<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jasa Optik &#187; fadzaruddin</title>
	<atom:link href="http://jasaoptik.com/author/fadzaruddin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jasaoptik.com</link>
	<description>Jasa adalah yang utama</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 06:45:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hal wajib pemakaian Lensa Kontak</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2012/01/hal-wajib-pemakaian-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2012/01/hal-wajib-pemakaian-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 06:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[contact lens]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Lensa kontak banyak menjadi pilihan wanita yang bosan atau tak suka dengan penggunaan kacamata. Sayangnya, penelitian terbaru menemukan banyak pengguna lensa kontak yang malas mengikuti aturan dan cara pemakaian yang tepat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lensa kontak banyak menjadi pilihan wanita yang bosan atau tak suka dengan penggunaan kacamata. Sayangnya, penelitian terbaru menemukan banyak pengguna lensa kontak yang malas mengikuti aturan dan cara pemakaian yang tepat.</p>
<p>Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan saat memakai, melepaskan, membersihkan dan menyimpan lensa kontak. Berikut sembilan aturan tersebut:</p>
<p><span id="more-393"></span></p>
<ul>
<li>Pastikan Anda memilih lensa kontak yang benar-benar sesuai dengan mata Anda. Hindari membeli lensa kontak tanpa memeriksa kondisi mata. Menggunakan lensa kontak yang tepat adalah langkah pertama untuk melindungi mata.</li>
<li>Cuci tangan sebelum memegang lensa kontak. Walau terlihat bersih, belum tentu tangan Anda bebas kuman dan bakteri. Oleh karena itu, jangan malas untuk selalu membersihkannya sebelum Anda memakai, membilas dan melepaskan lensa kontak.</li>
<li>Umumnya lensa kontak aman dikenakan selama delapan jam, lebih dari itu mata berpotensi kekurangan oksigen. Sebaiknya, jika Anda telah memakai lensa kontak sudah sampai delapan jam, segera lepas dan mencucinya. Setelah itu, Anda bisa menggunakannya kembali.</li>
<li>Hindari mencuci lensa kontak dengan air keran karena mengandung mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan mata. Para ahli menyarankan agar selalu menggunakan cairan pembersih khusus saat membersihkan lensa kontak.</li>
<li>Hindari terkena paparan asap, polusi dan angin karena bisa menyebabkan masalah pada lensa kontak sehingga menyebabkan mata menjadi kering. Jika hal ini terjadi, maka cucilah lensa kontak untuk mengembalikan kelembabannya.</li>
<li>Perhatikan mata dengan baik. Jangan teruskan pemakaian lensa kontak jika timbul iritasi atau rasa sakit pada mata Anda. Segera lepas lalu bersihkan sebelum memakainya kembali. Namun jika iritasi tak kunjung reda, segera hubungi dokter mata.</li>
<li>Kebiasaan yang keliru dan berisiko pada pembiakkan kuman adalah mencuci lensa kontak hanya saat akan dipakai. Banyak orang yang salah memperlakukan lensa kontak. Jadi setelah delapan jam dipakai, lensa kontak langsung disimpan dalam cairan perendam, tanpa dicuci lebih dahulu. Kebiasaan yang keliru ini menyebabkan terjadinya pembiakkan kuman di cairan perendam lensa kontak.</li>
<li>Setelah memakainya, cuci lensa kontak, lalu rendam di cairan khusus. Jangan lupa mengganti cairan perendam lensa kontak setiap hari.</li>
<li>Perhatikan masa kedaluwarsa lensa kontak Anda. Segera ganti dengan yang baru jika lensa kontak sudah kedaluwarsa. Jangan sampai haya karena alasan malas atau berhemat menimbulkan risiko kesehatan pada mata Anda.</li>
</ul>
<p>sumber : wolipop.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2012/01/hal-wajib-pemakaian-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Support</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2011/11/support/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2011/11/support/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 04:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Kami segenap pengurus dan manajemen Jasa Optik, dengan ini menjelaskan bahwa beberapa cabang kami beberapa hari terakhir ini tutup, dikarenakan ada beberapa karyawan yang mengambil cuti dan sakit.
