<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jasa Optik &#187; kaca mata</title>
	<atom:link href="http://jasaoptik.com/tag/kaca-mata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jasaoptik.com</link>
	<description>Jasa adalah yang utama</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 06:45:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tanda-tanda harus memakai kaca mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2011/12/tanda-tanda-harus-memakai-kaca-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2011/12/tanda-tanda-harus-memakai-kaca-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 05:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisma]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[silindris]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Mata memegang peranan penting dalam hidup manusia karena 83 persen informasi yang didapatkan seseorang setiap harinya berasal dari mata. Tapi seiring usia atau perilaku yang buruk terhadap mata kadang membuat kemampuan melihat jadi menurun. Untuk membantu penglihatan, kacamata jadi pilihannya.
Kacamata diperlukan untuk membantu seseorang agar bisa melihat lebih jelas dan terang. Tapi kapan seseorang tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata memegang peranan penting dalam hidup manusia karena 83 persen informasi yang didapatkan seseorang setiap harinya berasal dari mata. Tapi seiring usia atau perilaku yang buruk terhadap mata kadang membuat kemampuan melihat jadi menurun. Untuk membantu penglihatan, kacamata jadi pilihannya.</p>
<p>Kacamata diperlukan untuk membantu seseorang agar bisa melihat lebih jelas dan terang. Tapi kapan seseorang tahu bahwa ia membutuhkan kacamata untuk melihat sekitarnya?</p>
<p><span id="more-391"></span>Gangguan penglihatan yang paling umum yang menandakan orang harus pakai kaca mata seperti dikutip dari <em>Ortopadusa.com</em>, adalah:</p>
<ol>
<li> Susah melihat benda baik dengan satu mata atau kedua mata</li>
<li>Harus menyipitkan mata untuk melihat benda-benda pada jarak wajar yang seharusnya dapat dilihat dengan mata normal</li>
<li>Sering mengeluh pandangan kabur atau berbayang ketika melihat dalam objek dalam jarak dekat atau jauh</li>
<li>Sering mengeluh sakit kepala, kemerahan pada mata atau kelelahan pada mata terutama setelah membaca</li>
<li>Membutuhkan jarak pandang dekat dengan objek agar terlihat lebih jelas</li>
<li>Jalan sering kesandung, jatuh dan suka menabrak-nabrak karena tidak bisa fokus lihat objek.</li>
</ol>
<p>Jika melihat gejala atau tanda-tanda tersebut sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar bisa diberikan resep kacamata yang sesuai dengan kondisi mata. Karena jika ukuran minus, plus atau silindrisnya tidak tepat, maka seseorang tidak bisa melihat dengan jelas objek yang dilihatnya.</p>
<p>Setelah diperiksa ke dokter biasanya akan terdeteksi apakah matanya rambut jauh, rambut dekat atau silinder. Kategori untuk ini adalah:</p>
<p><strong>1. Rabun jauh<em> (Myopia)</em></strong><br />
Kondisi ini terjadi jika seseorang tidak bisa melihat benda dalam jarak tertentu atau jauh, sehingga ia harus mendekatkan ke objek agar terlihat jelas. Orang dengan rabun jauh akan dibantu dengan kacamata minus.</p>
<p><strong>2. Rabun dekat <em>(Presbiopia)</em></strong><br />
Gangguan mata yang membuat seseorang tidak bisa melihat objek atau membaca dalam jarak dekat, karenanya ia akan menjauhkan objek agar terlihat jelas. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang tua dan dimulai ketika usia 40an tahun. Orang dengan rabun dekat akan dibantu dengan kacamata plus.</p>
<p><strong>3. Silinder<em> (Astigmatisma)</em></strong><br />
Kondisi ini terjadi ketika lensa mata atau korena tidak simetris (berbentuk lonjong) sehingga sinar yang masuk ke mata tidak bertemu di satu titik retina. Hal ini biasanya dibantu dengan menggunakan kacamata lensa silinder.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2011/12/tanda-tanda-harus-memakai-kaca-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umumnya Pengemudi Justru Berdaya Lihat Rendah</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/09/umumnya-pengemudi-justru-berdaya-lihat-rendah/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/09/umumnya-pengemudi-justru-berdaya-lihat-rendah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 03:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Mengemudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Guna melakukan pencegahan, jagalah kesehatan mata karena mata sangatlah penting dalam berkendara baik menggunakan motor atau mobil. Namun, tahukah Anda bahwa rata-rata pengendara di jalan raya tidak memiliki daya lihat yang optimal?

Di &#8216;Negeri Ratu Elizabeth&#8217; saja, ternyata jutaan pengemudi mengendarai mobil atau motornya dengan kemampuan penglihatan yang terbilang rendah. Sebanyak 23 persennya yang tak menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Guna melakukan pencegahan, jagalah kesehatan mata karena mata sangatlah penting dalam berkendara baik menggunakan motor atau mobil. Namun, tahukah Anda bahwa rata-rata pengendara di jalan raya tidak memiliki daya lihat yang optimal?<br />
<span id="more-346"></span><br />
Di &#8216;Negeri Ratu Elizabeth&#8217; saja, ternyata jutaan pengemudi mengendarai mobil atau motornya dengan kemampuan penglihatan yang terbilang rendah. Sebanyak 23 persennya yang tak menggunakan kacamata bahkan mengakui bahwa mereka mengalami kekurangan dalam melihat. Menurut survei yang digelar perusahaan asurasi mobil LV, sebanyak 7 persen pengemudi yang seharusnya memakai kacamata merasa enggan mengenakannnya ketika tengah mengemudi. </p>
<p>Beberapa dari pengemudi juga mengakui mereka kerap mengalami kesulitan saat melihat ketika malam hari dan pada saat cuaca buruk. Sepertiganya menerangkan bahwa mereka tak pernah memeriksakan mata selama sekitar lima tahun dan 13 persennya tak pernah memeriksakan mata selama lebih dari 10 tahun, bahkan ada pula yang tak pernah menjalaninya sama sekali. </p>
<p>Dalam sebuah uji coba terhadap 256 pengemudi yang dipilih secara acak, LV menemukan sebanyak 9 persennya tak mampu melihat pelat nomor kendaraan di depan mereka yang berjarak sekitar 20 meter. Jumlah itu meningkat hingga 18 persen pada pengemudi berusia di atas 55 tahun. Para pengemudi yang seharusnya mengenakan kacamata tak mengenakannya saat mengemudi, 57 persennya mengatakan mereka lupa mengenakannya dan 32 persen mengatakan alat bantu itu tidak diperlukan. </p>
<p>Direktur LV John O&#8217;Roarke mengatakan, &#8220;Kemampuan melihat nomor pelat kendaraan semestinya merupakan syarat wajib seseorang untuk dapat lolos dari tes mengemudi. &#8220;Mengemudi dengan kemampuan melihat yang rendah merupakan sebuah tindak kejahatan dan dapat dikenai denda.&#8221; </p>
<p>Maka itu, bagi Anda yang akan mudik beserta keluarga tercinta menggunakan kendaraan sendiri baik mobil ataupun motor, ada baiknya Anda juga memperhatikan kesehatan mata untuk mencegah hal-hal tak diinginkan terjadi selama perjalanan.</p>
<p>Sumber : mediaindonesia.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/09/umumnya-pengemudi-justru-berdaya-lihat-rendah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit &amp; Gejala pada Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 02:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[katarak]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi mata yang tidak normal terjadi pada seseorang ternyata bisa jadi merupakan pertanda penyakit berat. Karena itu, terus mengontrol keadaan mata Anda secara rutin merupakan upaya pencegahan yang tepat.
