal lama atau cepatnya jalan operasi tergantung dari jumlah plus atau minusnya.

Pasien tidak merasakan sakit setelah operasi. Irisan tersebut akan secara alami menyambung sendiri setelah beberapa menit tanpa perlu dijahit sama sekali. Kendati demikian, sebelum melakukan operasi, pasien menjalani serangkaian pemeriksaan lebih detail. Bedah hanya boleh dilakukan pada kondisi mata sehat. Artinya, tidak ada kerusakan pada kornea mata dan ketebalan mencukupi, retina harus bagus, produksi air mata baik dan tekanan bola mata normal.

Selain itu, penderita kecekungan mata terlalu tinggi, glaukoma, mata kering, dan kelainan retina dianjurkan tidak menjalani operasi Lasik. “Proses tersebut cukup lama untuk memperkecil tingkat kesalahan. Dalam prosedur Lasik tersebut akan diputuskan pasien akan menjalani tindakan operasi atau tidak,” ucap Upik.

Teknologi Lasik terus mengalami kemajuan, yakni kemunculan iLasik. Era baru dalam bidang Lasik merupakan gabungan dua teknologi canggih yakni intralase dan VISX Advanced.

“Dalam iLasik, pembuatan flap tidak memakai pisau elektrik, namun dengan mesin laser. Jadi, mata pasien tak tersentuh pisau bedah,” timpal Spesialis Mata dari Klinik Mata Nusantara Dr Soeharnila, SpM.

Keunggulan lain operasi Lasik adalah mengurangi gejala mata kering, flap lebih tipis. Kemungkinan under atau over correction lebih jarang terjadi.

, , , , , , , , , , , , ,

  1. Belum dikomentari.
(tidak akan di tunjuk-tunjukan)