Mohon ma&#8217;af yang sebesar-besarnya kepada seluruh Customer Jasa Optik, karena support tidak dapat kami berikan secara maksimal dalam beberapa hari terakhir ini.
Jika memerlukan bantuan kami, silahkan untuk sms [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami segenap pengurus dan manajemen Jasa Optik, dengan ini menjelaskan bahwa beberapa cabang kami beberapa hari terakhir ini tutup, dikarenakan ada beberapa karyawan yang mengambil cuti dan sakit.<br />
Mohon ma&#8217;af yang sebesar-besarnya kepada seluruh Customer Jasa Optik, karena support tidak dapat kami berikan secara maksimal dalam beberapa hari terakhir ini.</p>
<p>Jika memerlukan bantuan kami, silahkan untuk sms atau telepon ke nomor 03217766 atau 08563082767, atau email ke markering[at]jasaoptik.com, divisi mobile kami dengan senang hati akan berkunjung ketempat anda dan melayani dengan sebaik-baiknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2011/11/support/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika terlupa melepas Lensa Kontak</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2011/10/jika-terlupa-melepas-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2011/10/jika-terlupa-melepas-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 02:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[contact lens]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Berbeda dengan lensa kontak berwarna, perubahan penampilan tidak terlalu drastis saat kita menggunakan lensa kontak bening. Selain pandangan lebih jernih, mata bagai tak terhalang alat bantu penglihatan seperti kacamata.
Tak jarang, hal ini membuat pengguna lensa kontak bening lupa sedang menggunakannya hingga lensa kontak tetap terpasang hingga tidur. Begitu terbangun, hal pertama yang dirasakan pengguna lensa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbeda dengan lensa kontak berwarna, perubahan penampilan tidak terlalu drastis saat kita menggunakan lensa kontak bening. Selain pandangan lebih jernih, mata bagai tak terhalang alat bantu penglihatan seperti kacamata.</p>
<p>Tak jarang, hal ini membuat pengguna lensa kontak bening lupa sedang menggunakannya hingga lensa kontak tetap terpasang hingga tidur. Begitu terbangun, hal pertama yang dirasakan pengguna lensa kontak ialah rasa perih pada bagian mata. Sebab lensa kontak ikut mengering karena produksi air mata tidak maksimal saat mata tertutup.</p>
<p>Jangan langsung dicopot. Karena semalaman mata tidak mendapatkan kelembapan yang dibutuhkan. Area mata menjadi kering dan dikhawatirkan saat kita mencopot lensa kontak saat kering dapat menggores mata.</p>
<p>Meski tidak berbahaya, namun disarankan kecerobohan tersebut tidak terulang untuk kedua kalinya.</p>
<p>Caranya gampang, teteskan cairan khusus lensa kontak terlebih dulu pada kedua mata. Kedip-kedipkan mata sebentar, baru copot. Lakukan hal yang sama untuk mata satunya lagi.</p>
<p>Sumber : okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2011/10/jika-terlupa-melepas-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Memilih dan Menggunakan Lensa Kontak</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2011/06/tips-memilih-dan-menggunakan-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2011/06/tips-memilih-dan-menggunakan-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 04:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[tips lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[tips soft lens]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Demi penampilan banyak orang yang mengganti kacamata mereka dengan lensa kontak. Ya, memakai lensa kontak selain nyaman bagi mereka yang berminus besar, juga membantu kita melakukan aktivitas yang tak memungkinkan dipakainya kacamata.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Demi penampilan banyak orang yang mengganti kacamata mereka dengan lensa kontak. Ya, memakai lensa kontak selain nyaman bagi mereka yang berminus besar, juga membantu kita melakukan aktivitas yang tak memungkinkan dipakainya kacamata. Berikut tips dalam menggunakan lensa kontak :<br />