Berikut penyakit dan gejala pada mata yang patut Anda ketahui:
Hipertensi/tekanan darah tinggi
Kondisi ini menempatkan beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah yang meningkatkan resiko serangan jantung atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi mata yang tidak normal terjadi pada seseorang ternyata bisa jadi merupakan pertanda penyakit berat. Karena itu, terus mengontrol keadaan mata Anda secara rutin merupakan upaya pencegahan yang tepat.<br />
Berikut penyakit dan gejala pada mata yang patut Anda ketahui:</p>
<p><strong>Hipertensi/tekanan darah tinggi</strong><br />
Kondisi ini menempatkan beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah yang meningkatkan resiko serangan jantung atau stroke. Tekanan darah tinggi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di retina. Para ahli mata akan melihat semacam gigitan di pembuluh darah di mana mereka saling serang atau perdarahan di belakang retina mata.<br />
<span id="more-341"></span><br />
<strong>Kolesterol tinggi</strong><br />
Kolesterol merupakan zat lemak dalam darah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Gejala yang dilihat pada mata adalah potongan-potongan kolesterol dapat melepaskan diri dari deposit dalam tubuh dan menuju kedalam pembuluh darah retina. Para ahli mata akan melihat penyumbatan kecil berwarna kekuningan di pembuluh darah arteri. Terlihat juga garis putih tipis berwarna yang melingkari bagian dari mata yaitu di iris karena kolesterol terdeposit dalam mata.</p>
<p><strong>Tumor otak</strong><br />
Tumor dalah pertumbuhan jaringan yang dapat menyebabkan kanker (ganas) atau non-kanker (jinak). Gejala yang dilihat pada mata yaitu pembengkakan saraf optik dapat menjadi tanda kemungkinan tumor otak.</p>
<p><strong>Penyakit tiroid</strong><br />
Kelenjar tiroid di leher menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme. Penyakit dapat diebabkan oleh sesuatu yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, tergantung permasalahannya. Gejala pada mata biasanya bisa dilihat dari bola mata yang melotot atau menonjol.</p>
<p><strong>Multiple sclerosis</strong><br />
Multiple sclerosis adalah kecacatan neurologis yang dapat menyebabkan berbagai gejala kelelahan untuk masalah memori. Gejala dilihat pada mata diantaranya terdapat pembengkakan pada saraf optik, penglihatan kabur dan kepekaan terhadap cahaya.</p>
<p><strong>Diabetes</strong><br />
Diabetes disebabkan karena terlalu banyak gula dalam darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Tinggi kadar gula darah merusak pembuluh darah kecil di retina, menyebabkan kebocoran darah dan lemak.</p>
<p><strong>Stroke</strong><br />
Stroke disebabkan oleh penyumbatan atau pendarahan di otak. Pasien mungkin memiliki serangkaian stroke kecil tanpa menyadarinya sebelum penderitaan besar yang dapat mengakibatkan kelumpuhan atau kematian. Pengujian pada mata akan mengungkapkan gumpalan atau partikel kecil dari kolesterol bergerak melalui pembuluh darah di retina saat pemeriksaan mata, yang dapat menunjukkan bahwa seseorang mungkin telah mengalami stroke.</p>
<p>sumber : okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lensa Buatan Selamatkan Pasien Katarak</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/10/lensa-buatan-selamatkan-pasien-katarak/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/10/lensa-buatan-selamatkan-pasien-katarak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 09:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[katarak]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[CARA kerja mata sejatinya hampir serupa dengan kamera. Bila pada kamera terdapat lensa untuk mengambil fokus bayangan dari objek, maka mata kita juga punya lensa mata untuk melakukan hal sama.
