<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jasa Optik &#187; kesehatan</title>
	<atom:link href="http://jasaoptik.com/tag/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jasaoptik.com</link>
	<description>Jasa adalah yang utama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jul 2010 02:34:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penyakit &amp; Gejala pada Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 02:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[katarak]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi mata yang tidak normal terjadi pada seseorang ternyata bisa jadi merupakan pertanda penyakit berat. Karena itu, terus mengontrol keadaan mata Anda secara rutin merupakan upaya pencegahan yang tepat.
Berikut penyakit dan gejala pada mata yang patut Anda ketahui:
Hipertensi/tekanan darah tinggi
Kondisi ini menempatkan beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah yang meningkatkan resiko serangan jantung atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi mata yang tidak normal terjadi pada seseorang ternyata bisa jadi merupakan pertanda penyakit berat. Karena itu, terus mengontrol keadaan mata Anda secara rutin merupakan upaya pencegahan yang tepat.<br />
Berikut penyakit dan gejala pada mata yang patut Anda ketahui:</p>
<p><strong>Hipertensi/tekanan darah tinggi</strong><br />
Kondisi ini menempatkan beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah yang meningkatkan resiko serangan jantung atau stroke. Tekanan darah tinggi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di retina. Para ahli mata akan melihat semacam gigitan di pembuluh darah di mana mereka saling serang atau perdarahan di belakang retina mata.<br />
<span id="more-341"></span><br />
<strong>Kolesterol tinggi</strong><br />
Kolesterol merupakan zat lemak dalam darah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Gejala yang dilihat pada mata adalah potongan-potongan kolesterol dapat melepaskan diri dari deposit dalam tubuh dan menuju kedalam pembuluh darah retina. Para ahli mata akan melihat penyumbatan kecil berwarna kekuningan di pembuluh darah arteri. Terlihat juga garis putih tipis berwarna yang melingkari bagian dari mata yaitu di iris karena kolesterol terdeposit dalam mata.</p>
<p><strong>Tumor otak</strong><br />
Tumor dalah pertumbuhan jaringan yang dapat menyebabkan kanker (ganas) atau non-kanker (jinak). Gejala yang dilihat pada mata yaitu pembengkakan saraf optik dapat menjadi tanda kemungkinan tumor otak.</p>
<p><strong>Penyakit tiroid</strong><br />
Kelenjar tiroid di leher menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme. Penyakit dapat diebabkan oleh sesuatu yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, tergantung permasalahannya. Gejala pada mata biasanya bisa dilihat dari bola mata yang melotot atau menonjol.</p>
<p><strong>Multiple sclerosis</strong><br />
Multiple sclerosis adalah kecacatan neurologis yang dapat menyebabkan berbagai gejala kelelahan untuk masalah memori. Gejala dilihat pada mata diantaranya terdapat pembengkakan pada saraf optik, penglihatan kabur dan kepekaan terhadap cahaya.</p>
<p><strong>Diabetes</strong><br />
Diabetes disebabkan karena terlalu banyak gula dalam darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Tinggi kadar gula darah merusak pembuluh darah kecil di retina, menyebabkan kebocoran darah dan lemak.</p>
<p><strong>Stroke</strong><br />
Stroke disebabkan oleh penyumbatan atau pendarahan di otak. Pasien mungkin memiliki serangkaian stroke kecil tanpa menyadarinya sebelum penderitaan besar yang dapat mengakibatkan kelumpuhan atau kematian. Pengujian pada mata akan mengungkapkan gumpalan atau partikel kecil dari kolesterol bergerak melalui pembuluh darah di retina saat pemeriksaan mata, yang dapat menunjukkan bahwa seseorang mungkin telah mengalami stroke.</p>
<p>sumber : okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layar Ponsel Dapat Membuat Mata Lelah</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/12/layar-ponsel-dapat-membuat-mata-lelah/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/12/layar-ponsel-dapat-membuat-mata-lelah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 05:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi mata lelah, tegang, berair atau gangguan lain tak hanya bisa disebabkan ketika kita menatap layar komputer dalam waktu lama. Namun juga bisa disebabkan oleh layar ponsel. Tak percaya?