<span id="more-363"></span><br />
Pastikan Anda tidak alergi dengan lensa kontak tersebut. Jika Anda sudah terlanjur membeli sepasang dan timbul keluhan saat memakainya, misalnya mata merah, gatal, berair, perih, segera lepaskan. Bersihkan lensa tersebut dengan cairan pembersihnya dan perhatikan permukaan lensa tersebut, apakah ada kotoran yang menempel. Jika lensa kontak dalam keadaan baik, ada kemungkinan mata Anda yang alergi. Jangan lanjutkan pemakaian.</p>
<p>Pemakai lensa kontak harus senantiasa menjaga kebersihan lensanya. Sebelum memakai atau melepas lensa kontak, cuci tangan dengan sabun yang tidak mengandung mosturiser, karena minyak dapat mengotori lensa Anda dan susah dihilangkan. Keringkan tangan dengan diangin-anginkan, karena penggunaan tisu atau lap untuk mengeringkan tangan membuat partikel-partikel kain dan kertas akan tertinggal di tangan dan bisa merusak permukaan lensa kontak.</p>
<p>Jika memungkinkan, pilih lensa kontak yang diwarnai biru bening, untuk memudahkan saat pemasangan atau pelepasan. Lensa yang berwarna biru bening akan nampak terlihat saat direndam di cairan pembersihnya.</p>
<p>Pilih-pilih dengan baik jenis kontak lensa Anda berdasarkan lama pemakaiannya. Kontak lensa ada yang disposable atau sekali pakai buang, ada juga yang bisa dipakai selama beberapa bulan, dan setahun atau lebih. Semakin singkat pemakaiannya semakin baik, karena lensa kontak yang sudah lama dipakai akan semakin menurun kenyamanan penggunaannya.</p>
<p>Jangan lupakan kapan harus mengganti kontak lensa. Catat dengan baik waktunya, terutama jika Anda memakai kontak lensa dengan periode lama. Jika lensa terasa tidak nyaman digunakan sebelum waktu kadaluarsa, segera ganti dengan yang baru.</p>
<p>Jangan sembarangan membeli kontak lensa, terutama karena diiming-imingi harga yang murah. Lensa kontak berwarna yang murah harganya terkadang tidak nyaman dipakai, karena bagian yang berwarnanya mengiritasi mata pemakainya. Lebih baik berkorban uang sedikit tetapi mendapatkan kualitas kontak lensa terbaik. Hal ini juga berlaku bagi cairan pembersihnya. Ingat, ini mata Anda yang sedang kita bicarakan.</p>
<p>Bereksperimenlah dengan berbagai warna kontak lensa. Dari yang coklat, abu-abu, ungu, sampai warna mencolok seperti biru atau hijau. Dijamin orang-orang akan terpesona melihat perubahan penampilan Anda. Jika Anda cukup percaya diri, pilih saja warna-warna terang seperti biru atau hijau.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2011/06/tips-memilih-dan-menggunakan-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umumnya Pengemudi Justru Berdaya Lihat Rendah</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/09/umumnya-pengemudi-justru-berdaya-lihat-rendah/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/09/umumnya-pengemudi-justru-berdaya-lihat-rendah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 03:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Mengemudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Guna melakukan pencegahan, jagalah kesehatan mata karena mata sangatlah penting dalam berkendara baik menggunakan motor atau mobil. Namun, tahukah Anda bahwa rata-rata pengendara di jalan raya tidak memiliki daya lihat yang optimal?

