<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jasa Optik &#187; Kacamata</title>
	<atom:link href="http://jasaoptik.com/category/kacamata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jasaoptik.com</link>
	<description>Jasa adalah yang utama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jul 2010 02:34:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Alat Bantu Penglihatan, Pilih Sesuai Fungsi &amp; Nyamannya</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/01/alat-bantu-penglihatan-pilih-sesuai-fungsi-nyamannya/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/01/alat-bantu-penglihatan-pilih-sesuai-fungsi-nyamannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 07:17:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisma]]></category>
		<category><![CDATA[lasik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun dekat]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[softlens]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[BANYAKNYA pilihan alat bantu penglihatan, seperti kacamata, kontak lensa, atau lasik, membuat orang-orang yang membutuhkan bisa memilih dengan leluasa.
Artinya, mereka bisa memilih sebagai alat bantu sekaligus untuk mempercantik penampilan. ”Mata kanan saya semakin lama semakin sering berair, malah kadang tidak kuat banget menatap layar komputer terlalu lama. Sudah pakai kacamata tapi enggak nyaman, soft lens [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYAKNYA pilihan alat bantu penglihatan, seperti kacamata, kontak lensa, atau lasik, membuat orang-orang yang membutuhkan bisa memilih dengan leluasa.<br />
Artinya, mereka bisa memilih sebagai alat bantu sekaligus untuk mempercantik penampilan. ”Mata kanan saya semakin lama semakin sering berair, malah kadang tidak kuat banget menatap layar komputer terlalu lama. Sudah pakai kacamata tapi enggak nyaman, soft lens juga harus hati-hati. Jadi enaknya pake apa ya, repot kalo udah kaya gini,” ujar Larasati, 24, yang sedang asyik berbincang dengan temannya di sebuah kafe.</p>
<p>Berbeda halnya dengan Giskania, 23, yang lebih memilih kacamata karena tidak perlu repot melepasnya saat mata lelah, dibandingkan jika harus menggunakan soft lens.</p>
<p>Semakin majunya perkembangan di bidang teknologi, maka semakin banyak pula membawa manfaat yang baik untuk kesehatan, termasuk untuk kesehatan mata. Banyaknya alat bantu yang digunakan untuk membantu penglihatan dijadikan pilihan bagi mereka yang membutuhkan, namun tidak sedikit juga yang menggunakan alat bantu tersebut dengan memperhatikan estetika.<br />
<span id="more-320"></span><br />
Mata merupakan bagian organ tubuh. Sebagai pancaindra, mata menjadi pancaindra yang sangat penting karena 70 persen lebih informasi dari dunia luar masuk lewat mata kita. Selain itu, penyakit mata juga sering disepelekan karena tidak berakibat kematian.</p>
<p>Ahli kesehatan mata dari Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Cosmos Mangunsong SpM mengatakan jangan meremehkan penyakit mata. ”Mata yang sehat akan meningkatkan kualitas hidup seseorang,” tandas dokter yang juga staf pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.</p>
<p>Saat ini, papar Cosmos, 145 juta orang dengan fungsi penglihatan yang berkurang disebabkan oleh uncorrected refractive errors seperti rabun dekat, rabun jauh, atau astigmatism (mata silinder). Untuk beberapa kasus, koreksi dapat dilakukan dengan penggunaan kaca mata dan lensa kontak untuk dapat melihat secara normal kembali.</p>
<p>Cosmos menuturkan, kelainan refraksi seperti myopia atau rabun jauh, hipermetropia atau rabun dekat, serta astigmatisme atau sering disebut orang mata silinder, diterapi dengan menggunakan tambahan kekuatan refraksi di depan mata kita. ”Kekuatan refraksi ini dapat berupa kacamata atau lensa kontak,” ucap dokter yang juga menjadi peneliti Community Eye Health FKUI ini.</p>
<p>Kacamata bukanlah suatu alat yang baru di bidang kesehatan. Saat ini, dengan model yang beraneka ragam, juga dapat mempercantik penampilan. Menggunakan kacamata dapat membuat mata kita bermetabolisme dan mendapat oksigen secara normal. Kekurangannya adalah rasa letih di pangkal hidung tempat penyangga kaca mata. Selain itu, kacamata dinilai kurang ringkas oleh sebagian orang yang beraktivitas tinggi, seperti menjaga kacamata agar tidak jatuh atau hilang.</p>