Bahkan menurut Dr. Karen Bassichis Saland dari Texas Health Presbyterian Hospital, keluhan gangguan mata yang disebabkan layar ponsel ini akan semakin populer. Hal itu seiring semakin getolnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi mata lelah, tegang, berair atau gangguan lain tak hanya bisa disebabkan ketika kita menatap layar komputer dalam waktu lama. Namun juga bisa disebabkan oleh layar ponsel. Tak percaya?</p>
<p>Bahkan menurut Dr. Karen Bassichis Saland dari Texas Health Presbyterian Hospital, keluhan gangguan mata yang disebabkan layar ponsel ini akan semakin populer. Hal itu seiring semakin getolnya para pengguna ponsel yang berlama-lama menatap perangkat komunikasinya tersebut.<br />
<span id="more-312"></span><br />
Kekhawatiran tersebut memang masih terlalu dini. Tapi ketika seseorang memandang suatu objek dalam waktu lama tanpa berkedip, itu bisa membuat mata mereka tegang, ujar dokter mata ini.</p>
<p>Jika sudah begini, lanjut Karen dilansir The Dallas Morning News dan dikutip detikINET, Selasa (29/9/2009), mata lelah dapat membuat si penderita sakit kepala dan nyeri.</p>
<p>Berikut tips untuk menghindari kondisi mata lelah:</p>
<p>1. Ada kalanya diperlukan tetes mata ketika sudah menatap layar monitor/ponsel lebih dari 30 menit.<br />
2. Bilang ke dokter mata Anda untuk disiapkan kaca mata yang bisa menangkal radiasi dari layar.<br />
3. Hindari menatap layar monitor/ponsel di tengah kegelapan.<br />
4. Istirahatkan mata Anda. Jangan selalu terpaku di depan layar. ( ash / faw )</p>
<p>sumber: detikinet.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/12/layar-ponsel-dapat-membuat-mata-lelah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deteksi Penyakit Tubuh Melalui Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/11/deteksi-penyakit-tubuh-melalui-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/11/deteksi-penyakit-tubuh-melalui-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 07:21:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[MATA adalah jendela hati. Melalui mata, kita dapat membaca emosi seseorang. Namun tahukah Anda bahwa dari mata, kita juga dapat mengetahui penyakit seseorang, bahkan sebelum orang tersebut merasakan gejalanya?
Kalau diperhatikan, jika kita berkunjung ke dokter di saat sakit, dokter akan memeriksa tubuh kita dengan stetoskop, memeriksa rongga mulut, lalu memeriksa mata meskipun kita tidak sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MATA adalah jendela hati. Melalui mata, kita dapat membaca emosi seseorang. Namun tahukah Anda bahwa dari mata, kita juga dapat mengetahui penyakit seseorang, bahkan sebelum orang tersebut merasakan gejalanya?</p>
<p>Kalau diperhatikan, jika kita berkunjung ke dokter di saat sakit, dokter akan memeriksa tubuh kita dengan stetoskop, memeriksa rongga mulut, lalu memeriksa mata meskipun kita tidak sedang sakit mata. Ini merupakan prosedur lengkap untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang.<br />
<span id="more-288"></span><br />
”Sejak 20 tahun lalu, setiap dokter umum di puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) sudah dibekali dengan pemeriksaan mata dasar,” ungkap Istiantoro, Guru Besar Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang juga menjadi Direktur Jakarta Eye Center (JEC).</p>
<p>Menurut Istiantoro, anak-anak lebih banyak mengalami gangguan refraksi. Sebanyak 10-15 persen anak usia sekolah dasar mengalami gangguan refraksi dan harus menggunakan kacamata. Namun, orangtua juga perlu waspada terhadap gangguan penyakit dengan cara mendeteksi mata sejak dini.</p>
<p>Dokter Spesialis Mata JEC, Ni Retno Setyaningrum, dalam buletin JEC, Eye Sight, mengatakan, mata anak berkembang pesat pada usia tiga bulan hingga tiga tahun. Karena itu, orangtua sebaiknya memeriksakan mata anaknya sejak usia tiga bulan. Gunanya adalah untuk mendeteksi dini bila ada penyakit yang mendasari terjadinya gangguan pada mata.</p>
<p>Berbagai kelainan</p>
<p>Kelainan pada mata yang harus diwaspadai antara lain munculnya bintik putih kemerahan pada selaput mata, mata merah, mata menonjol, dan lain-lain. Jika ditemukan ada bintik putih kemerahan pada mata anak tanpa disertai rasa nyeri, anak tersebut bisa jadi menderita cacingan atau tuberkulosis (TBC). Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan di laboratorium.</p>
<p>Penyakit rematik juga bisa dideteksi melalui mata. Jika mata kita sering merah, lalu sembuh setelah diobati, kemudian merah lagi, itu pertanda ada penyakit rematik.</p>
<p>Gejala rematik bisa timbul di mata karena jaringan pada selaput putih mata (sklera) mirip dengan jaringan otot. Jika jaringan otot mengalami gangguan akibat rematik maka akan menjalar ke mata. Menurut Istiantoro, gangguan di mata kadang-kadang lebih dulu muncul sebelum gangguan di otot.</p>
<p>Pemeriksaan terhadap mata sebaiknya dilakukan jika kita mengalami keluhan seperti mata merah atau pandangan menjadi kabur. ”Jika sejak dini sudah diketahui penyakitnya, dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat untuk penyakitnya,” kata Istiantoro.</p>
<p>Oleh :  Lusiana Indriasari<br />
Sumber : KOMPAS.COM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/11/deteksi-penyakit-tubuh-melalui-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Computer Vision Syndrome</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/10/waspadai-computer-vision-syndrome/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/10/waspadai-computer-vision-syndrome/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 01:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[computer vision syndrome]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[PENGGUNAAN  komputer di lingkungan kerja dan perumahan merupakan salah satu revolusi di bidang teknologi. Instrumen tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan kita serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Pada tahun 2000 dianggap bahwa 75 persen pekerjaan manusia melibatkan komputer.
