<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jasa Optik &#187; Kesehatan Mata</title>
	<atom:link href="http://jasaoptik.com/tag/kesehatan-mata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jasaoptik.com</link>
	<description>Jasa adalah yang utama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jul 2010 02:34:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penyakit &amp; Gejala pada Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 02:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[katarak]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi mata yang tidak normal terjadi pada seseorang ternyata bisa jadi merupakan pertanda penyakit berat. Karena itu, terus mengontrol keadaan mata Anda secara rutin merupakan upaya pencegahan yang tepat.
Berikut penyakit dan gejala pada mata yang patut Anda ketahui:
Hipertensi/tekanan darah tinggi
Kondisi ini menempatkan beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah yang meningkatkan resiko serangan jantung atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi mata yang tidak normal terjadi pada seseorang ternyata bisa jadi merupakan pertanda penyakit berat. Karena itu, terus mengontrol keadaan mata Anda secara rutin merupakan upaya pencegahan yang tepat.<br />
Berikut penyakit dan gejala pada mata yang patut Anda ketahui:</p>
<p><strong>Hipertensi/tekanan darah tinggi</strong><br />
Kondisi ini menempatkan beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah yang meningkatkan resiko serangan jantung atau stroke. Tekanan darah tinggi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di retina. Para ahli mata akan melihat semacam gigitan di pembuluh darah di mana mereka saling serang atau perdarahan di belakang retina mata.<br />
<span id="more-341"></span><br />
<strong>Kolesterol tinggi</strong><br />
Kolesterol merupakan zat lemak dalam darah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Gejala yang dilihat pada mata adalah potongan-potongan kolesterol dapat melepaskan diri dari deposit dalam tubuh dan menuju kedalam pembuluh darah retina. Para ahli mata akan melihat penyumbatan kecil berwarna kekuningan di pembuluh darah arteri. Terlihat juga garis putih tipis berwarna yang melingkari bagian dari mata yaitu di iris karena kolesterol terdeposit dalam mata.</p>
<p><strong>Tumor otak</strong><br />
Tumor dalah pertumbuhan jaringan yang dapat menyebabkan kanker (ganas) atau non-kanker (jinak). Gejala yang dilihat pada mata yaitu pembengkakan saraf optik dapat menjadi tanda kemungkinan tumor otak.</p>
<p><strong>Penyakit tiroid</strong><br />
Kelenjar tiroid di leher menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme. Penyakit dapat diebabkan oleh sesuatu yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, tergantung permasalahannya. Gejala pada mata biasanya bisa dilihat dari bola mata yang melotot atau menonjol.</p>
<p><strong>Multiple sclerosis</strong><br />
Multiple sclerosis adalah kecacatan neurologis yang dapat menyebabkan berbagai gejala kelelahan untuk masalah memori. Gejala dilihat pada mata diantaranya terdapat pembengkakan pada saraf optik, penglihatan kabur dan kepekaan terhadap cahaya.</p>
<p><strong>Diabetes</strong><br />
Diabetes disebabkan karena terlalu banyak gula dalam darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Tinggi kadar gula darah merusak pembuluh darah kecil di retina, menyebabkan kebocoran darah dan lemak.</p>
<p><strong>Stroke</strong><br />
Stroke disebabkan oleh penyumbatan atau pendarahan di otak. Pasien mungkin memiliki serangkaian stroke kecil tanpa menyadarinya sebelum penderitaan besar yang dapat mengakibatkan kelumpuhan atau kematian. Pengujian pada mata akan mengungkapkan gumpalan atau partikel kecil dari kolesterol bergerak melalui pembuluh darah di retina saat pemeriksaan mata, yang dapat menunjukkan bahwa seseorang mungkin telah mengalami stroke.</p>
<p>sumber : okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa sakit mata menular ?</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/04/mengapa-sakit-mata-menular/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/04/mengapa-sakit-mata-menular/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 07:16:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[mata merah]]></category>
		<category><![CDATA[sakit mata]]></category>
		<category><![CDATA[softlens]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Dalam cuaca yang tidak menentu atau masa peralihan, penyakit memang mudah sekali menular. Salah satunya adalah penyakit &#8216;pink eye&#8217; atau konjungtivitis. Gangguan mata ini, meskipun tidak terlalu serius, tetapi mudah sekali menular.