Pada kamera, objek pada foto jadi kabur bila lensa kotor, jamuran, atau rusak. Itu artinya, lensa harus segera dibersihkan, diperbaiki, atau diganti. Hal serupa terjadi pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CARA kerja mata sejatinya hampir serupa dengan kamera. Bila pada kamera terdapat lensa untuk mengambil fokus bayangan dari objek, maka mata kita juga punya lensa mata untuk melakukan hal sama.</p>
<p>Pada kamera, objek pada foto jadi kabur bila lensa kotor, jamuran, atau rusak. Itu artinya, lensa harus segera dibersihkan, diperbaiki, atau diganti. Hal serupa terjadi pada mata. Tapi berbeda dari lensa kamera, lensa mata tak bisa sekadar dibersihkan atau diperbaiki. Lensa mata juga tak dapat dipakai lagi.</p>
<p>Untuk memperbaikinya harus dilakukan operasi untuk mengeluarkan lensa mata yang rusak, lalu menggantinya dengan lensa buatan. Dalam dunia kedokteran, lensa buatan ini sering disebut intraocular lens (IOL).<br />
<span id="more-284"></span><br />
Kemajuan teknologi operasi katarak juga dibarengi dengan teknologi pembuatan IOL. Saat ini, lensa buatan dibuat dari bahan akrilik atau silikon yang dapat dilipat untuk dimasukkan ke dalam kantong lensa mata melalui luka sayatan yang kecil. Lensa buatan jenis inilah yang dipakai pada operasi phacoemulsification. IOL ini adalah pengganti lensa mata yang telah dihancurkan oleh mesin phacoemulsification. </p>
<p>Ada beragam jenis lensa buatan yang bisa jadi pilihan para pasien katarak. Pada dasarnya, jenis IOL ini dibagi menjadi tiga bagian besar, yakni: Yakni, lensa yang mempunyai satu fokus. Jadi, lensa yang ditanam hanya untuk mengakomodir penglihatan jauh, sedangkan untuk melihat jarak dekat tetap butuh bantuan kaca mata.</p>
<p>Ada dua jenis lensa satu fokus ini.</p>
<p>Satu, IOL monofokus asferik adalah lensa buatan untuk mengoreksi penglihatan jauh tanpa silinder.</p>
<p>Dua, IOL monofokus tonic, yakni lensa buatan yang mampu mengoreksi silinder yang dimiliki mata sebelum operasi. Lensa ini bisa dipakai penderita yang punya carat mata silinder sebelum operasi.</p>
<p>* IOL akomodatif<br />
IOL akomodatif merupakan lensa buatan yang mampu mengoreksi penglihatan jarak jauh maupun dekat.Tapi, syaratnya penderita tak mempunyai carat mata silinder. Dengan menggunakan IOL akomodatif ini, penglihatan penderita akan kembali seperti saat dia berusia di bawah 40 tahun. Hanya kelemahannya, koreksi jarak dekat sekali, kurang lebih pada jarak 30 cm , masih kurang bagus.</p>
<p>* IOL multifocal<br />
Bila ingin mendapatkan ketiga fungsi sekaligus, yakni mengoreksi jarak jauh, jarak dekat, dan dekat sekali, IOL Multifokal defraktif bisa menjadi pilihan. Tapi, untuk jarak dekat yang lebih dari 40 cm justru kurang baik. Lebih lagi, &#8220;Pengguna lensa multifocal akan membutuhkan adaptasi penglihatan karena penderita harus memilih penglihatan dekat dan jauh secara bersamaan,&#8221; jelas Istiantoro, Dokter Spesialis Mata yang juga Direktur Jakarta Eye Center.</p>
<p>Kata Istiantoro, pemilihan jenis IOL yang tepat bergantung rutinitas pekerjaan dan usia penderita katarak Penderita yang butuh penglihatan yang sangat tajam baik untuk melihat jarak dekat maupun jauh, tentu akan merasa puas dengan memakai lensa inultifokus. Nah, bagaimana dengan Anda? (Tunggul Joko Pamungkas)</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/10/lensa-buatan-selamatkan-pasien-katarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Hindari Mata Lelah di Depan Monitor</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 03:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama  di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.
Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama  di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.</p>
<p>Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.<br />
<span id="more-297"></span><br />
Seperti dikutip detikINET dari softpedia, Senin (14/9/2009) berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:</p>
<p><strong>1. Jaga jarak pandang dari monitor.</strong><br />
Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.</p>
<p>Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.</p>
<p><strong>2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD</strong><br />
Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.</p>
<p>Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.</p>
<p><strong>3. Atur monitor setting</strong><br />
Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.</p>
<p>Misal settingan seperti, &#8216;text&#8217; atau &#8216;internet&#8217; akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan &#8216;game&#8217; atau &#8216;movie&#8217; akan terlihat lebih terang saat digunakan.</p>
<p><strong>4. Gunakan kacamata anti radiasi</strong><br />
Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.</p>
<p>Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.</p>
<p><strong>5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala</strong><br />
Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.</p>
<p>sumber: detikinet</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fakta dan Mitos Seputar Kesehatan Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/fakta-dan-mitos-seputar-kesehatan-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/fakta-dan-mitos-seputar-kesehatan-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 03:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Banyak mitos yang berkembang seputar kesehatan mata. Bagaimana kebenarannya? Inilah penjelasan Dr Ricky Roroh, SpM dari Klinik Mata Nusantara.
Mitos: Konsumsi wortel setiap hari akan membuat mata sehat, pandangan jernih, dan mencegah rabun jauh.
