Mata kita bentuknya kecil, tetapi fungsinya sangat luar biasa. Bayangkan, sebagian besar pengetahuan kita dapatkan melalui mata. Namun, banyak dari kita yang kerap lalai memeliharanya. Akibatnya berbagai keluhan pun datang.
Iritasi pada mata merupakan keluhan yang sering terjadi. Iritasi mata, dijelaskan Dr. Bondan Harmani, Sp.M, dari RS Mata Aini, Jakarta, merupakan reaksi mata akibat rangsangan dari dalam ataupun luar tubuh. “Ketika mata terangsang, pembuluh darah akan melebar. Hal inilah yang membuat mata berwarna merah,” ujarnya.
Sebenarnya perubahan warna mata menjadi merah itu pertanda tubuh sedang berusaha mengeluarkan zat yang mengganggu mata. Contohnya, jika debu masuk ke mata, mata akan memerah dan berair. Ini merupakan bentuk pertahanan mata terhadap zat asing.
Penyebab iritasi bermacam-macam. Bentuknya pun bisa berupa zat cair, padat, maupun gas. Sebut saja debu, asap kendaraan, batuan kecil atau kerikil, sampai lensa kontak.
Menilik penyebabnya, golongan masyarakat perkotaan lebih rentan terkena iritasi mata. Risiko terkena iritasi mata juga lebih besar bagi mereka yang sering berada di lapangan terbuka.
“Masyarakat perkotaan seperti Jakarta rentan terkena iritasi mata. Di jalanan saja banyak sekali musuh mata, seperti debu dan asap kendaraan,” tutur Dr Bondan.
Benteng air mata
Ada pula mata merah yang disebabkan oleh alergi. Mata merah jenis ini mudah datang dan pergi, tergantung kapan alergi tersebut kambuh. Iritasi mata akibat alergi biasanya berlangsung dalam waktu lama. “Yang harus dilakukan adalah menghindari faktor pencetusnya,” sebutnya.
Mata manusia sebenarnya sudah dilengkapi dengan sistem pertahanan yang sangat baik. Benteng itu terdiri dari beberapa lapis, termasuk air mata yang bertugas membersihkan mata. Dengan demikian, sebenarnya iritasi bisa sembuh sendiri tanpa diobati.
“Hanya saja, seringkali faktor penyebab iritasi sudah terlalu berat, sehingga membutuhkan pertolongan obat luar,” ungkapnya.
Obat luar yang paling sering digunakan dan mujarab adalah obat tetes mata. Obat ini sangat mudah ditemukan, bahkan di toko obat kecil sekalipun. Bisa jadi karena mudah didapat dengan harga terjangkau, banyak orang yang terlalu sering menggunakannya.
“Gatal sedikit, kasih obat mata. Merah sedikit, diberi lagi. Sebenarnya hal ini tidak baik untuk mata. Kandungan zat yang terdapat dalam obat tetes mata bisa berdampak buruk jika digunakan terlalu sering,” paparnya.
Sakit mata karena infeksi kadang tak mempan ditangani dengan obat tetes biasa. Bahkan, obat tetes mata bisa memperburuk penyakitnya. Obat tetes umumnya digunakan untuk mata yang mengalami iritasi, capek, atau kemasukan debu dan kotoran.
Karena penyakit
Ketika kita tidur, kelopak mata akan tertutup, sehingga pasokan oksigen ke area mata berkurang. Untuk menambal kekurangan oksigen tersebut, pembuluh mata akan melebar. Ini yang membuat mengapa mata seseorang terlihat merah sehabis bangun tidur.
Mata merah juga bisa disebabkan oleh kurang tidur. Dan ini tidak perlu tetes mata.
Beberapa penyakit juga bisa mengakibatkan mata merah. Penyakit tuberkulosis (biasa disingkat TB atau TBC) dan cacingan misalnya. Untuk kasus ini, mata merah tidak akan sembuh dengan sendirinya maupun dengan antibiotika.
“Yang jelas, penderita harus menyembuhkan dulu penyakitnya. Contohnya, mata merah karena cacingan, ya sembuhkan dulu cacingannya. Barulah mata merah akan hilang sendirinya,” ungkap Dr. Bondan.
Apa pun penyebabnya, jika mata Anda berubah warna menjadi merah, apalagi terasa gatal dan perih, dianjurkan untuk tidak mengucek mata. Tindakan pertolongan pertama dengan membubuhkan obat tetes mata boleh saja dilakukan. Akan lebih baik jika Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Sumber: Senior






Komentar