Di &#8216;Negeri Ratu Elizabeth&#8217; saja, ternyata jutaan pengemudi mengendarai mobil atau motornya dengan kemampuan penglihatan yang terbilang rendah. Sebanyak 23 persennya yang tak menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Guna melakukan pencegahan, jagalah kesehatan mata karena mata sangatlah penting dalam berkendara baik menggunakan motor atau mobil. Namun, tahukah Anda bahwa rata-rata pengendara di jalan raya tidak memiliki daya lihat yang optimal?<br />
<span id="more-346"></span><br />
Di &#8216;Negeri Ratu Elizabeth&#8217; saja, ternyata jutaan pengemudi mengendarai mobil atau motornya dengan kemampuan penglihatan yang terbilang rendah. Sebanyak 23 persennya yang tak menggunakan kacamata bahkan mengakui bahwa mereka mengalami kekurangan dalam melihat. Menurut survei yang digelar perusahaan asurasi mobil LV, sebanyak 7 persen pengemudi yang seharusnya memakai kacamata merasa enggan mengenakannnya ketika tengah mengemudi. </p>
<p>Beberapa dari pengemudi juga mengakui mereka kerap mengalami kesulitan saat melihat ketika malam hari dan pada saat cuaca buruk. Sepertiganya menerangkan bahwa mereka tak pernah memeriksakan mata selama sekitar lima tahun dan 13 persennya tak pernah memeriksakan mata selama lebih dari 10 tahun, bahkan ada pula yang tak pernah menjalaninya sama sekali. </p>
<p>Dalam sebuah uji coba terhadap 256 pengemudi yang dipilih secara acak, LV menemukan sebanyak 9 persennya tak mampu melihat pelat nomor kendaraan di depan mereka yang berjarak sekitar 20 meter. Jumlah itu meningkat hingga 18 persen pada pengemudi berusia di atas 55 tahun. Para pengemudi yang seharusnya mengenakan kacamata tak mengenakannya saat mengemudi, 57 persennya mengatakan mereka lupa mengenakannya dan 32 persen mengatakan alat bantu itu tidak diperlukan. </p>
<p>Direktur LV John O&#8217;Roarke mengatakan, &#8220;Kemampuan melihat nomor pelat kendaraan semestinya merupakan syarat wajib seseorang untuk dapat lolos dari tes mengemudi. &#8220;Mengemudi dengan kemampuan melihat yang rendah merupakan sebuah tindak kejahatan dan dapat dikenai denda.&#8221; </p>
<p>Maka itu, bagi Anda yang akan mudik beserta keluarga tercinta menggunakan kendaraan sendiri baik mobil ataupun motor, ada baiknya Anda juga memperhatikan kesehatan mata untuk mencegah hal-hal tak diinginkan terjadi selama perjalanan.</p>
<p>Sumber : mediaindonesia.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/09/umumnya-pengemudi-justru-berdaya-lihat-rendah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jasaoptik.com kena hack</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/12/jasaoptik-com-kena-hack/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/12/jasaoptik-com-kena-hack/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 05:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Hari sabtu kemarin terima mail dari mbah google. Isinya ngabari kalo jasaoptik.com nyebarin badware.
Dear site owner or webmaster of jasaoptik.com,
We recently discovered that some of your pages can cause users to be infected with malicious software. We have begun showing a warning page to users who visit these pages by clicking a search result on [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari sabtu kemarin terima mail dari mbah google. Isinya ngabari kalo jasaoptik.com nyebarin badware.</p>
<p><em>Dear site owner or webmaster of jasaoptik.com,</p>
<p>We recently discovered that some of your pages can cause users to be infected with malicious software. We have begun showing a warning page to users who visit these pages by clicking a search result on Google.com.</p>
<p>Below are some example URLs on your site which can cause users to be infected (space inserted to prevent accidental clicking in case your mail client auto-links URLs):</p>
<p>http://jasaoptik .com/<br />
http://jasaoptik .com/tag/<br />
http://jasaoptik .com/tag/soft-lens/</p>
<p>Here is a link to a sample warning page:</p>
<p>http://www.google.com/interstitial?url=http%3A//jasaoptik.com/</p>
<p>We strongly encourage you to investigate this immediately to protect your visitors. Although some sites intentionally distribute malicious software, in many cases the webmaster is unaware because:</p>
<p>1) the site was compromised<br />
2) the site doesn&#8217;t monitor for malicious user-contributed content<br />
3) the site displays content from an ad network that has a malicious advertiser</p>
<p>If your site was compromised, it&#8217;s important to not only remove the malicious (and usually hidden) content from your pages, but to also identify and fix the vulnerability. We suggest contacting your hosting provider if you are unsure of how to proceed. StopBadware also has a resource page for securing compromised sites:</p>
<p>http://www.stopbadware.org/home/security</p>
<p>Once you&#8217;ve secured your site, you can request that the warning be removed by visiting</p>
<p>http://www.google.com/support/webmasters/bin/answer.py?answer=45432</p>
<p>and requesting a review. If your site is no longer harmful to users, we will remove the warning.</p>
<p>Sincerely,<br />
Google Search Quality Team</em></p>
<p>Dengan sedikit susah payah, akhirnya hari ini jasaoptik.com telah normal kembali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/12/jasaoptik-com-kena-hack/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneka Resep untuk Memelihara Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/11/aneka-resep-untuk-memelihara-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/11/aneka-resep-untuk-memelihara-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 04:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[memelihara mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini berbagai bahan alami yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai keluhan pada mata. Beberapa di antaranya bersumber pada buku Perawatan Tubuh dan Pengobatan Tradisional karya R. Sartono.