Salah satu dampak negatif pemakaian komputer yang ekstensif bagi kesehatan adalah gangguan mata yang disebut sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGGUNAAN  komputer di lingkungan kerja dan perumahan merupakan salah satu revolusi di bidang teknologi. Instrumen tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan kita serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Pada tahun 2000 dianggap bahwa 75 persen pekerjaan manusia melibatkan komputer.</p>
<p>Salah satu dampak negatif pemakaian komputer yang ekstensif bagi kesehatan adalah gangguan mata yang disebut sebagai computer vision syndrome (CVS).<br />
<span id="more-290"></span><br />
Menurut The American Optometric Association, CVS adalah kumpulan gejala okuler (mata) maupun non-okuler yang timbul setelah bekerja di depan layar komputer atau video display terminal (VDT).</p>
<p>CVS ditemukan pada 75 persen pekerja yang menggunakan komputer selama 6-9 jam setiap hari. Di Amerika Serikat dan Inggris, CVS dilaporkan terjadi pada 12,4 persen dan 9 persen dari semua pasien yang datang ke dokter mata. Gejala CVS meliputi mata lelah (astenopia atau eyestrain), mata terasa kering, berpasir, atau terasa berat, penglihatan buram, yang dapat disertai sakit kepala (terutama daerah dahi dan bagian kanan atau kiri kepala), nyeri otot leher, dan punggung.</p>
<p><strong>Belum diketahui</strong><br />
Mekanisme terjadinya CVS belum sepenuhnya diketahui, tetapi diduga merupakan gabungan dari faktor permukaan mata, akomodasi, faktor lain di luar mata, karakteristik komputer, serta penataan ruangan kerja.</p>
<p>Permukaan mata yang selalu basah karena dilapisi lapisan air mata (tear film) pada CVS dapat mengalami gangguan oleh lingkungan, seperti penggunaan air conditioner (AC), kipas angin, serta penurunan refleks kedip saat bekerja. Selain itu, permukaan mata dapat mengalami gangguan akibat menurunnya produksi air mata dengan bertambahnya usia, adanya perubahan hormon pada wanita, adanya penyakit tertentu atau konsumsi obat tertentu (misalnya antihistamin atau obat anti-hipertensi), serta penggunaan lensa kontak.</p>
<p>Akomodasi atau perubahan struktur mata dapat melihat secara fokus untuk melihat jarak dekat. Huruf pada layar komputer sangat berbeda pada teks di kertas karena tersusun atas pixels, atau titik-titik yang tersusun membentuk huruf atau angka. Untuk melihat huruf/angka pada layar komputer, mata terus-menerus berakomodasi sehingga menimbulkan kelelahan atau eyestrain. Untungnya, biasanya perubahan pada akomodasi bersifat reversible pada akhir hari atau pada hari libur. Beberapa pakar menganggap bahwa akomodasi akibat penggunaan komputer dapat merangsang miopisasi, tetapi belum dibuktikan dengan penelitian.</p>
<p>Nyeri atau kekakuan otot leher, bahu, dan punggung terjadi akibat pergerakan kepala, leher, dan bahu ke depan, yang cenderung dilakukan pengguna komputer untuk melihat lebih jelas. Keluhan nyeri otot juga terjadi pada pengguna kacamata bifokal atau progresif (pada pekerja yang sudah membutuhkan kacamata plus untuk membaca), di mana mereka cenderung menggerakkan kepala ke belakang saat membaca teks pada kertas, lalu memajukan kepala saat memfokuskan kembali penglihatannya ke layar komputer.</p>
<p>Kualitas display, di mana kontras kurang, akan mempersulit melihat huruf atau angka pada layar komputer. Selain itu, makin tinggi resolusi layar komputer, batas gambar akan makin tegas sehingga mata dapat melihat tanpa akomodasi berlebihan.</p>
<p>Karakter tulisan warna gelap pada dasar yang lebih terang juga menambah kenyamanan dan mengurangi eyestrain. Refresh rate (beberapa kali layar komputer berusaha membentuk gambar per menit, yang dinyatakan dalam satuan Hz) juga memengaruhi: pada refresh rate rendah layar akan berkedip (flicker), yang menimbulkan ketidaknyamanan dan merangsang sakit kepala. Liquid crystal displays (LCD) dinilai mempunyai refresh rates yang lebih baik daripada cathode ray tube (CRT).</p>