Penyebabnya adalah iritasi pada lapisan konjungtiva yaitu yang membatasi kelopak mata dan melindungi permukaan bola mata. Seperti yang dikutip dari situs Jakarta Eye Centre, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam cuaca yang tidak menentu atau masa peralihan, penyakit memang mudah sekali menular. Salah satunya adalah penyakit &#8216;pink eye&#8217; atau konjungtivitis. Gangguan mata ini, meskipun tidak terlalu serius, tetapi mudah sekali menular.</p>
<p>Penyebabnya adalah iritasi pada lapisan konjungtiva yaitu yang membatasi kelopak mata dan melindungi permukaan bola mata. Seperti yang dikutip dari situs Jakarta Eye Centre, iritasi ini biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri dan biasanya bersifat menular.<br />
<span id="more-335"></span><br />
Gejala konjungtivitis ini cukup menjengkelkan. Selain mata menjadi merah, biasanya rasa gatal dan perih juga muncul. Bahkan pada sebagian orang, rasa gatal dan perih tersebut juga bisa memicu sakit kepala, rasa mual hingga muntah dan pandangan menjadi kabur.</p>
<p>Konjungtivitis sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya atau bisa diatasi dengan obat tetes mata biasa. Tetapi, pada beberapa orang, gangguan konjungtivitis justru bisa bertambah parah. Hal itu karena saat mata dalam keadaan gatal, jari-jari justru menguceknya. Padahal jari belum tentu dalam keadaan bersih, bahkan terdapat bakteri atau virus yang memperparah kondisi mata.</p>
<p>Penularan konjungtivitis ini sangat mudah. Yaitu hanya dengan kontak langsung atau menggunakan barang orang yang terkena konjungtivitis. Misalnya penderita atau seseorang yang memiliki mata merah telah mengusap mata dan menggunakan kran. Kemudian, Anda membuka kran tersebut lalu mengucek atau membasuh mata. Dengan cara tersebut virus dan bakteri tertular dari seseorang ke orang lain.<br />
Penularannya melalui kontak langsung. Virus dan bakterinya sangat mudah menular sehingga para penderita konjungtivitis disarankan untuk beristirahat di rumah atau tidak melakukan kegiatan di tempat umum, agar tidak menulari orang lain.</p>
<p>Untuk menghindari gangguan mata ini sebenarnya cukup mudah. Yaitu selalu cuci tangan dengan sabun sebelum mengusap wajah atau mata. Jangan berbagi handuk wajah, riasan mata, kacamata surya atau lap kacamata dengan orang lain. Bagi pengguna lensa kontak, selalu bersihkan secara teratur. Jika pernah terinfeksi mata merah saat menggunakan lensa kontak, langsung ganti dengan yang baru.<br />
Apabila mata merah lebih dari dua hari, disertai rasa perih dan penglihatan menjadi sensitif terhadap cahaya, segera periksa ke dokter mata. Jangan menundanya, agar iritasi tidak semakin parah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/04/mengapa-sakit-mata-menular/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar Mata Tetap Sehat, Lakukan Hal Berikut!</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/01/agar-mata-tetap-sehat-lakukan-hal-berikut/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/01/agar-mata-tetap-sehat-lakukan-hal-berikut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 07:07:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata sehat]]></category>
		<category><![CDATA[periksa mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Mata merupakan organ yang sangat vital dalam semua aktivitas keseharian. Karena itu, ada baiknya menjaga kesehatan mata. Bagaimana caranya? Tentunya Anda sudah sering mendengar anjuran menambah konsumsi wortel yang kaya vitamin A.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata merupakan organ yang sangat vital dalam semua aktivitas keseharian. Karena itu, ada baiknya menjaga kesehatan mata. Bagaimana caranya? Tentunya Anda sudah sering mendengar anjuran menambah konsumsi wortel yang kaya vitamin A.</p>
<p>Untuk membantu menjaga jendela jiwa Anda, berikut beberapa tip sederhana lain yang bisa menjadi panduan Anda.</p>
<p><strong>Lakukan</strong></p>
<ul>
<li>Pastikan memeriksakan mata paling tidak 2 tahun sekali. Sedang anak-anak dan lansia sebaiknya melakukan pemeriksaan setiap tahun. Deteksi dini gangguan penglihatan tentunya akan mempermudah pengobatan.</li>
<li>Membaca dan berkerjalah di bawah penerangan cahaya yang baik. Untuk menghindari cahaya silau dan bayangan, pastikan kalau cahaya jatuh melalui bahu.</li>