Fakta: Wortel mengandung karoten yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Tapi sumber karoten tidak hanya wortel. Buah lain seperti pepaya dan mangga juga mengandung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak mitos yang berkembang seputar kesehatan mata. Bagaimana kebenarannya? Inilah penjelasan Dr Ricky Roroh, SpM dari Klinik Mata Nusantara.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Konsumsi wortel setiap hari akan membuat mata sehat, pandangan jernih, dan mencegah rabun jauh.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Wortel mengandung karoten yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Tapi sumber karoten tidak hanya wortel. Buah lain seperti pepaya dan mangga juga mengandung karoten yang tinggi, bahkan buah merah dari Papua yang sedang tren saat ini telah diteliti mengandung karoten yang jauh lebih tinggi dari buah-buah lainnya. Jadi, meski wortel bermanfaat untuk kesehatan mata, tidak perlu mengonsumsinya setiap hari. Sumber karoten bisa diselang-seling dengan buah-buah lainnya dalam jumlah secukupnya.<br />
<span id="more-280"></span><br />
Orang pun menganggap sayuran yang mengandung vitamin A ini berperan besar dalam fungsi penglihatan manusia. Tapi sebenarnya vitamin A yang ada dalam wortel lebih banyak berperan pada metabolisme sel-sel saraf yang ada di retina. Jadi, banyak makan wortel pun tak dapat mencegah bertambahnya/mengurangi jumlah minus/plus/ silinder lensa kacamata anak. Maksudnya, kalau pangkal kesalahan terjadi pada sistem optik tentu vitamin A tidak bisa memperbaiki keadaan tersebut. Sama dengan kamera yang lensanya sudah tidak fokus. Film dengan merek apa pun yang dipakai tetap akan menghasilkan gambar buram.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Membaca sambil tiduran menyebabkan rabun jauh.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Mitos ini tidak benar. Seseorang yang sudah punya kecenderungan rabun jauh, misalnya dalam keluarga hampir semua menderita rabun jauh, meski tidak pernah membaca sambil tiduran, tetap saja berpotensi terkena rabun jauh. Yang menjadi masalah dalam aktivitas ini adalah apabila jarak baca terlalu dekat. Seperti diketahui membaca sambil tidur biasanya membuat jarak buku dengan mata makin lama makin dekat sehingga mata dipaksa untuk terus fokus dalam jarak yang tidak ideal. Tidak hanya sambil tiduran, membaca sambil duduk atau berdiri sekalipun kalau jaraknya kurang dari 12 inci (sekitar 30 cm) membuat mata cepat lelah sehingga dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan rabun jauh.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Membaca dengan cahaya remang-remang menyebabkan rabun jauh.<br />
<strong><br />
Fakta</strong>: Membaca dalam ruang yang penerangannya kurang membuat mata cepat lelah. Seperti laiknya melihat dalam gelap, mata harus berakomodasi maksimal supaya obyek dapat terlihat. Saat membaca sebaiknya penerangan dalam ruangan tersebut cukup, lebih baik lagi kalau cahaya datang dari arah belakang anak. Tak hanya remang-remang, cahaya yang berlebihan pun sama tak layaknya untuk kesehatan mata.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Melihat laut/pemandangan hijau dapat menyembuhkan rabun jauh.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Seperti otot-otot lainnya, otot mata pun butuh relaksasi. Sebagai gambaran, seseorang yang duduk terlalu lama pinggangnya akan terasa pegal-pegal. Demikian halnya dengan mata. Kalau mata digunakan untuk melihat satu fokus yang sama dalam waktu lama, misalnya membaca buku yang tebal, akan terasa sangat lelah. Untuk itu disarankan melihat titik terjauh sebagai relaksasi otot mata. Tidak harus melihat laut/pemandangan hijau, yang penting melihat titik terjauh. Dan yang harus diingat, kegiatan ini bukan untuk menyembuhkan rabun jauh melainkan sekadar sebagai relaksasi otot mata.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Kacamata harus dipakai terus-menerus supaya minus mata tidak bertambah.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Mitos ini sama sekali tidak benar. Seorang dengan gangguan rabun jauh akan kesulitan melihat tanpa kacamata. Itulah sebabnya kacamata harus dipakai. Tapi tentu saja tidak di setiap kesempatan kacamata harus dipakai terus. Bertambahnya minus disebabkan jarak retina ke lensa makin panjang seiring bertambahnya usia dan bukan karena dipakai/tidaknya kacamata.</p>
<p>Ada juga anggapan kacamata jangan terus-terusan dipakai karena malah akan menambah minus. Ini juga tak masuk logika. Sama dengan anggapan kalau kacamata harus selalu dipakai agar kelainan refraksi tak tambah parah. Perkembangan ukuran bola mata sama seperti perkembangan tubuh manusia. Ukuran bola mata bayi akan lebih kecil ketimbang ukuran bola mata orang dewasa. Hal ini berarti dari masa bayi hingga masa dewasa sebetulnya terjadi perkembangan pada ukuran/dimensi bola mata. Pada 2 tahun pertama yang sangat berkembang adalah sistem optik di bagian depan mata (segmen depan), yaitu sebesar 60 %. Setelah usia 2 tahun segmen depan masih berkembang tapi sudah tidak begitu pesat.</p>
<p>Segmen belakang akan tumbuh pesat saat usia anak berkisar 4 sampai 15 tahun yang kemudian menjadi lambat perkembangannya dan berhenti di sekitar usia 18 tahun. Artinya, bagian belakang bola mata di mana retina berada makin lama makin panjang sesuai dengan pertambahan usia. Jadi kalau pada usia 6 tahun mata anak sudah mencapai minus dua, itu karena jarak retina ke lensa makin panjang sehingga minusnya pun akan bertambah besar. Dengan kata lain, penambahan minus pada usia pertumbuhan bisa dikatakan alamiah.</p>
<p>Penulis : Marfuah Panji Astuti<br />
Sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/fakta-dan-mitos-seputar-kesehatan-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nonton TV Turunkan Fungsi Retina Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/nonton-tv-turunkan-fungsi-retina-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/nonton-tv-turunkan-fungsi-retina-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 05:10:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi retina]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[retina]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan terlalu lama menonton televisi/TV, juga melihat TV dalam jarak dekat, ternyata dapat menurunkan fungsi retina mata anak-anak.  
&#8220;Televisi memancarkan sinar biru yang amat dekat dan berbahaya bagi anak,&#8221; kata Pratiwi Rapih Astuti yang memaparkan hasil penelitiannya bersama kawan-kawannya dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Jakarta.