<p>Pencahayaan yang kurang baik pada ruangan kerja tentu mengurangi kenyamanan pengguna komputer, tetapi cahaya yang terlalu terang juga menimbulkan glare atau silau pada layar komputer sehingga image pada layar komputer akan kabur.</p>
<p>Sinar alfa, beta, dan sinar X yang dipancarkan layar komputer juga dicurigai dapat mengganggu kesehatan. Namun, beberapa kepustakaan menyatakan memerlukan penelitian lanjut untuk membuktikan hal tersebut.</p>
<p><strong>Mengurangi produktivitas</strong><br />
CVS memang belum dibuktikan dapat menimbulkan gangguan penglihatan dan kesehatan yang berat, tetapi tentunya dapat mengurangi produktivitas dan efisiensi pekerja. CVS perlu disiasati, dengan penatalaksanaan terhadap gangguan mata, penyesuaian lingkungan kerja, dan perbaikan kondisi ergonomik pekerja.</p>
<p>Untuk mengatasi mata kering, dapat dilakukan lubrikasi mata dengan berbagai obat tetes air mata buatan (artificial tears). Pekerja yang mempunyai kelainan refraksi (memerlukan kacamata) perlu dikoreksi dengan power dan model kacamata yang tepat. Istirahatlah secara berkala saat menggunakan komputer, terutama setelah empat jam bekerja terus-menerus guna merelaksasi akomodasi mata.</p>
<p>Sumber cahaya ruangan dapat ditempatkan jauh dari layar komputer, memberikan tirai pada jendela atau memberikan filter antisilau (antiglare filters) pada layar komputer.</p>
<p>Posisi monitor komputer ditempatkan sedemikian rupa sehingga pekerja mencapai posisi ergonomis yang baik. Disarankan jarak layar dengan mata 34-40 cm, dengan letak bagian tengah layar 10-20 derajat (atau 5-6 inci) di bawah garis pandang mata. Postur tubuh harus baik untuk menghindari nyeri otot leher, punggung, bahu, dan kepala.</p>
<p>Gitalisa Adriono, Dokter Ahli Mata, Anggota dan Pengurus Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/10/waspadai-computer-vision-syndrome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lensa Buatan Selamatkan Pasien Katarak</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/10/lensa-buatan-selamatkan-pasien-katarak/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/10/lensa-buatan-selamatkan-pasien-katarak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 09:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[katarak]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[CARA kerja mata sejatinya hampir serupa dengan kamera. Bila pada kamera terdapat lensa untuk mengambil fokus bayangan dari objek, maka mata kita juga punya lensa mata untuk melakukan hal sama.
Pada kamera, objek pada foto jadi kabur bila lensa kotor, jamuran, atau rusak. Itu artinya, lensa harus segera dibersihkan, diperbaiki, atau diganti. Hal serupa terjadi pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CARA kerja mata sejatinya hampir serupa dengan kamera. Bila pada kamera terdapat lensa untuk mengambil fokus bayangan dari objek, maka mata kita juga punya lensa mata untuk melakukan hal sama.</p>
<p>Pada kamera, objek pada foto jadi kabur bila lensa kotor, jamuran, atau rusak. Itu artinya, lensa harus segera dibersihkan, diperbaiki, atau diganti. Hal serupa terjadi pada mata. Tapi berbeda dari lensa kamera, lensa mata tak bisa sekadar dibersihkan atau diperbaiki. Lensa mata juga tak dapat dipakai lagi.</p>
<p>Untuk memperbaikinya harus dilakukan operasi untuk mengeluarkan lensa mata yang rusak, lalu menggantinya dengan lensa buatan. Dalam dunia kedokteran, lensa buatan ini sering disebut intraocular lens (IOL).<br />
<span id="more-284"></span><br />
Kemajuan teknologi operasi katarak juga dibarengi dengan teknologi pembuatan IOL. Saat ini, lensa buatan dibuat dari bahan akrilik atau silikon yang dapat dilipat untuk dimasukkan ke dalam kantong lensa mata melalui luka sayatan yang kecil. Lensa buatan jenis inilah yang dipakai pada operasi phacoemulsification. IOL ini adalah pengganti lensa mata yang telah dihancurkan oleh mesin phacoemulsification. </p>
<p>Ada beragam jenis lensa buatan yang bisa jadi pilihan para pasien katarak. Pada dasarnya, jenis IOL ini dibagi menjadi tiga bagian besar, yakni: Yakni, lensa yang mempunyai satu fokus. Jadi, lensa yang ditanam hanya untuk mengakomodir penglihatan jauh, sedangkan untuk melihat jarak dekat tetap butuh bantuan kaca mata.</p>