<li>Istirahatkan mata paling tidak setiap 30 menit sekali saat Anda membaca, menjahit, menggunakan komputer dan sejenisnya, atau saat melihat ke atas dan fokus  pada objek yang jauh.</li>
<li>Pastikan kalau layar komputer dan televisi Anda sangat fokus.</li>
<li>Gunakan kacamata pelindung setiap kali Anda menggunakan zat-zat kimia, mengerjakan hal yang berkaitan dengan kayu, atau saat menjalankan alat-alat yang  digerakkan oleh tenaga listrik.</li>
<li>Pakailah kacamata pelindung olahraga yang tahan banting saat melakukan jenis olahraga yang memerlukan perlindungan, seperti tenis di dalam ruangan.</li>
<li> Pastikan mengenakan kacamata saat terpapar terik matahari.</li>
<li>Pakailah kacamata pelindung saat berenang  di kolam yang berklorin atau di air yang tidak terjamin kebersihannya.</li>
</ul>
<p><strong>Jangan Lakukan</strong></p>
<ul>
<li>Hindari melihat langsung ke matahari, hal yang mungkin sangat ingin Anda lakukan di saat gerhana. Cahaya matahari yang sudah sangat redup  sekali pun bisa menyebabkan kerusakan parah dan permanen. Tidak hanya cahaya matahari, hindari menatap langsung cahaya yang terang atau berkilau.</li>
<li>Jangan menggosok mata untuk mengeluarkan benda asing yang mungkin masuk. Cobalah mengedipkan mata dan cucilah mata Anda dengan air dingin. Jika tidak berhasil, ada baiknya berobat ke dokter.</li>
</ul>
<p>sumber : rileks.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/01/agar-mata-tetap-sehat-lakukan-hal-berikut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos Seputar Kesehatan Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/01/mitos-seputar-kesehatan-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/01/mitos-seputar-kesehatan-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 02:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Mata merupakan salah satu panca indera yang paling banyak  memberikan informasi ke otak. Hampir semua kegiatan yang kita lakukan sehari-hari, seperti berjalan, mengendarai kendaraan, menonton TV, membaca, semuanya memerlukan indra penglihatan. Menyangkut kesehatan mata ini ada beberapa mitos yang sering salah.

Membaca di ruangan yang remang dapat merusak mata
Ini mitos. Kurang pencahayaan memang dapat menyebabkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata merupakan salah satu panca indera yang paling banyak  memberikan informasi ke otak. Hampir semua kegiatan yang kita lakukan sehari-hari, seperti berjalan, mengendarai kendaraan, menonton TV, membaca, semuanya memerlukan indra penglihatan. Menyangkut kesehatan mata ini ada beberapa mitos yang sering salah.</p>
<ul>
<li>Membaca di ruangan yang remang dapat merusak mata<br />
Ini mitos. Kurang pencahayaan memang dapat menyebabkan mata letih tetapi tidak akan merusak mata Anda.</li>
<li>Menonton televisi terlau dekat membuat mata Anda sakit<br />
Ini juga mitos. Tidak ada bukti bahwa duduk terlalu dekat televisi atau menontonnya dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan penyakit mata.</li>
<li>Terlalu banyak membaca akan membuat mata cepat aus<br />
Mitos lagi. Membaca dapat membuat mata Anda letih, tetapi tidak ada bukti bahwa itu akan membahayakan Anda dalam jangka panjang.</li>
<li>Banyak makan wortel akan meningkatkan kemampuan penglihatan<br />
Ini setengah mitos. Anda memang memerlukan vitamin A untuk kesehatan penglihatan, tetapi sedikit sekali, kurang dari sebatang wortel sehari sudah cukup. Selain itu, tanpa wortel pun, asal diet Anda seimbang, kebutuhan vitamin A Anda pasti terjamin.</li>
</ul>
<p>Sumber: Rahasia Awet Muda Bagi Pria, Doug Dollemore, Mark Giuliucci.<br />
Disadur dari : kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/01/mitos-seputar-kesehatan-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Sembarang Gunakan Tetes Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/01/jangan-sembarang-gunakan-tetes-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/01/jangan-sembarang-gunakan-tetes-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 04:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[tetes mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Mata kita bentuknya kecil, tetapi fungsinya sangat luar biasa. Bayangkan, sebagian besar pengetahuan kita dapatkan melalui mata. Namun, banyak dari kita yang kerap lalai memeliharanya. Akibatnya berbagai keluhan pun datang.