Mata Lelah
Gunakan alpukat untuk mendinginkan dan menyegarkan mata yang lelah atau sembab. Alpukat bermanfaat karena banyak mengandung vitamin A, C, E, zat besi, potasium, niasin, asam pantatenik, dan protein. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini berbagai bahan alami yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai keluhan pada mata. Beberapa di antaranya bersumber pada buku Perawatan Tubuh dan Pengobatan Tradisional karya R. Sartono.</p>
<p><strong>Mata Lelah</strong><br />
Gunakan alpukat untuk mendinginkan dan menyegarkan mata yang lelah atau sembab. Alpukat bermanfaat karena banyak mengandung vitamin A, C, E, zat besi, potasium, niasin, asam pantatenik, dan protein.  </p>
<p><em>Caranya</em> : Kupas sebuah alpukat lalu dipotong tipis-tipis menyerupai lempengan. Tempelkan pada mata yang lelah atau sembab, lalu diamkan selama 20 menit. Bersihkan sisa alpukat dengan air dingin.<br />
<span id="more-308"></span><br />
Mata yang letih juga bisa diatasi dengan mengusapkan es batu di sekeliling mata selama beberapa menit. Tindakan ini akan mengembalikan kelancaran peredaran darah dan menyegarkan mata.<br />
<strong><br />
Lingkaran Hitam</strong><br />
Masalah lingkaran hitam yang sering muncul di bawah mata, bisa ditangani dengan mentimun yang murah dan mudah didapat. Dalam sayuran ini terkandung banyak mineral dan air.</p>
<p><em>Caranya</em> : Ambil mentimun dan diiris tipis. Gunakan irisan mentimun untuk mengompres mata selama 15 menit.</p>
<p><strong>Mata Merah</strong><br />
Mata yang memerah dan lelah bisa diatasi dengan merambang dengan air rebusan daun sirih.</p>
<p><em>Caranya</em> : Segenggam daun sirih beserta batangnya yang muda dan tangkai daunnya direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin, gunakan air rebusannya untuk merambang bola mata. Boleh juga dengan cara meneteskan air tersebut pada mata.</p>
<p>Untuk mengatasi mata merah akibat kurang tidur, lakukan kompres mata dengan air teh hitam yang sudah diendapkan satu malam.</p>
<p><strong>Mata Bengkak</strong><br />
Untuk menghilangkan bengkak di mata, sekaligus menyejukkan bisa dicoba masker yang mengandung hazelnut, bunga mawar atau bunga jagung.  </p>
<p><strong>Pencuci Mata</strong><br />
Untuk membersihkan mata yang keruh, ambil segenggam bunga melati, lalu dibersihkan. Rendam bunga melati dengan segelas penuh air matang yang sudah dingin dan biarkan semalam. Esoknya air tersebut disaring, lalu digunakan untuk merambang atau merendam biji mata.</p>
<p><strong>Membuat Bola Mata Bening</strong><br />
1 sendok teh diseduh dengan segelas air. Biarkan semalam dan esok paginya baru disaring. Gunakan air ini untuk mencuci mata dengan merambang mata selama 3-5 menit. Semula akan terasa perih, namun perlahan akan terasa dingin dan mata pun terasa nyaman.<br />
@  Endang Saptorini</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/11/aneka-resep-untuk-memelihara-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlukah Kaca Mata dengan Pelindung UV?</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/11/perlukah-kaca-mata-dengan-pelindung-uv/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/11/perlukah-kaca-mata-dengan-pelindung-uv/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 04:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kacamata hitam]]></category>
		<category><![CDATA[sun glasses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Perlukah Kaca Mata dengan Pelindung UV?
Kaca mata hitam (sun glass) pada umumnya dilengkapi dengan pelindung sinar ultraviolet (UV). Sebenarnya, seberapa penting pelindung sinar UV ini bagi mata?