<p>Ada dua jenis lensa satu fokus ini.</p>
<p>Satu, IOL monofokus asferik adalah lensa buatan untuk mengoreksi penglihatan jauh tanpa silinder.</p>
<p>Dua, IOL monofokus tonic, yakni lensa buatan yang mampu mengoreksi silinder yang dimiliki mata sebelum operasi. Lensa ini bisa dipakai penderita yang punya carat mata silinder sebelum operasi.</p>
<p>* IOL akomodatif<br />
IOL akomodatif merupakan lensa buatan yang mampu mengoreksi penglihatan jarak jauh maupun dekat.Tapi, syaratnya penderita tak mempunyai carat mata silinder. Dengan menggunakan IOL akomodatif ini, penglihatan penderita akan kembali seperti saat dia berusia di bawah 40 tahun. Hanya kelemahannya, koreksi jarak dekat sekali, kurang lebih pada jarak 30 cm , masih kurang bagus.</p>
<p>* IOL multifocal<br />
Bila ingin mendapatkan ketiga fungsi sekaligus, yakni mengoreksi jarak jauh, jarak dekat, dan dekat sekali, IOL Multifokal defraktif bisa menjadi pilihan. Tapi, untuk jarak dekat yang lebih dari 40 cm justru kurang baik. Lebih lagi, &#8220;Pengguna lensa multifocal akan membutuhkan adaptasi penglihatan karena penderita harus memilih penglihatan dekat dan jauh secara bersamaan,&#8221; jelas Istiantoro, Dokter Spesialis Mata yang juga Direktur Jakarta Eye Center.</p>
<p>Kata Istiantoro, pemilihan jenis IOL yang tepat bergantung rutinitas pekerjaan dan usia penderita katarak Penderita yang butuh penglihatan yang sangat tajam baik untuk melihat jarak dekat maupun jauh, tentu akan merasa puas dengan memakai lensa inultifokus. Nah, bagaimana dengan Anda? (Tunggul Joko Pamungkas)</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/10/lensa-buatan-selamatkan-pasien-katarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Hindari Mata Lelah di Depan Monitor</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 03:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama  di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.
Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama  di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.</p>
<p>Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.<br />
<span id="more-297"></span><br />
Seperti dikutip detikINET dari softpedia, Senin (14/9/2009) berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:</p>
<p><strong>1. Jaga jarak pandang dari monitor.</strong><br />
Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.</p>
<p>Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.</p>
<p><strong>2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD</strong><br />
Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.</p>
<p>Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.</p>
<p><strong>3. Atur monitor setting</strong><br />
Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.</p>
<p>Misal settingan seperti, &#8216;text&#8217; atau &#8216;internet&#8217; akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan &#8216;game&#8217; atau &#8216;movie&#8217; akan terlihat lebih terang saat digunakan.</p>
<p><strong>4. Gunakan kacamata anti radiasi</strong><br />
Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.</p>
<p>Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.</p>
<p><strong>5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala</strong><br />
Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.</p>
<p>sumber: detikinet</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/5-tips-hindari-mata-lelah-di-depan-monitor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fakta dan Mitos Seputar Kesehatan Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/fakta-dan-mitos-seputar-kesehatan-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/fakta-dan-mitos-seputar-kesehatan-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 03:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Banyak mitos yang berkembang seputar kesehatan mata. Bagaimana kebenarannya? Inilah penjelasan Dr Ricky Roroh, SpM dari Klinik Mata Nusantara.
Mitos: Konsumsi wortel setiap hari akan membuat mata sehat, pandangan jernih, dan mencegah rabun jauh.