Iritasi pada mata merupakan keluhan yang sering terjadi. Iritasi mata, dijelaskan Dr. Bondan Harmani, Sp.M, dari RS Mata Aini, Jakarta, merupakan reaksi mata akibat rangsangan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata kita bentuknya kecil, tetapi fungsinya sangat luar biasa. Bayangkan, sebagian besar pengetahuan kita dapatkan melalui mata. Namun, banyak dari kita yang kerap lalai memeliharanya. Akibatnya berbagai keluhan pun datang.</p>
<p>Iritasi pada mata merupakan keluhan yang sering terjadi. Iritasi mata, dijelaskan Dr. Bondan Harmani, Sp.M, dari RS Mata Aini, Jakarta, merupakan reaksi mata akibat rangsangan dari dalam ataupun luar tubuh. &#8220;Ketika mata terangsang, pembuluh darah akan melebar. Hal inilah yang membuat mata berwarna merah,&#8221; ujarnya.<br />
<span id="more-318"></span><br />
Sebenarnya perubahan warna mata menjadi merah itu pertanda tubuh sedang berusaha mengeluarkan zat yang mengganggu mata. Contohnya, jika debu masuk ke mata, mata akan memerah dan berair. Ini merupakan bentuk pertahanan mata terhadap zat asing.</p>
<p>Penyebab iritasi bermacam-macam. Bentuknya pun bisa berupa zat cair, padat, maupun gas. Sebut saja debu, asap kendaraan, batuan kecil atau kerikil, sampai lensa kontak.</p>
<p>Menilik penyebabnya, golongan masyarakat perkotaan lebih rentan terkena iritasi mata. Risiko terkena iritasi mata juga lebih besar bagi mereka yang sering berada di lapangan terbuka.</p>
<p>&#8220;Masyarakat perkotaan seperti Jakarta rentan terkena iritasi mata. Di jalanan saja banyak sekali musuh mata, seperti debu dan asap kendaraan,&#8221; tutur Dr Bondan.</p>
<p><strong>Benteng air mata</strong></p>
<p>Ada pula mata merah yang disebabkan oleh alergi. Mata merah jenis ini mudah datang dan pergi, tergantung kapan alergi tersebut kambuh. Iritasi mata akibat alergi biasanya berlangsung dalam waktu lama. &#8220;Yang harus dilakukan adalah menghindari faktor pencetusnya,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Mata manusia sebenarnya sudah dilengkapi dengan sistem pertahanan yang sangat baik. Benteng itu terdiri dari beberapa lapis, termasuk air mata yang bertugas membersihkan mata. Dengan demikian, sebenarnya iritasi bisa sembuh sendiri tanpa diobati.</p>
<p>&#8220;Hanya saja, seringkali faktor penyebab iritasi sudah terlalu berat, sehingga membutuhkan pertolongan obat luar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Obat luar yang paling sering digunakan dan mujarab adalah obat tetes mata. Obat ini sangat mudah ditemukan, bahkan di toko obat kecil sekalipun. Bisa jadi karena mudah didapat dengan harga terjangkau, banyak orang yang terlalu sering menggunakannya.</p>
<p>&#8220;Gatal sedikit, kasih obat mata. Merah sedikit, diberi lagi. Sebenarnya hal ini tidak baik untuk mata. Kandungan zat yang terdapat dalam obat tetes mata bisa berdampak buruk jika digunakan terlalu sering,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sakit mata karena infeksi kadang tak mempan ditangani dengan obat tetes biasa. Bahkan, obat tetes mata bisa memperburuk penyakitnya. Obat tetes umumnya digunakan untuk mata yang mengalami iritasi, capek, atau kemasukan debu dan kotoran.</p>
<p><strong>Karena penyakit</strong></p>
<p>Ketika kita tidur, kelopak mata akan tertutup, sehingga pasokan oksigen ke area mata berkurang. Untuk menambal kekurangan oksigen tersebut, pembuluh mata akan melebar. Ini yang membuat mengapa mata seseorang terlihat merah sehabis bangun tidur.</p>
<p>Mata merah juga bisa disebabkan oleh kurang tidur. Dan ini tidak perlu tetes mata.</p>
<p>Beberapa penyakit juga bisa mengakibatkan mata merah. Penyakit tuberkulosis (biasa disingkat TB atau TBC) dan cacingan misalnya. Untuk kasus ini, mata merah tidak akan sembuh dengan sendirinya maupun dengan antibiotika.</p>
<p>&#8220;Yang jelas, penderita harus menyembuhkan dulu penyakitnya. Contohnya, mata merah karena cacingan, ya sembuhkan dulu cacingannya. Barulah mata merah akan hilang sendirinya,&#8221; ungkap Dr. Bondan.</p>
<p>Apa pun penyebabnya, jika mata Anda berubah warna menjadi merah, apalagi terasa gatal dan perih, dianjurkan untuk tidak mengucek mata. Tindakan pertolongan pertama dengan membubuhkan obat tetes mata boleh saja dilakukan. Akan lebih baik jika Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.</p>