<p>Sementara lensa kontak atau yang sering juga disebut sebagai ”soft lens” terlihat lebih simpel saat digunakan, dan lebih cocok pada orang-orang yang aktivitas kesehariannya tinggi. Lensa kontak menempel pada permukaan bola mata yaitu di depan kornea.</p>
<p>”Lensa kontak dapat dipakai untuk banyak macam aktivitas, belum lagi saat ini sudah banyak lensa kontak yang diberi warna sehingga memperindah tampilannya,” papar konsultan Health Marketing ini.</p>
<p>Namun sama halnya dengan kacamata yang membutuhkan perhatian khusus untuk merawatnya, bagi orang-orang yang kurang cermat menjaga kebersihan lensa kontak, rentan terhadap infeksi kornea. Bakteri atau jamur dapat melekat di sisi dalam lensa kontak. Bakteri dan jamur ini dapat berasal dari kuku pemakainya yang kurang bersih dan air perendam lensa kontak yang tercemar oleh bakteri atau jamur. Cosmos menganjurkan untuk menggunakan lensa kontak yang masa penggunaannya tidak terlalu lama, sehingga kebersihannya terjaga.</p>
<p>”Saat menggunakan lensa kontak, kuku harus bersih dan sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu,” sarannya.</p>
<p>Ada pula teknik lasik, yaitu solusi mutakhir untuk orang-orang yang menderita kelainan refraksi. Pada prinsipnya, lasik akan membentuk ulang permukaan kornea dengan teknologi laser. Tujuan utamanya agar bayangan dapat kembali terfokus pada retina mata sebagai pusat penglihatan. Cosmos menyarankan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mata Anda, karena dokter akan menentukan kondisi mata si pasien sehingga dipilih alat bantu penglihatan yang tepat.</p>
<p>sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/01/alat-bantu-penglihatan-pilih-sesuai-fungsi-nyamannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlukah Kaca Mata dengan Pelindung UV?</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/11/perlukah-kaca-mata-dengan-pelindung-uv/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/11/perlukah-kaca-mata-dengan-pelindung-uv/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 04:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kacamata hitam]]></category>
		<category><![CDATA[sun glasses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Perlukah Kaca Mata dengan Pelindung UV?
Kaca mata hitam (sun glass) pada umumnya dilengkapi dengan pelindung sinar ultraviolet (UV). Sebenarnya, seberapa penting pelindung sinar UV ini bagi mata?
Radiasi sinar UV yang berasal dari sinar matahari tidak hanya merusak kulit si sekitar mata tapi juga bagian mata, seperti kornea dan konjungtiva atau daerah putih di mata. Beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perlukah Kaca Mata dengan Pelindung UV?</p>
<p>Kaca mata hitam (sun glass) pada umumnya dilengkapi dengan pelindung sinar ultraviolet (UV). Sebenarnya, seberapa penting pelindung sinar UV ini bagi mata?</p>
<p>Radiasi sinar UV yang berasal dari sinar matahari tidak hanya merusak kulit si sekitar mata tapi juga bagian mata, seperti kornea dan konjungtiva atau daerah putih di mata. Beberapa jenis penyakit katarak juga diketahui terkait dengan paparan sinar UV.<br />
<span id="more-306"></span><br />
Sebelum membeli kacamata (sun glasses), perhatikan pelindung sinar UV yang terdapat dalam label produk. Pilih yang mampu menahan sinar UV B minimal 99 persen dan 95 persen menahan UV A. Jangan pilih sun glasses yang tidak memiliki fitur proteksi dari sinar UV.</p>
<p>Selain melindungi mata dari sinar UV, perhatikan juga jenis lensa yang dipakai. Untuk Anda yang sering beraktivitas dalam cahaya redup, mungkin Anda bisa memilih jenis lensa yang berfungsi untuk melihat objek jauh terlihat lebih jelas atau lensa blue-blocking. Sementara itu untuk mengurangi silau, Anda bisa memilih lensa polarisasi. Sesuaikan jenis lensa dengan kondisi dan kebutuhan Anda.</p>
<p>Sumber: Kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/11/perlukah-kaca-mata-dengan-pelindung-uv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Hindari Mata Lelah di Depan Monitor</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 03:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama  di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.
Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama  di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.</p>
<p>Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.<br />
<span id="more-297"></span><br />
Seperti dikutip detikINET dari softpedia, Senin (14/9/2009) berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:</p>
<p><strong>1. Jaga jarak pandang dari monitor.</strong><br />
Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.</p>
<p>Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.</p>
<p><strong>2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD</strong><br />
Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.</p>
<p>Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.</p>
<p><strong>3. Atur monitor setting</strong><br />
Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.</p>
<p>Misal settingan seperti, &#8216;text&#8217; atau &#8216;internet&#8217; akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan &#8216;game&#8217; atau &#8216;movie&#8217; akan terlihat lebih terang saat digunakan.</p>
<p><strong>4. Gunakan kacamata anti radiasi</strong><br />
Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.</p>
<p>Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.</p>
<p><strong>5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala</strong><br />
Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.</p>
<p>sumber: detikinet</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kacamata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/sejarah-kacamata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/sejarah-kacamata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 09:16:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Penemuan teknologi kacamata berhubungan sangat erat dengan perkembangan kaca pembesar.
Sejarah tertua dimiliki oleh masyarakat di kota kuno Niniwe. Mereka telah mengenal “kaca mata”, yang sebenarnya lebih berfungsi sebagai kaca pembesar dengan materi lensa bukan dari kaca melainkan kristal. Bangsa Yunani kuno pun mempunyai kaca pembesar berujud bola kaca berisi air. Baru pada abad XII, hampir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penemuan teknologi kacamata berhubungan sangat erat dengan perkembangan kaca pembesar.</p>
<p>Sejarah tertua dimiliki oleh masyarakat di kota kuno Niniwe. Mereka telah mengenal “kaca mata”, yang sebenarnya lebih berfungsi sebagai kaca pembesar dengan materi lensa bukan dari kaca melainkan kristal. Bangsa Yunani kuno pun mempunyai kaca pembesar berujud bola kaca berisi air. Baru pada abad XII, hampir secara bersamaan kaca pembesar dari kuarsa yang dipasang pada bingkai muncul di masyarakat Cina dan Eropa.<br />
<span id="more-240"></span><br />
Melihat manfaat kaca pembesar, maka tahun 1268 Roger Bacon, filsuf, ilmuan dan pembaharu pendidikan berkebangsan Inggris, berpendapat perlunya lensa sebagai peralatan optik. Namun tidak semua orang mau menempatkan Bacon sebagai orang pertama pencetus lahirnya kaca mata. Dengan bukti-bukti di tangan, ada yang berpendapat kacamata kemungkinan besar lahir di Italia pada ± tahun 1286. Sedangkan mengenai siapa penemunya pun muncul dua versi, apakah Alessandro di Spina dari Florence ataukah Florentine Salvina Armato.</p>
<p>Dalam waktu singakt, pada tahun 1300-an kacamata mulai di produksi dengna pusat pembuatan di Venesia. Tapi kacamata saat itu belum seperti sekarang. Kualitas lensanya sederhana, pemakaiannya juga merepotkan. Alat baca yang biasa dipakai para rahib dengan gangguan rabun dekat itu hanya terdiri atas dua lensa yang disambung, tanpa tangkai. Setelah menempelkan sambungan di batang hidung, sang pemakai harus terus menerus memeganginya. Meski lambat laun sambungannya makin kuat, kacamata tersebut tetap dianggap berbahaya.</p>
<p>Berbagai macam percobaan dilakukan untuk menemukan cara terbaik dan teraman mengenakan kacamata. Ada yang memasang lempengan logam panjang yang dipasang mulai dari batang hidung hingga kebagian tengah kepala lalu turun ke bagian leher. Karena pemasangan yang rumit dan tidak praktis, kacamata itu pun tidak diminati</p>
<p>Model lain adalah dengan rantai kecil yang dipasang pada kedua sisi kacamata. Kemudian rantai ini diikatkan di bagian belakang kepala, layaknya kacamata khusus bagi perenang atau pengendara sepeda motor. Ada lagi yang mengaitkan kacamata pada topi. Ini pun merepotkan, bahkan mengganggu, terutama saat harus membaca di dalam ruangan atau membuka topi untuk memberi salam.</p>
<p>Akhirnya, ada orang yang cukup kreatif dengan memasang tangkai, sehingga kacamata dapat “berpegangan” pada telinga.</p>
<p>Akhir abad XIV ketika kacamata mulai umum digunakan dan dianggap sebagai benda berharga, alat baca itu sering muncul sebagai aksesori subjek dalam lukisan. Salah satunya adalah lukisan Paus Leo X yang dibuat oleh Raphael tahun 1517.</p>