Fakta: Wortel mengandung karoten yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Tapi sumber karoten tidak hanya wortel. Buah lain seperti pepaya dan mangga juga mengandung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak mitos yang berkembang seputar kesehatan mata. Bagaimana kebenarannya? Inilah penjelasan Dr Ricky Roroh, SpM dari Klinik Mata Nusantara.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Konsumsi wortel setiap hari akan membuat mata sehat, pandangan jernih, dan mencegah rabun jauh.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Wortel mengandung karoten yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Tapi sumber karoten tidak hanya wortel. Buah lain seperti pepaya dan mangga juga mengandung karoten yang tinggi, bahkan buah merah dari Papua yang sedang tren saat ini telah diteliti mengandung karoten yang jauh lebih tinggi dari buah-buah lainnya. Jadi, meski wortel bermanfaat untuk kesehatan mata, tidak perlu mengonsumsinya setiap hari. Sumber karoten bisa diselang-seling dengan buah-buah lainnya dalam jumlah secukupnya.<br />
<span id="more-280"></span><br />
Orang pun menganggap sayuran yang mengandung vitamin A ini berperan besar dalam fungsi penglihatan manusia. Tapi sebenarnya vitamin A yang ada dalam wortel lebih banyak berperan pada metabolisme sel-sel saraf yang ada di retina. Jadi, banyak makan wortel pun tak dapat mencegah bertambahnya/mengurangi jumlah minus/plus/ silinder lensa kacamata anak. Maksudnya, kalau pangkal kesalahan terjadi pada sistem optik tentu vitamin A tidak bisa memperbaiki keadaan tersebut. Sama dengan kamera yang lensanya sudah tidak fokus. Film dengan merek apa pun yang dipakai tetap akan menghasilkan gambar buram.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Membaca sambil tiduran menyebabkan rabun jauh.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Mitos ini tidak benar. Seseorang yang sudah punya kecenderungan rabun jauh, misalnya dalam keluarga hampir semua menderita rabun jauh, meski tidak pernah membaca sambil tiduran, tetap saja berpotensi terkena rabun jauh. Yang menjadi masalah dalam aktivitas ini adalah apabila jarak baca terlalu dekat. Seperti diketahui membaca sambil tidur biasanya membuat jarak buku dengan mata makin lama makin dekat sehingga mata dipaksa untuk terus fokus dalam jarak yang tidak ideal. Tidak hanya sambil tiduran, membaca sambil duduk atau berdiri sekalipun kalau jaraknya kurang dari 12 inci (sekitar 30 cm) membuat mata cepat lelah sehingga dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan rabun jauh.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Membaca dengan cahaya remang-remang menyebabkan rabun jauh.<br />
<strong><br />
Fakta</strong>: Membaca dalam ruang yang penerangannya kurang membuat mata cepat lelah. Seperti laiknya melihat dalam gelap, mata harus berakomodasi maksimal supaya obyek dapat terlihat. Saat membaca sebaiknya penerangan dalam ruangan tersebut cukup, lebih baik lagi kalau cahaya datang dari arah belakang anak. Tak hanya remang-remang, cahaya yang berlebihan pun sama tak layaknya untuk kesehatan mata.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Melihat laut/pemandangan hijau dapat menyembuhkan rabun jauh.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Seperti otot-otot lainnya, otot mata pun butuh relaksasi. Sebagai gambaran, seseorang yang duduk terlalu lama pinggangnya akan terasa pegal-pegal. Demikian halnya dengan mata. Kalau mata digunakan untuk melihat satu fokus yang sama dalam waktu lama, misalnya membaca buku yang tebal, akan terasa sangat lelah. Untuk itu disarankan melihat titik terjauh sebagai relaksasi otot mata. Tidak harus melihat laut/pemandangan hijau, yang penting melihat titik terjauh. Dan yang harus diingat, kegiatan ini bukan untuk menyembuhkan rabun jauh melainkan sekadar sebagai relaksasi otot mata.</p>
<p><strong>Mitos</strong>: Kacamata harus dipakai terus-menerus supaya minus mata tidak bertambah.</p>
<p><strong>Fakta</strong>: Mitos ini sama sekali tidak benar. Seorang dengan gangguan rabun jauh akan kesulitan melihat tanpa kacamata. Itulah sebabnya kacamata harus dipakai. Tapi tentu saja tidak di setiap kesempatan kacamata harus dipakai terus. Bertambahnya minus disebabkan jarak retina ke lensa makin panjang seiring bertambahnya usia dan bukan karena dipakai/tidaknya kacamata.</p>