<p>Sumber: Senior</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/01/jangan-sembarang-gunakan-tetes-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sayuran Berdaun Hijau Juga Melindungi Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/12/sayuran-berdaun-hijau-juga-melindungi-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/12/sayuran-berdaun-hijau-juga-melindungi-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 04:19:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[sayur hijau]]></category>
		<category><![CDATA[wortel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/2009/12/sayuran-berdaun-hijau-juga-melindungi-mata/</guid>
		<description><![CDATA[Wortel sudah lama dianggap berkhasiat memperbaiki penglihatan. Padahal, bukti terbaru menunjukkan, sayuran berdaun hijau dan buah-buahan berwarna memiliki khasiat yang sama untuk mata.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wortel sudah lama dianggap berkhasiat memperbaiki penglihatan. Padahal, bukti terbaru menunjukkan, sayuran berdaun hijau dan buah-buahan berwarna memiliki khasiat yang sama untuk mata.</p>
<p>Hasil penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Georgia yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science menyebutkan sayuran berdaun hijau dan buah-buahan berwarna mampu meningkatkan kemampuan visual dan mencegah penyakit degenerasi makula (age-related eye disease).<br />
<span id="more-317"></span><br />
Menurut ketua peneliti, Billy R.Hammond, PhD, sayuran dan buah tersebut mengandung karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin, yang berperan penting dalam penglihatan dan memiliki manfaat positif untuk kesehatan retina. Lutein dan zeaxanthin bisa ditemukan pada bayam dan sayuran hijau lainnya.</p>
<p>&#8220;Lutein dan zeaxanthin mengurangi rasa tidak nyaman akibat sinar yang terlalu menyilaukan, meningkatkan kontras, bahkan meningkatkan tajam penglihatan,&#8221; kata Hammond. Ia menambahkan, 20 macam karotenoid ditemukan di tubuh, namun hanya lutein dan zeaxanthin yang ada di sistem penglihatan. Karena itulah pigmen ini memegang peranan penting dalam fungsi penglihatan manusia.</p>
<p>Sebuah studi yang dilakukan tahun 2008 juga menyebutkan pigmen yang melindungi retina dan lensa mata serta melindungi dari penyakit mata akibat proses penuaan seperti degenerasi makula atau katarak.</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/12/sayuran-berdaun-hijau-juga-melindungi-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneka Resep untuk Memelihara Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/11/aneka-resep-untuk-memelihara-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/11/aneka-resep-untuk-memelihara-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 04:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[memelihara mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini berbagai bahan alami yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai keluhan pada mata. Beberapa di antaranya bersumber pada buku Perawatan Tubuh dan Pengobatan Tradisional karya R. Sartono.
Mata Lelah
Gunakan alpukat untuk mendinginkan dan menyegarkan mata yang lelah atau sembab. Alpukat bermanfaat karena banyak mengandung vitamin A, C, E, zat besi, potasium, niasin, asam pantatenik, dan protein. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini berbagai bahan alami yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai keluhan pada mata. Beberapa di antaranya bersumber pada buku Perawatan Tubuh dan Pengobatan Tradisional karya R. Sartono.</p>
<p><strong>Mata Lelah</strong><br />
Gunakan alpukat untuk mendinginkan dan menyegarkan mata yang lelah atau sembab. Alpukat bermanfaat karena banyak mengandung vitamin A, C, E, zat besi, potasium, niasin, asam pantatenik, dan protein.  </p>
<p><em>Caranya</em> : Kupas sebuah alpukat lalu dipotong tipis-tipis menyerupai lempengan. Tempelkan pada mata yang lelah atau sembab, lalu diamkan selama 20 menit. Bersihkan sisa alpukat dengan air dingin.<br />
<span id="more-308"></span><br />
Mata yang letih juga bisa diatasi dengan mengusapkan es batu di sekeliling mata selama beberapa menit. Tindakan ini akan mengembalikan kelancaran peredaran darah dan menyegarkan mata.<br />
<strong><br />
Lingkaran Hitam</strong><br />
Masalah lingkaran hitam yang sering muncul di bawah mata, bisa ditangani dengan mentimun yang murah dan mudah didapat. Dalam sayuran ini terkandung banyak mineral dan air.</p>
<p><em>Caranya</em> : Ambil mentimun dan diiris tipis. Gunakan irisan mentimun untuk mengompres mata selama 15 menit.</p>
<p><strong>Mata Merah</strong><br />
