Kategori untuk Arsip Kacamata

Kacamata, Soft Lens atau Operasi Lasik?

Berbagai cacat mata yang umum ditemui adalah rabun dekat, rabun jauh, silinder. Cara yang paling umum digunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan kacamata. Seiring dengan kemajuan zaman, banyak yang menggunakan soft lens yang langsung diletakkan pada lensa mata. Atau bagi yang tidak suka menggunakan kacamata atau soft lens, pilihan lain adalah dengan melakukan operasi lasik sehingga mata kamu dapat kembali berfungsi secara normal.

Masing-masing alternatif tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Bagi kamu yang ingin mencoba alternatif tersebut, kamu bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga dapat memilih sesuai kebutuhan. Namun kedua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
selengkapnya

, , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar

Tanpa Kacamata, Produktivitas Mundur 40 Tahun

Salah satu penemuan paling berpengaruh sepanjang peradaban manusia adalah kacamata. Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apa sajakah benda-benda yang jika tidak ditemukan, maka perkembangan peradaban tidak akan sedahsyat sekarang.

Bila kacamata tidak pernah ditemukan, maka produktivitas manusia akan berhenti pada usia 40 tahun, akibat menurunnya kinerja mata. Dengan ditemukannya kacamata, maka masa produktivitas manusia jadi lebih panjang 20 tahun.

sumber: kompas.com

, , ,

Belum ada komentar

Lasik, Tanggalkan Kacamata untuk Kenyamanan

GANGGUAN penglihatan bisa diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa mata. Namun, alat bantu tersebut dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja. Saatnya Anda mulai berpikir untuk melakukan bedah refraktif melalui operasi Lasik.

Tindakan koreksi ini diyakini mampu memperbaiki kelainan miopi (rabun jauh), hipermiopi (rabun dekat), presbiopi (pengaruh usia) atau astigmatisma (silinder). Miopi biasa disebut rabun jauh (mata minus), yakni mata tidak mampu melihat dalam jarak jauh.

Untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa minus. Hipermetropia adalah rabun dekat (mata plus). Penderita tidak mampu melihat benda dalam jarak dekat. Dengan begitu untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa plus. Adapun astigmatisme, benda yang dilihat pecah menjadi dua. Untuk mengatasi kelainan ini diperlukan lensa silinder.
selengkapnya…

, , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar

Rabun Senja, Berbahayakah?

RABUN senja sering dianggap wajar. Padahal, jika didiamkan dan tidak diobati, bisa berefek kebutaan.

Kelainan mata ini diakibatkan oleh kekurangan vitamin A. “Rabun senja tidak bisa diatasi dengan kacamata. Karena itulah mengonsumsi vitamin A yang terdapat di wortel dan tomat sangat dianjurkan. Itu bisa mencegah terjadinya rabun senja,” kata dokter spesialis mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr Iwan Sitompul, beberapa waktu lalu.

Di Indonesia, rabun senja atau rabun ayam merupakan penyakit mata yang sangat wajar. Kasus rabun senja diakibatkan kekurangan vitamin A dan tidak boleh dianggap enteng.
selengkapnya

, , , , , , ,

Belum ada komentar

Pilih Kacamata Yang Tepat

Kacamata saat ini bukan lagi sebagai alat yang membantu anda dalam mengenali huruf-huruf kecil. Namun sudah berubah funsi menjadi aksesoris. Karenanya, tidak ada salahnya turut memperhatikan bentknya agar sesuai dengan wajah anda.

- Wajah oval
Bentuk wajah ini dapat memakai frame dengan berbagai bentuk. Misalnya persegi, bulat, lonjong bahkan bentuk hati sekalipun. Namun bagi anda yang cenderung berpipi chubby jangan menggunakan frame bulat jika tidak ingin pipi anda terlihat seperti bakpao.

- Wajah Hati
Bila wajah anda mengecil pada bagian bawah, usahakan hindari bentuk melebar dan mengecil di segala bagian. Frame berbentuk oval atau persegi bisa dijadikan pilihan.

- Wajah Persegi
Jelas sekali bahwa anda dilarang mencari frame dengan bentuk yang sama dengan wajah anda. Pilihannya sama dengan frame pada wajah hati.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan warna frame dengan warna kulit anda, ya.



Sumber: perempuan.com

, , , ,

Belum ada komentar