<p>Ada juga anggapan kacamata jangan terus-terusan dipakai karena malah akan menambah minus. Ini juga tak masuk logika. Sama dengan anggapan kalau kacamata harus selalu dipakai agar kelainan refraksi tak tambah parah. Perkembangan ukuran bola mata sama seperti perkembangan tubuh manusia. Ukuran bola mata bayi akan lebih kecil ketimbang ukuran bola mata orang dewasa. Hal ini berarti dari masa bayi hingga masa dewasa sebetulnya terjadi perkembangan pada ukuran/dimensi bola mata. Pada 2 tahun pertama yang sangat berkembang adalah sistem optik di bagian depan mata (segmen depan), yaitu sebesar 60 %. Setelah usia 2 tahun segmen depan masih berkembang tapi sudah tidak begitu pesat.</p>
<p>Segmen belakang akan tumbuh pesat saat usia anak berkisar 4 sampai 15 tahun yang kemudian menjadi lambat perkembangannya dan berhenti di sekitar usia 18 tahun. Artinya, bagian belakang bola mata di mana retina berada makin lama makin panjang sesuai dengan pertambahan usia. Jadi kalau pada usia 6 tahun mata anak sudah mencapai minus dua, itu karena jarak retina ke lensa makin panjang sehingga minusnya pun akan bertambah besar. Dengan kata lain, penambahan minus pada usia pertumbuhan bisa dikatakan alamiah.</p>
<p>Penulis : Marfuah Panji Astuti<br />
Sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/fakta-dan-mitos-seputar-kesehatan-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Senam Mata, Bikin Awet Muda</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/senam-mata-bikin-awet-muda/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/senam-mata-bikin-awet-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 03:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[rabun ayam]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[SELAIN melatih lengan, kaki, perut, dan dada untuk kebugaran fisik, mata juga ternyata dapat dilatih demi kebaikan indera penglihatan. Memang tak semua pakar sepakat bahwa olahraga mata (eye-robics) dapat membantu mempertahankan penglihatan. Akan tetapi, makin banyak spesialis terapi penglihatan percaya senam mata setiap hari dapat membuat mata Anda awet muda.
&#8220;Logika di balik terapi penglihatan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SELAIN melatih lengan, kaki, perut, dan dada untuk kebugaran fisik, mata juga ternyata dapat dilatih demi kebaikan indera penglihatan. Memang tak semua pakar sepakat bahwa olahraga mata (eye-robics) dapat membantu mempertahankan penglihatan. Akan tetapi, makin banyak spesialis terapi penglihatan percaya senam mata setiap hari dapat membuat mata Anda awet muda.</p>
<p>&#8220;Logika di balik terapi penglihatan ini adalah bila Anda dapat merusak sistem penglihatan karena kebiasaan mengerjakan sesuatu dalam jarak dekat, berarti Anda dapat memulihkannya,&#8221; kata Steven Ritter, O.D., dari State University of New York College of Optometri di New York City.<br />
<span id="more-278"></span><br />
Spesialis terapi penglihatan atau vision therapist dapat meresepkan sampai sekitar 280 macam latihan. Tak satu pun dapat mengatasi masalah penglihatan semua orang. Akan tetapi tidak ada salahnya bila Anda mencoba beberapa di antaranya.</p>
<p>1.Membaca koran dari jauh.<br />
Apabila pekerjaan mengharuskan Anda duduk di depan komputer selama berjam-jam, cobalah yang berikut ini: Tempelkan satu halaman koran pada dinding yang kurang lebih berjarak 2,5 meter dari tempat Anda biasa duduk. Hentikan pekerjaan Anda setiap sekitar sepuluh menit untuk mengarahkan pandangan ke koran tadi. Berusahalah membaca tulisan di koran itu. Kemudian lihat lagi layar komputer Anda. Kerjakan ini berulang-ulang, masing-masing selama 30 detik, sekitar enam kali dalam satu jam. Latihan ini dapat membantu menghindari kekaburan yang sering dialami oleh para operator komputer di penghujung hari kerja.</p>
<p>2. Melempar bola ke dinding.<br />
Berdirilah pada jarak sekitar satu hingga satu setengah meter dari sebuah dinding yang kosong, menghadap ke arah dinding. Minta seorang teman berdiri di belakang Anda kemudian melontarkan sebuah bola tenis ke dinding. Ketika bola itu memantul dari dinding, cobalah menangkapnya. Latihan ini dapat membantu meningkatkan koordinasi tangan/mata Anda.</p>
<p>3. Membaca jempol sendiri.<br />
Acungkan jempol Anda sejauh-jauhnya. Buat gerakan melingkar, huruf X dan tanpa +, dekat dan jauh secara bergantian. Ikuti dengan mata Anda. Sementara itu, usahakan menangkap bayangan ruangan dalam medan pandangan Anda sebanyak mungkin. Teruskan latihan ini dengan sebelah mata tertutup. Ulang dengan sebelah mata yang lain. Ini dapat meningkatkan penglihatan periferal Anda.</p>