Mata yang memerah dan lelah bisa diatasi dengan merambang dengan air rebusan daun sirih.</p>
<p><em>Caranya</em> : Segenggam daun sirih beserta batangnya yang muda dan tangkai daunnya direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin, gunakan air rebusannya untuk merambang bola mata. Boleh juga dengan cara meneteskan air tersebut pada mata.</p>
<p>Untuk mengatasi mata merah akibat kurang tidur, lakukan kompres mata dengan air teh hitam yang sudah diendapkan satu malam.</p>
<p><strong>Mata Bengkak</strong><br />
Untuk menghilangkan bengkak di mata, sekaligus menyejukkan bisa dicoba masker yang mengandung hazelnut, bunga mawar atau bunga jagung.  </p>
<p><strong>Pencuci Mata</strong><br />
Untuk membersihkan mata yang keruh, ambil segenggam bunga melati, lalu dibersihkan. Rendam bunga melati dengan segelas penuh air matang yang sudah dingin dan biarkan semalam. Esoknya air tersebut disaring, lalu digunakan untuk merambang atau merendam biji mata.</p>
<p><strong>Membuat Bola Mata Bening</strong><br />
1 sendok teh diseduh dengan segelas air. Biarkan semalam dan esok paginya baru disaring. Gunakan air ini untuk mencuci mata dengan merambang mata selama 3-5 menit. Semula akan terasa perih, namun perlahan akan terasa dingin dan mata pun terasa nyaman.<br />
@  Endang Saptorini</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/11/aneka-resep-untuk-memelihara-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lensa Buatan Selamatkan Pasien Katarak</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/10/lensa-buatan-selamatkan-pasien-katarak/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/10/lensa-buatan-selamatkan-pasien-katarak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 09:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[katarak]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[CARA kerja mata sejatinya hampir serupa dengan kamera. Bila pada kamera terdapat lensa untuk mengambil fokus bayangan dari objek, maka mata kita juga punya lensa mata untuk melakukan hal sama.
Pada kamera, objek pada foto jadi kabur bila lensa kotor, jamuran, atau rusak. Itu artinya, lensa harus segera dibersihkan, diperbaiki, atau diganti. Hal serupa terjadi pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CARA kerja mata sejatinya hampir serupa dengan kamera. Bila pada kamera terdapat lensa untuk mengambil fokus bayangan dari objek, maka mata kita juga punya lensa mata untuk melakukan hal sama.</p>
<p>Pada kamera, objek pada foto jadi kabur bila lensa kotor, jamuran, atau rusak. Itu artinya, lensa harus segera dibersihkan, diperbaiki, atau diganti. Hal serupa terjadi pada mata. Tapi berbeda dari lensa kamera, lensa mata tak bisa sekadar dibersihkan atau diperbaiki. Lensa mata juga tak dapat dipakai lagi.</p>
<p>Untuk memperbaikinya harus dilakukan operasi untuk mengeluarkan lensa mata yang rusak, lalu menggantinya dengan lensa buatan. Dalam dunia kedokteran, lensa buatan ini sering disebut intraocular lens (IOL).<br />
<span id="more-284"></span><br />
Kemajuan teknologi operasi katarak juga dibarengi dengan teknologi pembuatan IOL. Saat ini, lensa buatan dibuat dari bahan akrilik atau silikon yang dapat dilipat untuk dimasukkan ke dalam kantong lensa mata melalui luka sayatan yang kecil. Lensa buatan jenis inilah yang dipakai pada operasi phacoemulsification. IOL ini adalah pengganti lensa mata yang telah dihancurkan oleh mesin phacoemulsification. </p>
<p>Ada beragam jenis lensa buatan yang bisa jadi pilihan para pasien katarak. Pada dasarnya, jenis IOL ini dibagi menjadi tiga bagian besar, yakni: Yakni, lensa yang mempunyai satu fokus. Jadi, lensa yang ditanam hanya untuk mengakomodir penglihatan jauh, sedangkan untuk melihat jarak dekat tetap butuh bantuan kaca mata.</p>
<p>Ada dua jenis lensa satu fokus ini.</p>
<p>Satu, IOL monofokus asferik adalah lensa buatan untuk mengoreksi penglihatan jauh tanpa silinder.</p>
<p>Dua, IOL monofokus tonic, yakni lensa buatan yang mampu mengoreksi silinder yang dimiliki mata sebelum operasi. Lensa ini bisa dipakai penderita yang punya carat mata silinder sebelum operasi.</p>
<p>* IOL akomodatif<br />
IOL akomodatif merupakan lensa buatan yang mampu mengoreksi penglihatan jarak jauh maupun dekat.Tapi, syaratnya penderita tak mempunyai carat mata silinder. Dengan menggunakan IOL akomodatif ini, penglihatan penderita akan kembali seperti saat dia berusia di bawah 40 tahun. Hanya kelemahannya, koreksi jarak dekat sekali, kurang lebih pada jarak 30 cm , masih kurang bagus.</p>