<p>Perkembangan selanjutnya adalah saat berhasil ditemukannya kacamata bifokus, yang memiliki sekaligus lensa cembung dan lensa cekung dalam satu bingkai. Tahun 1784 kacamata bifokus pertama di dunia dibuat oleh Benjamin Franklin – politikus, penulis, sekaligus ilmuwan Amerika. Namun alat optik yang bisa membuatnya nyaman saat melakukan perjalanan, karena selain dapat menikmati pemandangan alam juga sekaligus membaca buku-buku kegemarannya, masih sederhana bentuknya. Setelah berhasil memisahkan kaca cembung dan cekung, ia memotong secara horizontal masing-masing lensa stersebut dibagian tangan. Kemudian dengan dijepit oleh bingkai, potongan lensa cembung ditumpankan di atas potongan lensa cembung.</p>
<p>Hingga tahun 1884 masih juga dihasilkan lensa bifokus yang dibuat dari potongan-potongan, meski sudah berperekat. Barulah pada tahun 1908 dan 1910 dikenal lensa cembung cekung yang benar-benar menyatu dalam satu lensa.<br />
Materi lensa pun turut berkembang, yang mula-mula dari kuarsa, selanjutnya dibuatlah lensa kaca. Beberapa dekade terakhir, pilihan lensa pun makin beragam saat diperkenalkan lensa plastik. Tahun 1888 di Prancis diproduksi lensa kontak pertama sebagai alat kesehatan, karena gangguan pandangan si penderita tidak mungkin lagi dibantu dengan kaca mata biasa. Namun lensa itu hanya dipakai beberapa orang, itu pun terpaksa. Saat dipasang lensa kontak yang terbuat dari kaca tersebut akan menutupi seluruh bagian depan mata. Untunglah, pada 1938 ditemukan lensa kontak plastik. Satu dekade kemudian, mulai diperkenalkan lensa kontak yang hanya menutupi kornea. </p>
<p>Pengarang : Clenoro</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/sejarah-kacamata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Merawat Lensa Kacamata Plastik</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/tips-merawat-lensa-kacamata-plastik/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/tips-merawat-lensa-kacamata-plastik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 05:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Kacamata lensa plastik memiliki trik khusus dalam perawatannya. Salah cara membersihkan hanya akan membuat lensa rusak dan buram. Hal tersebut malah akan membuat pengelihatan Anda semakin terganggu. Ada cara khusus yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan lensa kacamata plastik. Ini dia!
1. Cobalah untuk tidak menggosokkan lensa kacamata Anda pada ujung kemeja ataupun celana karena pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kacamata lensa plastik memiliki trik khusus dalam perawatannya. Salah cara membersihkan hanya akan membuat lensa rusak dan buram. Hal tersebut malah akan membuat pengelihatan Anda semakin terganggu. Ada cara khusus yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan lensa kacamata plastik. Ini dia!</p>
<p>1. Cobalah untuk tidak menggosokkan lensa kacamata Anda pada ujung kemeja ataupun celana karena pada dasarnya bahan katun, polyester, dan wool. Kain yang memiliki tekstur yang kasar akan menimbulkan goresan pada kacamata Anda.<br />
<span id="more-244"></span><br />
2. Sebelum menggosok lensa dengan kain pembersih, bersihkan debu-debu di lensa tersebut dengan air. Lalu tiriskan hingga hingga sedikit kering, lalu lap lensa dengan kain khusus pembersih lensa. Hal itu dilakukan agar debu yang menempel tak bisa menggores lensa kacamata Anda.</p>
<p>3. Hindari pula penggunaan tisu untuk membersihkan kacamata Anda. Walaupun tisu terbukti halus untuk kulit wajah, namun tisu tetap dapat menimbulkan goresan pada lensa kacamata yang berbahan dasar plastik tersebut.</p>
<p>4. Simpan sepotong kain sutera atau saputangan sutera yang biasanya dimiliki Perempuan. Taruhlah di saku atau di dompet kemanapun Anda pergi. Bahan sutera ini dapat Anda ambil dari toko kain atau guntingan dari pakaian sutera yang sudah tidak terpakai lagi. Gunakan kain tersebut sebagai lap kacamata Anda.</p>
<p>5. Konsultasikan pada ahli mata Anda sebelum menggunakan krim atau spray untuk membersihkan lensa kacamata Anda. Setiap kali Anda semprotkan, bahan kimia ini akan ikut terhirup hidung atau malah masuk ke dalam mata. Bila ini terjadi bukan tidak mungkin akan menimbulkan reaksi pada kulit yang tidak diinginkan.</p>
<p>6. Simpanlah kacamata Anda pada tempat yang bersih. Lilitkan kain sutera tersebut pada kacamata Anda, hal ini akan membantu menghilangkan debu dan bahan lainnya yang dapat menggores lensa kacamata Anda.</p>
<p>sumber: detik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/tips-merawat-lensa-kacamata-plastik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kacamata, Soft Lens atau Operasi Lasik?</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/kacamata-soft-lens-atau-operasi-lasik/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/kacamata-soft-lens-atau-operasi-lasik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 07:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[contact lens]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[mata silinder]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[progresif]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[silindris]]></category>