Radiasi sinar UV yang berasal dari sinar matahari tidak hanya merusak kulit si sekitar mata tapi juga bagian mata, seperti kornea dan konjungtiva atau daerah putih di mata. Beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perlukah Kaca Mata dengan Pelindung UV?</p>
<p>Kaca mata hitam (sun glass) pada umumnya dilengkapi dengan pelindung sinar ultraviolet (UV). Sebenarnya, seberapa penting pelindung sinar UV ini bagi mata?</p>
<p>Radiasi sinar UV yang berasal dari sinar matahari tidak hanya merusak kulit si sekitar mata tapi juga bagian mata, seperti kornea dan konjungtiva atau daerah putih di mata. Beberapa jenis penyakit katarak juga diketahui terkait dengan paparan sinar UV.<br />
<span id="more-306"></span><br />
Sebelum membeli kacamata (sun glasses), perhatikan pelindung sinar UV yang terdapat dalam label produk. Pilih yang mampu menahan sinar UV B minimal 99 persen dan 95 persen menahan UV A. Jangan pilih sun glasses yang tidak memiliki fitur proteksi dari sinar UV.</p>
<p>Selain melindungi mata dari sinar UV, perhatikan juga jenis lensa yang dipakai. Untuk Anda yang sering beraktivitas dalam cahaya redup, mungkin Anda bisa memilih jenis lensa yang berfungsi untuk melihat objek jauh terlihat lebih jelas atau lensa blue-blocking. Sementara itu untuk mengurangi silau, Anda bisa memilih lensa polarisasi. Sesuaikan jenis lensa dengan kondisi dan kebutuhan Anda.</p>
<p>Sumber: Kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/11/perlukah-kaca-mata-dengan-pelindung-uv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deteksi Penyakit Tubuh Melalui Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/11/deteksi-penyakit-tubuh-melalui-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/11/deteksi-penyakit-tubuh-melalui-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 07:21:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[MATA adalah jendela hati. Melalui mata, kita dapat membaca emosi seseorang. Namun tahukah Anda bahwa dari mata, kita juga dapat mengetahui penyakit seseorang, bahkan sebelum orang tersebut merasakan gejalanya?
Kalau diperhatikan, jika kita berkunjung ke dokter di saat sakit, dokter akan memeriksa tubuh kita dengan stetoskop, memeriksa rongga mulut, lalu memeriksa mata meskipun kita tidak sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MATA adalah jendela hati. Melalui mata, kita dapat membaca emosi seseorang. Namun tahukah Anda bahwa dari mata, kita juga dapat mengetahui penyakit seseorang, bahkan sebelum orang tersebut merasakan gejalanya?</p>
<p>Kalau diperhatikan, jika kita berkunjung ke dokter di saat sakit, dokter akan memeriksa tubuh kita dengan stetoskop, memeriksa rongga mulut, lalu memeriksa mata meskipun kita tidak sedang sakit mata. Ini merupakan prosedur lengkap untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang.<br />
<span id="more-288"></span><br />
”Sejak 20 tahun lalu, setiap dokter umum di puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) sudah dibekali dengan pemeriksaan mata dasar,” ungkap Istiantoro, Guru Besar Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang juga menjadi Direktur Jakarta Eye Center (JEC).</p>
<p>Menurut Istiantoro, anak-anak lebih banyak mengalami gangguan refraksi. Sebanyak 10-15 persen anak usia sekolah dasar mengalami gangguan refraksi dan harus menggunakan kacamata. Namun, orangtua juga perlu waspada terhadap gangguan penyakit dengan cara mendeteksi mata sejak dini.</p>
<p>Dokter Spesialis Mata JEC, Ni Retno Setyaningrum, dalam buletin JEC, Eye Sight, mengatakan, mata anak berkembang pesat pada usia tiga bulan hingga tiga tahun. Karena itu, orangtua sebaiknya memeriksakan mata anaknya sejak usia tiga bulan. Gunanya adalah untuk mendeteksi dini bila ada penyakit yang mendasari terjadinya gangguan pada mata.</p>
<p>Berbagai kelainan</p>