Penelitian yang berjudul Korelasi antara Menonton Televisi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan terlalu lama menonton televisi/TV, juga melihat TV dalam jarak dekat, ternyata dapat menurunkan fungsi retina mata anak-anak.  </p>
<p>&#8220;Televisi memancarkan sinar biru yang amat dekat dan berbahaya bagi anak,&#8221; kata Pratiwi Rapih Astuti yang memaparkan hasil penelitiannya bersama kawan-kawannya dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Jakarta.<br />
<span id="more-282"></span><br />
Penelitian yang berjudul Korelasi antara Menonton Televisi dan Fungsi Retina pada Anak ini dilakukan oleh Pratiwi bersama kawan-kawannya, yaitu Wahyu Budi Santosa, Allan Taufiq Rivai, Dwi Notosusanto. Penelitian ini diikutsertakan pada Liga Medika Sains yang merupakan acara rutin tahunan yang diadakan oleh Lembaga Pengkajian dan Penelitian Senat Mahasiswa Ikatan Keluarga Mahasiswa FKUI.</p>
<p>Menurut hasil studi terdahulu, sinar biru menyebabkan degenerasi retina dengan merusak sitokrom oksidase dan menghambat respirasi seluler (pernafasan sel). Dalam kaitannya dengan televisi, total sinar biru yang diterima oleh anak tergantung pada dua faktor, yaitu total waktu menonton televisi per hari dan jarak saat menonton televisi.</p>
<p>Anak-anak sangat berisiko mengalami kerusakan retina akibat sinar biru. Lensa mata mereka relatif jernih sehingga tidak dapat meredam sinar biru dengan maksimal.</p>
<p>Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2008 terhadap 106 subyek. Subyek penelitian adalah murid-murid Sekolah Dasar berusia 6-13 tahun. Hasilnya, korelasi antara total waktu menonton televisi per hari dengan contrast sensitivity mata kiri, mata kanan dan kedua mata menunjukkan hasil bermakna secara statistik serta berbanding terbalik (semakin lama menonton televisi, skor fungsi retina semakin rendah).</p>
<p>Korelasi antara jarak saat menonton televisi dengan skor contrast sensitivity test mata kiri, mata kanan dan kedua mata menunjukkan hasil yang tidak bermakna secara statistik, namun terdapat kecenderungan bahwa semakin dekat jarak menonton televisi maka skor fungsi retina semakin menurun.  </p>
<p>Jadi semakin dekat jarak menonton televisi dan semakin lama waktu menonton televisi, maka semakin turun fungsi retina, kata Pratiwi.</p>
<p>Dari 106 anak yang diteliti ternyata yang mengalami penurunan fungsi retina sebanyak 25 anak (23,4 persen). Anak-anak tersebut rata-rata menonton televisi 2,29 jam per hari dengan jarak menonton televisi 184,32 cm. Padahal sebaiknya anak-anak menonton televisi dengan jarak 4 meter dan untuk mereka yang berusia 6-9 tahun sebaiknya menonto n televisi selama 60 menit per hari, untuk yang 9-13 tahun menonton televisi selama 90 menit per hari.</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/nonton-tv-turunkan-fungsi-retina-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Acanthamoeba Keratitis pada Pengguna Softlens</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/acanthamoeba-keratitis-pada-pengguna-softlens/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/acanthamoeba-keratitis-pada-pengguna-softlens/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 04:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[contact lens]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[soft lens]]></category>
		<category><![CDATA[softlens]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Penggunaan softlens kini semakin menjadi tren di masyarakat. Alat bantu penglihatan yang satu ini memang memudahkan seseorang untuk dapat melihat tanpa harus memakai kacamata. Pada waktu pertama kali menggunakan softlens, pengguna biasanya sudah diingatkan untuk dapat menjaga higienitas softlens. Kurangnya menjaga higienitas dapat mengakibatkan pengguna mengalami acanthamoeba keratitis. Ini merupakan komplikasi pemakaian softlens yang jarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penggunaan softlens kini semakin menjadi tren di masyarakat. Alat bantu penglihatan yang satu ini memang memudahkan seseorang untuk dapat melihat tanpa harus memakai kacamata. Pada waktu pertama kali menggunakan softlens, pengguna biasanya sudah diingatkan untuk dapat menjaga higienitas softlens. Kurangnya menjaga higienitas dapat mengakibatkan pengguna mengalami acanthamoeba keratitis. Ini merupakan komplikasi pemakaian softlens yang jarang sekali terjadi. Namun, kasus ini dapat menjadi sangat serius karena bisa menimbulkan gangguan pada penglihatan, bahkan dapat bertambah parah hingga seseorang kehilangan pandangannya dan akhirnya buta.<br />
<span id="more-231"></span><br />
Acanthamoeba castellani adalah suatu mikroorganisme yang banyak ditemukan pada air terkontaminasi, tanah, sistem pipa limbah rumah tangga, menara pendingin, dan sistem pemanas/ventilasi/pendingin udara. Acanthamoeba castellani akan menyebabkan penyakit mata yang disebut acanthamoeba keratitis.</p>
<p>Acanthamoeba keratitis biasanya berhubungan dengan penggunaan softlens, termasuk lensa silikon hidrogel dan pemakaian lensa kontak yang kaku sepanjang malam untuk memperbaiki orthokeratologi. Acanthamoeba keratitis juga dapat terjadi pada orang yang tidak memakai kontak lensa yaitu mereka yang matanya terkontaminasi oleh air atau tanah. Acanthamoeba keratitis dapat terjadi pada berbagai ras, jenis kelamin, dan usia. Biasanya terjadi pada usia muda dan orang sehat.</p>
<p>Acanthamoeba keratitis sering terjadi karena pasien tidak menyimpan atau mensterilkan lensa kontak dengan benar sehingga mengakibatkan terjadinya infeksi pada mata. Selain dari faktor subjek pengguna, ada pula aktifitas yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit ini yaitu memakai lensa kontak saat berenang atau mandi di pancuran/shower tanpa melepas lensa kontak.</p>
<p>Penegakkan diagnosis acanthamoeba keratitis sangat jarang dilakukan secara tepat pada tahap awal. Penyakit ini biasanya baru dapat terdiagnosa setelah semua usaha pengobatan yang dilakukan mengalami kegagalan. Penderita acanthamoeba keratitis sering mengalami pengobatan yang salah karena penyakit ini sering dikira sebagai herpes simpleks keratitis. Penyakit-penyakit lain yang juga memiliki kemiripan dengan acanthamoeba keratitis adalah keratitis akibat jamur dan keratitis akibat mycobakteri.</p>
<p>Seseorang dengan faktor risiko acanthamoeba keratitis perlu memeriksakan matanya ke dokter apabila dicurigai adanya tanda atau gejala penyakit ini yaitu mata merah, nyeri mata setelah melepas softlens dan bertahan dalam jangka waktu tertentu, keluar air mata terus menerus, sensitif terhadap cahaya/fotofobia, pandangan kabur, dan perasaan adanya sesuatu pada mata. Pada acanthamoeba keratitis yang lebih lanjut dapat terlihat seperti adanya cincin yang menutupi iris mata. Diagnosis dibuktikan dengan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kultur biopsi kornea dengan menemukan bentuk amoebanya (trofozoid/kista), confocal microscope, dan pemeriksaan sitologi. Kotak penyimpanan kontak lensa dan cairan pembersih yang digunakan juga perlu diperiksa untuk ditentukan apakah ikut terkontaminasi atau tidak.</p>
<p>Pada tahap awal perjalanan penyakit, pengobatan biasa dimulai dengan pemberian topikal propamidine isethionate (larutan 1%) secara intensif, polyhexamethylene biguanide (larutan 0,01-0,02%), dan obat tetes mata neomycin. Topikal kortikosteroid juga dapat diberikan untuk mengurangi reaksi radang pada kornea dan untuk mengurangi gejala yang ada. Pada tahap lanjut dari acanthamoeba keratitis, diberikan penatalaksanaan berupa keratoplasty untuk mengurangi progresivitas dari infeksi. Bila organisme telah mencapai sklera mata maka terapi obat dan operasi sudah tidak berhasil lagi.</p>
<p>Tindakan pencegahan utama terhadap acanthamoeba keratitis dilakukan dengan menjaga higienitas softlens dan melakukan perawatan secara benar.</p>
<p>Sumber:<br />
1. Riordan Eva Paul, whitcher John. P. 2007. Vaughan &#038; asbury’s General Ophthalmology edition 17th. McGraw-Hill.<br />
2. McPhee Stephen J., Papadakis Maxine A. 2007. CURRENT Medical Diagnosis &#038; Treatment 2008. McGrawHill.<br />
3. http://www.revoptom.com/handbook/oct02_sec3_2.htm<br />
4. http://www.allaboutvision.com/contacts/acanthamoeba-keratitis.htm<br />
5. http://www2.kompas.com/ver1/Kesehatan/0705/30/172903.htm<br />
6. Stedman’s Electronic Medical Dictionary v5.0</p>
<p>disadur dari : tanyadokteranda.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/acanthamoeba-keratitis-pada-pengguna-softlens/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata Wortel Tak Bisa &#8220;Menyembuhkan&#8221; Mata Minus</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/ternyata-wortel-tak-bisa-menyembuhkan-mata-minus/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/ternyata-wortel-tak-bisa-menyembuhkan-mata-minus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 03:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisma]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisme]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[mata silinder]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[periksa]]></category>
		<category><![CDATA[silindris]]></category>
		<category><![CDATA[wortel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata itu cuma mitos. Termasuk juga pendapat yang mengatakan memakai kacamata terus-terusan akan membuat minus bertambah banyak.