		<category><![CDATA[soft lens]]></category>
		<category><![CDATA[softlens]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai cacat mata yang umum ditemui adalah rabun dekat, rabun jauh, silinder. Cara yang paling umum digunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan kacamata. Seiring dengan kemajuan zaman, banyak yang menggunakan soft lens yang langsung diletakkan pada lensa mata. Atau bagi yang tidak suka menggunakan kacamata atau soft lens, pilihan lain adalah dengan melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbagai cacat mata yang umum ditemui adalah rabun dekat, rabun jauh, silinder. Cara yang paling umum digunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan kacamata. Seiring dengan kemajuan zaman, banyak yang menggunakan soft lens yang langsung diletakkan pada lensa mata. Atau bagi yang tidak suka menggunakan kacamata atau soft lens, pilihan lain adalah dengan melakukan operasi lasik sehingga mata kamu dapat kembali berfungsi secara normal.</p>
<p>Masing-masing alternatif tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Bagi kamu yang ingin mencoba alternatif tersebut, kamu bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga dapat memilih sesuai kebutuhan. Namun kedua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.<br />
<span id="more-222"></span></p>
<p><strong>Kacamata</strong><br />
Kelebihan Kacamata dapat membuat wajah lebih berkarakter. Sebagai gaya dan penunjang penampilan. Sedangkan kekurangan Kacamata terasa ada yang mengganjal didekat hidung dan telinga, sehingga tidak nyaman. Mengganggu aktivitas, bila berada dalam lingkungan yang panas, kaca sering berembun atau terkena keringat.</p>
<p>Bila kamu memilih berkacamata, kamu juga harus memilih lensa yang akan digunakan. Lensa yang ada tersedia dalam 2 pilihan, yaitu lensa kaca dan plastik. Keuntungan dari lensa kaca adalah lebih tipis, tetapi lebih berat dan mudah pecah. Sedangkan lensa plastik lebih ringan dan tidak mudah pecah, tetapi lebih tebal dan mudah tergores.</p>
<p><strong>Softlens</strong><br />
Kelebihan Softlens lebih nyaman, tidak ada benda asing di wajah. Menambah gaya, dan warna-warna softlens yang cantik, dapat membuat mata lebih indah.</p>
<p>Kekurangannya adalah repot dalam perawatan, softlens senantiasa harus dibersihkan dan disimpan dengan baik. Dapat menyebabkan iritasi bila tidak rajin dalam membersihkannya.</p>
<p><strong>Operasi Lasik </strong><br />
Kelebihan Operasi Lasik dapat melihat secara normal tanpa perlu alat bantu penglihatan (kacamata atau softlens) sehingga lebih nyaman. Diluar itu, pasien menjadi takut karena harus membedah mata. Tidak perlu ganti kacamata atau softlens. Kamu juga tidak direpotkan dengan perawatannya. Terbilang mahal, biaya yang dibutuhkan sekitar 8 juta-10 juta rupiah/ mata.</p>
<p>Operasi ini dilakukan dengan membedah mata, memperbaiki mata agar dapat kembali normal tanpa bantuan kacamata atau softlens. Pada tahap awal operasi ini, kamu akan diperiksa untuk mengetahui kesehatan. Tahap selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi mata apakah mata mampu bila dilaksanakan operasi ini atau tidak.</p>
<p>Operasi yang dilakukan hanya memakan waktu sekitar 20 menit dan tanpa proses penjahitan, karena pembedahan dilakukan dengan menggunakan laser. Pembedahan dilakukan untuk membuka lapisan kornea, dilakukan penyinaran untuk memperbaiki mata yang rusak, kemudian ditutup kembali dimana kornea akan menempel sendiri tanpa perlu dijahit.</p>
<p>Dalam masa penyembuhan setelah operasi, kamu perlu benar-benar menjaga mata agar operasi ini berhasil seperti yang diharapkan. Mata harus tetap terlindung dengan menggunakan pelindung mata. Mata tidak boleh terkena air secara langsung dan harus cukup istirahat.</p>
<p>Bila berminat untuk melakukan operasi lasik, pastikan tempat dan dokter yang dipilih benar-benar mampu melakukannya agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah pada mata kamu.(fbz/yon)</p>
<p>sumber: rileks.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/kacamata-soft-lens-atau-operasi-lasik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Kacamata, Produktivitas Mundur 40 Tahun</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/tanpa-kacamata-produktivitas-mundur-40-tahun/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/tanpa-kacamata-produktivitas-mundur-40-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 03:16:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu penemuan paling berpengaruh sepanjang peradaban manusia adalah kacamata. Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apa sajakah benda-benda yang jika tidak ditemukan, maka perkembangan peradaban tidak akan sedahsyat sekarang.