<p>Kelainan pada mata yang harus diwaspadai antara lain munculnya bintik putih kemerahan pada selaput mata, mata merah, mata menonjol, dan lain-lain. Jika ditemukan ada bintik putih kemerahan pada mata anak tanpa disertai rasa nyeri, anak tersebut bisa jadi menderita cacingan atau tuberkulosis (TBC). Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan di laboratorium.</p>
<p>Penyakit rematik juga bisa dideteksi melalui mata. Jika mata kita sering merah, lalu sembuh setelah diobati, kemudian merah lagi, itu pertanda ada penyakit rematik.</p>
<p>Gejala rematik bisa timbul di mata karena jaringan pada selaput putih mata (sklera) mirip dengan jaringan otot. Jika jaringan otot mengalami gangguan akibat rematik maka akan menjalar ke mata. Menurut Istiantoro, gangguan di mata kadang-kadang lebih dulu muncul sebelum gangguan di otot.</p>
<p>Pemeriksaan terhadap mata sebaiknya dilakukan jika kita mengalami keluhan seperti mata merah atau pandangan menjadi kabur. ”Jika sejak dini sudah diketahui penyakitnya, dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat untuk penyakitnya,” kata Istiantoro.</p>
<p>Oleh :  Lusiana Indriasari<br />
Sumber : KOMPAS.COM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/11/deteksi-penyakit-tubuh-melalui-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Computer Vision Syndrome</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/10/waspadai-computer-vision-syndrome/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/10/waspadai-computer-vision-syndrome/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 01:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[computer vision syndrome]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[PENGGUNAAN  komputer di lingkungan kerja dan perumahan merupakan salah satu revolusi di bidang teknologi. Instrumen tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan kita serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Pada tahun 2000 dianggap bahwa 75 persen pekerjaan manusia melibatkan komputer.
Salah satu dampak negatif pemakaian komputer yang ekstensif bagi kesehatan adalah gangguan mata yang disebut sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGGUNAAN  komputer di lingkungan kerja dan perumahan merupakan salah satu revolusi di bidang teknologi. Instrumen tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan kita serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Pada tahun 2000 dianggap bahwa 75 persen pekerjaan manusia melibatkan komputer.</p>
<p>Salah satu dampak negatif pemakaian komputer yang ekstensif bagi kesehatan adalah gangguan mata yang disebut sebagai computer vision syndrome (CVS).<br />
<span id="more-290"></span><br />
Menurut The American Optometric Association, CVS adalah kumpulan gejala okuler (mata) maupun non-okuler yang timbul setelah bekerja di depan layar komputer atau video display terminal (VDT).</p>
<p>CVS ditemukan pada 75 persen pekerja yang menggunakan komputer selama 6-9 jam setiap hari. Di Amerika Serikat dan Inggris, CVS dilaporkan terjadi pada 12,4 persen dan 9 persen dari semua pasien yang datang ke dokter mata. Gejala CVS meliputi mata lelah (astenopia atau eyestrain), mata terasa kering, berpasir, atau terasa berat, penglihatan buram, yang dapat disertai sakit kepala (terutama daerah dahi dan bagian kanan atau kiri kepala), nyeri otot leher, dan punggung.</p>
<p><strong>Belum diketahui</strong><br />
Mekanisme terjadinya CVS belum sepenuhnya diketahui, tetapi diduga merupakan gabungan dari faktor permukaan mata, akomodasi, faktor lain di luar mata, karakteristik komputer, serta penataan ruangan kerja.</p>
<p>Permukaan mata yang selalu basah karena dilapisi lapisan air mata (tear film) pada CVS dapat mengalami gangguan oleh lingkungan, seperti penggunaan air conditioner (AC), kipas angin, serta penurunan refleks kedip saat bekerja. Selain itu, permukaan mata dapat mengalami gangguan akibat menurunnya produksi air mata dengan bertambahnya usia, adanya perubahan hormon pada wanita, adanya penyakit tertentu atau konsumsi obat tertentu (misalnya antihistamin atau obat anti-hipertensi), serta penggunaan lensa kontak.</p>