Menurut penelitian ilmiah, wortel memang mengandung banyak vitamin A, tapi kesalahan sistem optik pada mata tidak bisa diperbaiki dengan vitamin A. Ibarat kamera yang lensanya sudah tidak fokus.
Film dari merek berkualitas pun akan merekam gambar yang buram jika lensanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata itu cuma mitos. Termasuk juga pendapat yang mengatakan memakai kacamata terus-terusan akan membuat minus bertambah banyak.<br />
Menurut penelitian ilmiah, wortel memang mengandung banyak vitamin A, tapi kesalahan sistem optik pada mata tidak bisa diperbaiki dengan vitamin A. Ibarat kamera yang lensanya sudah tidak fokus.</p>
<p>Film dari merek berkualitas pun akan merekam gambar yang buram jika lensanya tidak sempurna. Dijelaskan dr. Hadi Prakoso W., Sp.M., &#8220;Orang menganggap vitamin A berperan dalam fungsi penglihatan manusia, tapi sebenarnya vitamin A lebih banyak berperan pada metabolisme sel-sel saraf yang ada di retina. Jadi, banyak makan wortel pun tak dapat mencegah jumlah minus, plus, atau silinder lensa kacamata anak,&#8221; ujar optalmologis dari Jakarta Eye Centre ini.<br />
<span id="more-238"></span><br />
Ada juga anggapan yang mengatakan kacamata jangan terus-terusan dipakai karena malah akan menambah minus. Menurut Hadi, pendapat itu juga tidak logis. Sama dengan anggapan kalau kacamata harus selalu dipakai agar minusnya tak bertambah parah.</p>
<p>Ia menjelaskan, perkembangan ukuran bola mata sama seperti perkembangan tubuh manusia. Lihat saja ukuran bola mata bayi yang lebih kecil ketimbang ukuran bola mata orang dewasa. Hal ini berarti dari masa bayi hingga masa dewasa sebetulnya terjadi perkembangan pada ukuran atau dimensi bola mata. Pada 2 tahun pertama yang sangat berkembang adalah sistem optik di bagian depan mata (segmen depan), yaitu sebesar 60%. Setelah usia 2 tahun seg- men depan masih berkembang tapi sudah tidak begitu pesat.</p>
<p>Segmen belakang, lanjut Hadi, akan tumbuh pesat saat usia anak berkisar antara 4 sampai 15 tahun yang kemudian melambat dan berhenti di sekitar usia 18 tahun. Saat itu, bagian belakang bola mata dimana retina berada makin lama makin panjang sesuai dengan pertambahan usia. Jadi, kalau minus pada mata anak bertambah besar, itu karena jarak retina ke lensa makin panjang sehingga minusnya pun akan bertambah besar. Dengan begitu penambahan minus pada usia pertumbuhan terjadi secara alami.</p>
<p>Nah, kondisi miopia rabun jauh yang parah dapat terlihat melalui USG yang memperlihatkan segmen belakang bola mata yang sangat memanjang. &#8220;Jelas, kan, pertambahan minus sebenarnya tidak bisa dicegah. Banyak orang tua yang datang meminta kiat mencegah bertambahnya minus pada anak. Ya&#8230; itu tidak mungkin kecuali kalau anaknya dibonsai,&#8221; kelakar Hadi.</p>
<p><strong>MENGENAL ORGAN MATA</strong></p>
<p>ORGAN MATA bisa diibaratkan kamera. Bola mata yang terdiri atas kornea mata dan lensa mata merupakan bagian sistem optik yang cara kerjanya sama dengan sistem optik di kamera. Sementara retina yang berfungsi sebagai sensor pada mata bisa dianalogikan sebagai film yang dipasang dalam kamera. Imej semua benda yang dilihat mata, akan difokuskan di retina.</p>
<p>Nah, bila konstruksi bola matanya mengalami ketidaksempurnaan, seperti lensanya tidak sempurna atau tidak sesuai dengan keseluruhan konstruksi bola mata maka fokus bisa jatuh di depan retina atau di belakang retina. Akibatnya mata anak tidak bisa memfokuskan imej benda-benda yang dilihatnya atau disebut refraksi. Kelainan refraksi tak memandang usia, bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa.</p>
<p>Deteksi kelainan refraksi pada anak-anak biasanya berlangsung dengan melihat perilakunya. &#8220;Biasanya orang tua mengeluh, &#8216;Dok anak saya, kok, kalau nonton teve maunya ke depan terus. Kalau disuruh menjauh malah protes. Bisa juga terlihat anak selalu menyipitkan mata atau memiringkan kepalanya setiap nonton teve. Sedangkan pada anak usia sekolah, gejala kelainan refraksi dapat terlihat dari seringnya anak berjalan mendekati papan tulis atau sering kedapatan salah menyalin.&#8221; Untuk mengatasinya anak harus mengenakan lensa buatan berupa kacamata. Dengan alat bantu ini barulah matanya bisa melihat dengan tajam dan bersih.</p>
<p><strong>PENYEBAB REFRAKSI</strong></p>
<p>ASAL TAHU saja, kuat-lemahnya sistem optik pada mata terjadi dengan sendirinya. &#8220;Memang dari sononya sudah begitu. Jadi bisa dikatakan sudah merupakan bawaan lahir.&#8221;</p>
<p>Penyebabnya antara lain, faktor genetik. Sering, kan, pasangan atau salah satu orang tua yang berkacamata memiliki anak yang juga berkacamata. Memang fakta tersebut belum didukung kuat dengan suatu data penelitian, tapi Hadi banyak menemukan kasus seperti itu dalam praktek sehari-hari. &#8220;Gen pembawa bakat kelainan refraksi ini bisa dikatakan kuat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun, tentunya kita tidak dapat menghilangkan fakta, orang tua yang tak berkacamata bisa saja memiliki anak berkacamata. Apa pemicunya jika bukan karena faktor keturunan, menurut Hadi, hingga kini belum diketahui. Apakah frekuensi nonton TV atau duduk di depan komputer yang terlalu sering? &#8220;Pernyataan tersebut belum dibuktikan secara empiris. Lagi pula tidak semua orang yang banyak nonton teve akan mengenakan kacamata bukan?&#8221; tukasnya.</p>