Bila kacamata tidak pernah ditemukan, maka produktivitas manusia akan berhenti pada usia 40 tahun, akibat menurunnya kinerja mata. Dengan ditemukannya kacamata, maka masa produktivitas manusia jadi lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu penemuan paling berpengaruh sepanjang peradaban manusia adalah kacamata. Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apa sajakah benda-benda yang jika tidak ditemukan, maka perkembangan peradaban tidak akan sedahsyat sekarang.</p>
<p>Bila kacamata tidak pernah ditemukan, maka produktivitas manusia akan berhenti pada usia 40 tahun, akibat menurunnya kinerja mata. Dengan ditemukannya kacamata, maka masa produktivitas manusia jadi lebih panjang 20 tahun.</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/tanpa-kacamata-produktivitas-mundur-40-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lasik, Tanggalkan Kacamata untuk Kenyamanan</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisma]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisme]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan]]></category>
		<category><![CDATA[progresif]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[silindris]]></category>
		<category><![CDATA[soft lens]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[GANGGUAN penglihatan bisa diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa mata. Namun, alat bantu tersebut dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja. Saatnya Anda mulai berpikir untuk melakukan bedah refraktif melalui operasi Lasik.
Tindakan koreksi ini diyakini mampu memperbaiki kelainan miopi (rabun jauh), hipermiopi (rabun dekat), presbiopi (pengaruh usia) atau astigmatisma (silinder). Miopi biasa disebut rabun jauh (mata minus), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GANGGUAN penglihatan bisa diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa mata. Namun, alat bantu tersebut dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja. Saatnya Anda mulai berpikir untuk melakukan bedah refraktif melalui operasi Lasik.</p>
<p>Tindakan koreksi ini diyakini mampu memperbaiki kelainan miopi (rabun jauh), hipermiopi (rabun dekat), presbiopi (pengaruh usia) atau astigmatisma (silinder). Miopi biasa disebut rabun jauh (mata minus), yakni mata tidak mampu melihat dalam jarak jauh.</p>
<p>Untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa minus. Hipermetropia adalah rabun dekat (mata plus). Penderita tidak mampu melihat benda dalam jarak dekat. Dengan begitu untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa plus. Adapun astigmatisme, benda yang dilihat pecah menjadi dua. Untuk mengatasi kelainan ini diperlukan lensa silinder.<br />
<span id="more-220"></span><br />
Adapun presbiopia, disebut juga mata tua karena pengaruh usia mata yang tidak mampu melihat atau mengakomodasi benda yang terletak dekat dengan mata. Kelainan yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia, di atas 40 tahun. Kelainan ini membutuhkan lensa plus.</p>
<p>Adapun Lasik atau laser insitu keratomileusis yakni proses mengubah kelengkungan kornea mata dengan sinar laser. Alhasil, sinar yang masuk ke mata jatuh tepat ke bagian retina. Sinar laser untuk operasi Lasik mempunyai gelombang pendek dan berfungsi mengampelas atau mengikis kornea mata.</p>
<p>&#8220;Operasi Lasik adalah pilihan. Saat Anda melakukan aktivitas merasa terganggu menggunakan kacamata atau lensa kontak bisa memilih operasi Lasik. Bila sebaliknya, Anda tidak perlu memilih tindakan ini,&#8221; ucap spesialis mata dari Klinik Mata Nusantara Dr Upik Mahna Dewi SpM.</p>
<p>Secara singkat, prosedur Lasik menggunakan alat mikrokeratom untuk membuka lapisan atas kornea mata. Selanjutnya dilakukan menghilangkan sebagian lapisan kornea. Lapisan atas kornea yang dibuka tadi dikembalikan ke posisi semula untuk menutup daerah yang telah dioperasi. Karena hanya lapisan dalam saja dioperasi, permukaan kornea sama sekali tidak disentuh.</p>