<p>Akomodasi atau perubahan struktur mata dapat melihat secara fokus untuk melihat jarak dekat. Huruf pada layar komputer sangat berbeda pada teks di kertas karena tersusun atas pixels, atau titik-titik yang tersusun membentuk huruf atau angka. Untuk melihat huruf/angka pada layar komputer, mata terus-menerus berakomodasi sehingga menimbulkan kelelahan atau eyestrain. Untungnya, biasanya perubahan pada akomodasi bersifat reversible pada akhir hari atau pada hari libur. Beberapa pakar menganggap bahwa akomodasi akibat penggunaan komputer dapat merangsang miopisasi, tetapi belum dibuktikan dengan penelitian.</p>
<p>Nyeri atau kekakuan otot leher, bahu, dan punggung terjadi akibat pergerakan kepala, leher, dan bahu ke depan, yang cenderung dilakukan pengguna komputer untuk melihat lebih jelas. Keluhan nyeri otot juga terjadi pada pengguna kacamata bifokal atau progresif (pada pekerja yang sudah membutuhkan kacamata plus untuk membaca), di mana mereka cenderung menggerakkan kepala ke belakang saat membaca teks pada kertas, lalu memajukan kepala saat memfokuskan kembali penglihatannya ke layar komputer.</p>
<p>Kualitas display, di mana kontras kurang, akan mempersulit melihat huruf atau angka pada layar komputer. Selain itu, makin tinggi resolusi layar komputer, batas gambar akan makin tegas sehingga mata dapat melihat tanpa akomodasi berlebihan.</p>
<p>Karakter tulisan warna gelap pada dasar yang lebih terang juga menambah kenyamanan dan mengurangi eyestrain. Refresh rate (beberapa kali layar komputer berusaha membentuk gambar per menit, yang dinyatakan dalam satuan Hz) juga memengaruhi: pada refresh rate rendah layar akan berkedip (flicker), yang menimbulkan ketidaknyamanan dan merangsang sakit kepala. Liquid crystal displays (LCD) dinilai mempunyai refresh rates yang lebih baik daripada cathode ray tube (CRT).</p>
<p>Pencahayaan yang kurang baik pada ruangan kerja tentu mengurangi kenyamanan pengguna komputer, tetapi cahaya yang terlalu terang juga menimbulkan glare atau silau pada layar komputer sehingga image pada layar komputer akan kabur.</p>
<p>Sinar alfa, beta, dan sinar X yang dipancarkan layar komputer juga dicurigai dapat mengganggu kesehatan. Namun, beberapa kepustakaan menyatakan memerlukan penelitian lanjut untuk membuktikan hal tersebut.</p>
<p><strong>Mengurangi produktivitas</strong><br />
CVS memang belum dibuktikan dapat menimbulkan gangguan penglihatan dan kesehatan yang berat, tetapi tentunya dapat mengurangi produktivitas dan efisiensi pekerja. CVS perlu disiasati, dengan penatalaksanaan terhadap gangguan mata, penyesuaian lingkungan kerja, dan perbaikan kondisi ergonomik pekerja.</p>
<p>Untuk mengatasi mata kering, dapat dilakukan lubrikasi mata dengan berbagai obat tetes air mata buatan (artificial tears). Pekerja yang mempunyai kelainan refraksi (memerlukan kacamata) perlu dikoreksi dengan power dan model kacamata yang tepat. Istirahatlah secara berkala saat menggunakan komputer, terutama setelah empat jam bekerja terus-menerus guna merelaksasi akomodasi mata.</p>
<p>Sumber cahaya ruangan dapat ditempatkan jauh dari layar komputer, memberikan tirai pada jendela atau memberikan filter antisilau (antiglare filters) pada layar komputer.</p>
<p>Posisi monitor komputer ditempatkan sedemikian rupa sehingga pekerja mencapai posisi ergonomis yang baik. Disarankan jarak layar dengan mata 34-40 cm, dengan letak bagian tengah layar 10-20 derajat (atau 5-6 inci) di bawah garis pandang mata. Postur tubuh harus baik untuk menghindari nyeri otot leher, punggung, bahu, dan kepala.</p>
<p>Gitalisa Adriono, Dokter Ahli Mata, Anggota dan Pengurus Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/10/waspadai-computer-vision-syndrome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