<p>* IOL multifocal<br />
Bila ingin mendapatkan ketiga fungsi sekaligus, yakni mengoreksi jarak jauh, jarak dekat, dan dekat sekali, IOL Multifokal defraktif bisa menjadi pilihan. Tapi, untuk jarak dekat yang lebih dari 40 cm justru kurang baik. Lebih lagi, &#8220;Pengguna lensa multifocal akan membutuhkan adaptasi penglihatan karena penderita harus memilih penglihatan dekat dan jauh secara bersamaan,&#8221; jelas Istiantoro, Dokter Spesialis Mata yang juga Direktur Jakarta Eye Center.</p>
<p>Kata Istiantoro, pemilihan jenis IOL yang tepat bergantung rutinitas pekerjaan dan usia penderita katarak Penderita yang butuh penglihatan yang sangat tajam baik untuk melihat jarak dekat maupun jauh, tentu akan merasa puas dengan memakai lensa inultifokus. Nah, bagaimana dengan Anda? (Tunggul Joko Pamungkas)</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/10/lensa-buatan-selamatkan-pasien-katarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Hindari Mata Lelah di Depan Monitor</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 03:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama  di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.
Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama  di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.</p>
<p>Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.<br />
<span id="more-297"></span><br />
Seperti dikutip detikINET dari softpedia, Senin (14/9/2009) berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:</p>
<p><strong>1. Jaga jarak pandang dari monitor.</strong><br />
Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.</p>
<p>Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.</p>
<p><strong>2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD</strong><br />
Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.</p>
<p>Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.</p>
<p><strong>3. Atur monitor setting</strong><br />
Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.</p>
<p>Misal settingan seperti, &#8216;text&#8217; atau &#8216;internet&#8217; akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan &#8216;game&#8217; atau &#8216;movie&#8217; akan terlihat lebih terang saat digunakan.</p>
<p><strong>4. Gunakan kacamata anti radiasi</strong><br />
Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.</p>
<p>Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.</p>
<p><strong>5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala</strong><br />
Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.</p>
<p>sumber: detikinet</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fakta dan Mitos Seputar Kesehatan Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/fakta-dan-mitos-seputar-kesehatan-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/fakta-dan-mitos-seputar-kesehatan-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 03:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Banyak mitos yang berkembang seputar kesehatan mata. Bagaimana kebenarannya? Inilah penjelasan Dr Ricky Roroh, SpM dari Klinik Mata Nusantara.
Mitos: Konsumsi wortel setiap hari akan membuat mata sehat, pandangan jernih, dan mencegah rabun jauh.
Fakta: Wortel mengandung karoten yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Tapi sumber karoten tidak hanya wortel. Buah lain seperti pepaya dan mangga juga mengandung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak mitos yang berkembang seputar kesehatan mata. Bagaimana kebenarannya? Inilah penjelasan Dr Ricky Roroh, SpM dari Klinik Mata Nusantara.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Konsumsi wortel setiap hari akan membuat mata sehat, pandangan jernih, dan mencegah rabun jauh.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Wortel mengandung karoten yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Tapi sumber karoten tidak hanya wortel. Buah lain seperti pepaya dan mangga juga mengandung karoten yang tinggi, bahkan buah merah dari Papua yang sedang tren saat ini telah diteliti mengandung karoten yang jauh lebih tinggi dari buah-buah lainnya. Jadi, meski wortel bermanfaat untuk kesehatan mata, tidak perlu mengonsumsinya setiap hari. Sumber karoten bisa diselang-seling dengan buah-buah lainnya dalam jumlah secukupnya.<br />
<span id="more-280"></span><br />