<p>Toh, asumsi tersebut tetap tak ditolaknya 100%. Bisa jadi pemicu makin banyaknya orang berkacamata dipengaruhi pola hidup masyarakat yang sudah berubah. &#8220;Dulu anak-anak memang sudah nonton teve tapi kalau sore masih bisa main layang-layang di luar rumah. Namun, sekarang lingkungan di luar rumah menjadi semakin tak bersahabat sehingga anak jadi lebih sering menghabiskan waktu di rumah, di depan monitor teve atau komputer. &#8220;Tapi sekali lagi hal ini belum pernah dikemukakan secara ilmiah. Jadi kita masih tidak tahu pasti,&#8221; tekannya.</p>
<p><strong>MACAM KELAINAN REFRAKSI</strong></p>
<p>Inilah Beberapa kelainan refraksi yang kerap dijumpai:</p>
<p>* Miopia</p>
<p>Kelainan sering diistilahkan rabun jauh. Terjadi karena sistem optik yang sangat kuat pembiasannya, sehingga fokus bayangan benda yang dilihat akan jatuh di depan retina. Kelainan ini bisa dikoreksi dengan lensa minus. Oleh sebab itu, mata miopia dikenal sebagai mata minus.</p>
<p>* Hipermetropia</p>
<p>Kalau yang ini dikenal dengan istilah rabun dekat. Apa yang terjadi pada rabun dekat merupakan kebalikan dari miopia, yaitu sistem optik yang terlalu lemah sehingga fokus dari bayangan benda yang dilihat akan jatuh di belakang retina. Kelainan ini harus dikoreksi dengan lensa plus sehingga fokusnya maju ke posisi normal. &#8220;Pada bangsa-bangsa di Asia Timur, mata minus atau rabun jauh lebih dominan ketimbang rabun dekat. Namun, di kalangan bangsa Barat atau Arab penderita hipermetropia lebih banyak dibandingkan dengan mata minus,&#8221; ujar Hadi.</p>
<p>* Astigmatisme</p>
<p>Kelainan ini tidak hanya meliputi masalah bagaimana fokus bayangan dibentuk, karena fokus benda yang dilihat terpecah menjadi dua bayangan. Biasanya astimagtisme terjadi karena lengkung datar kornea dan lengkung tegak kornea tidak simetris. Keadaaan ini bisa dianalogikan dengan lengkungan pada sendok. Pada satu sisi ada yang landai sedangkan sisi lainnya terjal. Kalau sistem optik atau suatu lensa terlalu melengkung/terjal maka cahaya yang terbias melalu retina menjadi terlalu dekat. Sedangkan lengkung yang landai membuat fokusnya menjadi terlalu jauh. Akhirnya, imej atau citraan yang jatuh jadi terpecah dua.</p>
<p>Nah, kelainan ini yang oleh orang awam disebut sebagai mata silinder. Namun, terminologi mata silinder ternyata tak tepat karena sebenarnya bukan matanya yang silinder tetapi lensa yang fungsinya mengoreksi keadaan astigmatisme itulah yang bersifat silinder. Jadi, yang ada lensa silinder bukan mata silinder. Kasus astigmatisme banyak dijumpai pada orang Asia.</p>
<p>* Kombinasi Kelainan</p>
<p>Kelainan lensa silinder bisa dibarengi dengan kelainan mata minus atau plus. Kalau kelainan astigmatisme berbarengan dengan kelainan rabun dekat, maka fokus benda yang terlihat terpecah menjadi dua dan jatuhnya di depan retina. Gangguan ini bisa diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa minus. Sedangkan bila dibarengi rabun jauh, fokus benda yang terpecah akan jatuh di belakang retina. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa plus. Intinya menurut Hadi, hampir semua kelainan refraksi dapat diatasi dengan kacamata.</p>
<p><strong>KALAU KELAINAN TERUS BERTAMBAH</strong></p>
<p>JIKA SETELAH lewat usia 18 tahun, minus tetap bertambah, maka penyebabnya tak lain adalah faktor penurunan fungsi sistem optik dan retina pada mata yang bersangkutan. Bisa juga penyebabnya adalah miopia patologis atau keadaan dimana bola mata terus memanjang. Seharusnya, menurut teori, di usia 18 tahun perkembangan bola mata sudah berhenti.</p>
<p>Ada dugaan, miopia patologis ini bisa diperparah dengan kebiasaan banyak membaca. Di saat membaca, otot-otot di sekitar bola mata dikondisikan untuk mengalami kontraksi atau penegangan. Kalau kontraksi otot mata berlangsung terus, maka bola mata bisa semakin memanjang. &#8220;Hanya saja penelitian ini dilakukan pada para penderita miopia, bukan pada orang dengan mata normal. Jadi tak bisa dikatakan banyak membaca akan membuat orang jadi berkacamata,&#8221; ujar Hadi menegaskan.</p>
<p>Kesimpulannya, kacamata hanya berfungsi membantu agar mata dapat melihat lebih jernih dan jelas, bukan untuk mencegah atau justru menambah kelainan yang ada. Juga, apakah kacamata itu dipakai atau tidak, maka tidak akan memberi pengaruh. Hanya saja tentu, kalau kacamata dipakai, anak akan melihat dengan jelas, sedangkan kalau tidak, penglihatannya tetap buram.</p>
<p>Sumber: NAKITA/Faras</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/ternyata-wortel-tak-bisa-menyembuhkan-mata-minus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kacamata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/sejarah-kacamata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/sejarah-kacamata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 09:16:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Penemuan teknologi kacamata berhubungan sangat erat dengan perkembangan kaca pembesar.