<p>Lasik dilakukan pada pasien tanpa rawat inap dengan anestesi topikal (tetes mata). &#8220;Anda akan tetap sadar selama prosedur berlangsung, yang memakan waktu kurang lebih 10 menit per mata,&#8221; katanya. Berkaitan soal lama atau cepatnya jalan operasi tergantung dari jumlah plus atau minusnya.</p>
<p>Pasien tidak merasakan sakit setelah operasi. Irisan tersebut akan secara alami menyambung sendiri setelah beberapa menit tanpa perlu dijahit sama sekali. Kendati demikian, sebelum melakukan operasi, pasien menjalani serangkaian pemeriksaan lebih detail. Bedah hanya boleh dilakukan pada kondisi mata sehat. Artinya, tidak ada kerusakan pada kornea mata dan ketebalan mencukupi, retina harus bagus, produksi air mata baik dan tekanan bola mata normal.</p>
<p>Selain itu, penderita kecekungan mata terlalu tinggi, glaukoma, mata kering, dan kelainan retina dianjurkan tidak menjalani operasi Lasik. &#8220;Proses tersebut cukup lama untuk memperkecil tingkat kesalahan. Dalam prosedur Lasik tersebut akan diputuskan pasien akan menjalani tindakan operasi atau tidak,&#8221; ucap Upik.</p>
<p>Teknologi Lasik terus mengalami kemajuan, yakni kemunculan iLasik. Era baru dalam bidang Lasik merupakan gabungan dua teknologi canggih yakni intralase dan VISX Advanced.</p>
<p>&#8220;Dalam iLasik, pembuatan flap tidak memakai pisau elektrik, namun dengan mesin laser. Jadi, mata pasien tak tersentuh pisau bedah,&#8221; timpal Spesialis Mata dari Klinik Mata Nusantara Dr Soeharnila, SpM.</p>
<p>Keunggulan lain operasi Lasik adalah mengurangi gejala mata kering, flap lebih tipis. Kemungkinan under atau over correction lebih jarang terjadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rabun Senja, Berbahayakah?</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/rabun-senja-berbahayakah/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/rabun-senja-berbahayakah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[rabun]]></category>
		<category><![CDATA[rabun ayam]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[rabun senja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[RABUN senja sering dianggap wajar. Padahal, jika didiamkan dan tidak diobati, bisa berefek kebutaan.
Kelainan mata ini diakibatkan oleh kekurangan vitamin A. &#8220;Rabun senja tidak bisa diatasi dengan kacamata. Karena itulah mengonsumsi vitamin A yang terdapat di wortel dan tomat sangat dianjurkan. Itu bisa mencegah terjadinya rabun senja,&#8221; kata dokter spesialis mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RABUN senja sering dianggap wajar. Padahal, jika didiamkan dan tidak diobati, bisa berefek kebutaan.</p>
<p>Kelainan mata ini diakibatkan oleh kekurangan vitamin A. &#8220;Rabun senja tidak bisa diatasi dengan kacamata. Karena itulah mengonsumsi vitamin A yang terdapat di wortel dan tomat sangat dianjurkan. Itu bisa mencegah terjadinya rabun senja,&#8221; kata dokter spesialis mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr Iwan Sitompul, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Di Indonesia, rabun senja atau rabun ayam merupakan penyakit mata yang sangat wajar. Kasus rabun senja diakibatkan kekurangan vitamin A dan tidak boleh dianggap enteng.<br />
<span id="more-208"></span><br />
Namun, kebanyakan masyarakat Indonesia, apalagi yang memiliki pendidikan rendah, menganggap bahwa rabun senja adalah sebuah kewajaran yang tidak perlu ditindaklanjuti dan akan sembuh sendirinya.</p>
<p>Pada mata normal terdapat pigmen yang dikenal bernama rodopsinatau visual puple. Pigmen tersebut mengandung vitamin A yang terikat pada protein. Jika mata menerima cahaya, maka akan terjadi konversi rodopsin menjadi visual yellow dan kemudian visual white. Pada konversi tersebut, dibutuhkan vitamin A.</p>