Orang pun menganggap sayuran yang mengandung vitamin A ini berperan besar dalam fungsi penglihatan manusia. Tapi sebenarnya vitamin A yang ada dalam wortel lebih banyak berperan pada metabolisme sel-sel saraf yang ada di retina. Jadi, banyak makan wortel pun tak dapat mencegah bertambahnya/mengurangi jumlah minus/plus/ silinder lensa kacamata anak. Maksudnya, kalau pangkal kesalahan terjadi pada sistem optik tentu vitamin A tidak bisa memperbaiki keadaan tersebut. Sama dengan kamera yang lensanya sudah tidak fokus. Film dengan merek apa pun yang dipakai tetap akan menghasilkan gambar buram.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Membaca sambil tiduran menyebabkan rabun jauh.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Mitos ini tidak benar. Seseorang yang sudah punya kecenderungan rabun jauh, misalnya dalam keluarga hampir semua menderita rabun jauh, meski tidak pernah membaca sambil tiduran, tetap saja berpotensi terkena rabun jauh. Yang menjadi masalah dalam aktivitas ini adalah apabila jarak baca terlalu dekat. Seperti diketahui membaca sambil tidur biasanya membuat jarak buku dengan mata makin lama makin dekat sehingga mata dipaksa untuk terus fokus dalam jarak yang tidak ideal. Tidak hanya sambil tiduran, membaca sambil duduk atau berdiri sekalipun kalau jaraknya kurang dari 12 inci (sekitar 30 cm) membuat mata cepat lelah sehingga dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan rabun jauh.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Membaca dengan cahaya remang-remang menyebabkan rabun jauh.<br />
<strong><br />
Fakta</strong>: Membaca dalam ruang yang penerangannya kurang membuat mata cepat lelah. Seperti laiknya melihat dalam gelap, mata harus berakomodasi maksimal supaya obyek dapat terlihat. Saat membaca sebaiknya penerangan dalam ruangan tersebut cukup, lebih baik lagi kalau cahaya datang dari arah belakang anak. Tak hanya remang-remang, cahaya yang berlebihan pun sama tak layaknya untuk kesehatan mata.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Melihat laut/pemandangan hijau dapat menyembuhkan rabun jauh.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Seperti otot-otot lainnya, otot mata pun butuh relaksasi. Sebagai gambaran, seseorang yang duduk terlalu lama pinggangnya akan terasa pegal-pegal. Demikian halnya dengan mata. Kalau mata digunakan untuk melihat satu fokus yang sama dalam waktu lama, misalnya membaca buku yang tebal, akan terasa sangat lelah. Untuk itu disarankan melihat titik terjauh sebagai relaksasi otot mata. Tidak harus melihat laut/pemandangan hijau, yang penting melihat titik terjauh. Dan yang harus diingat, kegiatan ini bukan untuk menyembuhkan rabun jauh melainkan sekadar sebagai relaksasi otot mata.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Kacamata harus dipakai terus-menerus supaya minus mata tidak bertambah.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Mitos ini sama sekali tidak benar. Seorang dengan gangguan rabun jauh akan kesulitan melihat tanpa kacamata. Itulah sebabnya kacamata harus dipakai. Tapi tentu saja tidak di setiap kesempatan kacamata harus dipakai terus. Bertambahnya minus disebabkan jarak retina ke lensa makin panjang seiring bertambahnya usia dan bukan karena dipakai/tidaknya kacamata.</p>
<p>Ada juga anggapan kacamata jangan terus-terusan dipakai karena malah akan menambah minus. Ini juga tak masuk logika. Sama dengan anggapan kalau kacamata harus selalu dipakai agar kelainan refraksi tak tambah parah. Perkembangan ukuran bola mata sama seperti perkembangan tubuh manusia. Ukuran bola mata bayi akan lebih kecil ketimbang ukuran bola mata orang dewasa. Hal ini berarti dari masa bayi hingga masa dewasa sebetulnya terjadi perkembangan pada ukuran/dimensi bola mata. Pada 2 tahun pertama yang sangat berkembang adalah sistem optik di bagian depan mata (segmen depan), yaitu sebesar 60 %. Setelah usia 2 tahun segmen depan masih berkembang tapi sudah tidak begitu pesat.</p>
<p>Segmen belakang akan tumbuh pesat saat usia anak berkisar 4 sampai 15 tahun yang kemudian menjadi lambat perkembangannya dan berhenti di sekitar usia 18 tahun. Artinya, bagian belakang bola mata di mana retina berada makin lama makin panjang sesuai dengan pertambahan usia. Jadi kalau pada usia 6 tahun mata anak sudah mencapai minus dua, itu karena jarak retina ke lensa makin panjang sehingga minusnya pun akan bertambah besar. Dengan kata lain, penambahan minus pada usia pertumbuhan bisa dikatakan alamiah.</p>
<p>Penulis : Marfuah Panji Astuti<br />
Sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/fakta-dan-mitos-seputar-kesehatan-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