Sejarah tertua dimiliki oleh masyarakat di kota kuno Niniwe. Mereka telah mengenal “kaca mata”, yang sebenarnya lebih berfungsi sebagai kaca pembesar dengan materi lensa bukan dari kaca melainkan kristal. Bangsa Yunani kuno pun mempunyai kaca pembesar berujud bola kaca berisi air. Baru pada abad XII, hampir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penemuan teknologi kacamata berhubungan sangat erat dengan perkembangan kaca pembesar.</p>
<p>Sejarah tertua dimiliki oleh masyarakat di kota kuno Niniwe. Mereka telah mengenal “kaca mata”, yang sebenarnya lebih berfungsi sebagai kaca pembesar dengan materi lensa bukan dari kaca melainkan kristal. Bangsa Yunani kuno pun mempunyai kaca pembesar berujud bola kaca berisi air. Baru pada abad XII, hampir secara bersamaan kaca pembesar dari kuarsa yang dipasang pada bingkai muncul di masyarakat Cina dan Eropa.<br />
<span id="more-240"></span><br />
Melihat manfaat kaca pembesar, maka tahun 1268 Roger Bacon, filsuf, ilmuan dan pembaharu pendidikan berkebangsan Inggris, berpendapat perlunya lensa sebagai peralatan optik. Namun tidak semua orang mau menempatkan Bacon sebagai orang pertama pencetus lahirnya kaca mata. Dengan bukti-bukti di tangan, ada yang berpendapat kacamata kemungkinan besar lahir di Italia pada ± tahun 1286. Sedangkan mengenai siapa penemunya pun muncul dua versi, apakah Alessandro di Spina dari Florence ataukah Florentine Salvina Armato.</p>
<p>Dalam waktu singakt, pada tahun 1300-an kacamata mulai di produksi dengna pusat pembuatan di Venesia. Tapi kacamata saat itu belum seperti sekarang. Kualitas lensanya sederhana, pemakaiannya juga merepotkan. Alat baca yang biasa dipakai para rahib dengan gangguan rabun dekat itu hanya terdiri atas dua lensa yang disambung, tanpa tangkai. Setelah menempelkan sambungan di batang hidung, sang pemakai harus terus menerus memeganginya. Meski lambat laun sambungannya makin kuat, kacamata tersebut tetap dianggap berbahaya.</p>
<p>Berbagai macam percobaan dilakukan untuk menemukan cara terbaik dan teraman mengenakan kacamata. Ada yang memasang lempengan logam panjang yang dipasang mulai dari batang hidung hingga kebagian tengah kepala lalu turun ke bagian leher. Karena pemasangan yang rumit dan tidak praktis, kacamata itu pun tidak diminati</p>
<p>Model lain adalah dengan rantai kecil yang dipasang pada kedua sisi kacamata. Kemudian rantai ini diikatkan di bagian belakang kepala, layaknya kacamata khusus bagi perenang atau pengendara sepeda motor. Ada lagi yang mengaitkan kacamata pada topi. Ini pun merepotkan, bahkan mengganggu, terutama saat harus membaca di dalam ruangan atau membuka topi untuk memberi salam.</p>
<p>Akhirnya, ada orang yang cukup kreatif dengan memasang tangkai, sehingga kacamata dapat “berpegangan” pada telinga.</p>
<p>Akhir abad XIV ketika kacamata mulai umum digunakan dan dianggap sebagai benda berharga, alat baca itu sering muncul sebagai aksesori subjek dalam lukisan. Salah satunya adalah lukisan Paus Leo X yang dibuat oleh Raphael tahun 1517.</p>
<p>Perkembangan selanjutnya adalah saat berhasil ditemukannya kacamata bifokus, yang memiliki sekaligus lensa cembung dan lensa cekung dalam satu bingkai. Tahun 1784 kacamata bifokus pertama di dunia dibuat oleh Benjamin Franklin – politikus, penulis, sekaligus ilmuwan Amerika. Namun alat optik yang bisa membuatnya nyaman saat melakukan perjalanan, karena selain dapat menikmati pemandangan alam juga sekaligus membaca buku-buku kegemarannya, masih sederhana bentuknya. Setelah berhasil memisahkan kaca cembung dan cekung, ia memotong secara horizontal masing-masing lensa stersebut dibagian tangan. Kemudian dengan dijepit oleh bingkai, potongan lensa cembung ditumpankan di atas potongan lensa cembung.</p>
<p>Hingga tahun 1884 masih juga dihasilkan lensa bifokus yang dibuat dari potongan-potongan, meski sudah berperekat. Barulah pada tahun 1908 dan 1910 dikenal lensa cembung cekung yang benar-benar menyatu dalam satu lensa.<br />
Materi lensa pun turut berkembang, yang mula-mula dari kuarsa, selanjutnya dibuatlah lensa kaca. Beberapa dekade terakhir, pilihan lensa pun makin beragam saat diperkenalkan lensa plastik. Tahun 1888 di Prancis diproduksi lensa kontak pertama sebagai alat kesehatan, karena gangguan pandangan si penderita tidak mungkin lagi dibantu dengan kaca mata biasa. Namun lensa itu hanya dipakai beberapa orang, itu pun terpaksa. Saat dipasang lensa kontak yang terbuat dari kaca tersebut akan menutupi seluruh bagian depan mata. Untunglah, pada 1938 ditemukan lensa kontak plastik. Satu dekade kemudian, mulai diperkenalkan lensa kontak yang hanya menutupi kornea. </p>
<p>Pengarang : Clenoro</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/sejarah-kacamata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