<p>Sementara regenerasi visual purple hanya akan terjadi bila tersedia vitamin A. Tanpa regenerasi, maka penglihatan pada cahaya remang setelah mata menerima cahaya akan terganggu. Jika terjadi kekurangan vitamin A, maka gejala awal adalah terjadinya rabun senja. Artinya, mata akan mengalami gangguan ketika berpindah dari tempat banyak cahaya ke tempat gelap.</p>
<p>Itulah yang membuat rabun senja hanya terjadi ketika matahari mulai terbenam. Sesuai dengan namanya, penyakit ini tidak bisa dikoreksi dengan kacamata dan terjadi jika sel-sel saraf pembeda terang-gelap di retina mata terganggu.</p>
<p>Vitamin A sangat penting bagi mata. Vitamin A pada makanan awalnya berada dalam bentuk retinol ester dan sebelum diserap dalam pencernaan diubah menjadi retinol. Dari mukosa sel retinol tersebut diesterfikasi kembali, kemudian diangkut oleh khilomikron, dibawa ke hati untuk disimpan.</p>
<p>Bentuk aktif vitamin A sebagian berupa asam retinoat yang akan berperan dalam ekspresi gen. Di retina mata, retinol ini diubah menjadi 11 cis retinal-dehida yang mampu berkonyugasi dengan opsin membentuk rhodopsin yang berperan dalam proses penglihatan. Maka, mata memang sangat membutuhkan kehadiran vitamin A.</p>
<p>Selama ini masyarakat beranggapan bahwa vitamin A cukup banyak terkandung dalam sayuran dan buah. Namun, jumlahnya masih kurang mencukupi, kecuali dikonsumsi dalam porsi banyak.</p>
<p>Untuk membantu masyarakat menghindari penyakit mata yang erat kaitannya dengan gizi itu, pemerintah telah melakukan banyak hal. Mulai memberikan asupan gizi pada balita dua kali setahun yang dilakukan pada Februari dan Agustus. Asupan gizi itu dikenal dengan kapsul minyak ikan atau vitamin A.</p>
<p>Tanpa kapsul minyak ikan, masyarakat sebenarnya dapat mencegah rabun senja dengan mengonsumsi cukup vitamin A dan provitamin A yang dijumpai pada makanan hewani dan nabati.</p>
<p>Sementara itu, ahli gizi dari Universitas Indonesia Dr Karina Kamandari mengatakan, kandungan vitamin A bisa diperoleh saat mengonsumsi buah-buahan dan aneka sayuran dalam jumlah yang banyak.</p>
<p>&#8220;Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah. Itu sangat baik untuk mencegah terjadinya rabun senja,&#8221; kata Karina.</p>
<p>sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/rabun-senja-berbahayakah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Kacamata Yang Tepat</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/pilih-kacamata-yang-tepat/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/pilih-kacamata-yang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 02:23:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Pilih Kacamata Yang Tepat]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kacamata saat ini bukan lagi sebagai alat yang membantu anda dalam mengenali huruf-huruf kecil. Namun sudah berubah funsi menjadi aksesoris. Karenanya, tidak ada salahnya turut memperhatikan bentknya agar sesuai dengan wajah anda.</p>
<p><strong>- Wajah oval</strong><br />
Bentuk wajah ini dapat memakai frame dengan berbagai bentuk. Misalnya persegi, bulat, lonjong bahkan bentuk hati sekalipun. Namun bagi anda yang cenderung berpipi chubby jangan menggunakan frame bulat jika tidak ingin pipi anda terlihat seperti bakpao.</p>
<p><strong>- Wajah Hati</strong><br />
Bila wajah anda mengecil pada bagian bawah, usahakan hindari bentuk melebar dan mengecil di segala bagian. Frame berbentuk oval atau persegi bisa dijadikan pilihan.</p>
<p><strong>- Wajah Persegi</strong><br />
Jelas sekali bahwa anda dilarang mencari frame dengan bentuk yang sama dengan wajah anda. Pilihannya sama dengan frame pada wajah hati.</p>
<p>Jangan lupa juga untuk memperhatikan warna frame dengan warna kulit anda, ya.</p>
<p><br/><br />
Sumber: perempuan.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/pilih-kacamata-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