<p>4. Mengikuti sorotan lampu senter.<br />
Latihan yang menyenangkan ini dapat meningkatkan kemampuan Anda mengikuti sebuah benda dengan mata. Latihan ini memerlukan seorang teman dan dua buah lampu senter. Berdirilah di sebuah ruangan yang gelap, menghadap ke dinding. Mintalah kepada teman Anda agar menyorotkan lampunya ke dinding dan menggerakkannya dengan gerakan menyapu membentuk sebuah gelombang. Dengan lampu senter yang Anda pegang, ikuti lingkaran cahaya itu sambil berusaha menyeimbangkan sebuah buku yang diletakkan di atas kepala. Dengan begini Anda terpaksa mengikuti gerak cahaya dengan mata, tanpa menggerakkan kepala.</p>
<p>5. Membaca bola.<br />
 Tulis sejumlah huruf atau angka pada sebuah bola softball atau bola dari styrofoam, pasang sebuah kaitan, kemudian gantung bola itu pads langit-langit dengan seutas tali. Makin kecil tulisan Anda, makin sulit latihan ini. Ayunkan bola itu. Cobalah menyebutkan huruf atau angka yang Anda lihat. Latihan ini membantu Anda tetap terampil mengikuti benda bergerak secara fokus.</p>
<p>6. Membuat untaian manik-manik.<br />
Latihan ini melatih kedua mata agar terpusat ke sebuah benda sasaran. Ini juga melatih otak untuk menggunakan kedua mata secara beruama-sama. Ambil benang sepanjang kira-kira 180 cm, masukkan ke dalam lubang tiga buah manik-manik yang mempunyai warna berbeda. Ikat salah satu ujung benang ke dinding dengan ketinggian sejajar mata, sedangkan ujung yang lain nanti Anda pegang di depan hidung. Geser salah satu manik-manik ke ujung dekat dinding, tempatkan manik-manik kedua pada jarak sekitar 120 cm dari hidung, sedangkan yang ketiga pada jarak sekitar 40 cm dari hidung.</p>
<p>Arahkan pandangan Anda ke manik-manik yang paling jauh. Anda akan melihat bayangan dua buah benang membentuk huruf V dengan manik-manik sebagai pusat. Pindahkan arah pandangan Anda ke manik-manik di tengah. Perhatikan huruf X yang terbentuk oleh bayangan benang dengan manik-manik tengah sebagai pusat. Kemudian pindahkan lagi pandangan Anda ke manik-manik paling dekat, dan saksikan huruf X yang serupa. Pindahkan pandangan Anda dari manik-manik sate ke yang lain dengan cepat, dan jangan lupa memperhatikan huruf V atau X yang terbentuk. </p>
<p>Apabila kedua mata Anda bekerja sebagai sebuah tim, Anda selalu harus menyaksikan dua bayangan benang saling menyilang ketika memusatkan perhatian Anda ke salah satu manik-manik. Jika mata Anda tidak bekerja sama, Anda akan menyaksikan pola-pola yang berbeda atau hanya sebuah benang.</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/senam-mata-bikin-awet-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nonton TV Turunkan Fungsi Retina Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/nonton-tv-turunkan-fungsi-retina-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/nonton-tv-turunkan-fungsi-retina-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 05:10:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi retina]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[retina]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan terlalu lama menonton televisi/TV, juga melihat TV dalam jarak dekat, ternyata dapat menurunkan fungsi retina mata anak-anak.  
&#8220;Televisi memancarkan sinar biru yang amat dekat dan berbahaya bagi anak,&#8221; kata Pratiwi Rapih Astuti yang memaparkan hasil penelitiannya bersama kawan-kawannya dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Jakarta.

Penelitian yang berjudul Korelasi antara Menonton Televisi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan terlalu lama menonton televisi/TV, juga melihat TV dalam jarak dekat, ternyata dapat menurunkan fungsi retina mata anak-anak.  </p>
<p>&#8220;Televisi memancarkan sinar biru yang amat dekat dan berbahaya bagi anak,&#8221; kata Pratiwi Rapih Astuti yang memaparkan hasil penelitiannya bersama kawan-kawannya dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Jakarta.<br />
<span id="more-282"></span><br />
Penelitian yang berjudul Korelasi antara Menonton Televisi dan Fungsi Retina pada Anak ini dilakukan oleh Pratiwi bersama kawan-kawannya, yaitu Wahyu Budi Santosa, Allan Taufiq Rivai, Dwi Notosusanto. Penelitian ini diikutsertakan pada Liga Medika Sains yang merupakan acara rutin tahunan yang diadakan oleh Lembaga Pengkajian dan Penelitian Senat Mahasiswa Ikatan Keluarga Mahasiswa FKUI.</p>
<p>Menurut hasil studi terdahulu, sinar biru menyebabkan degenerasi retina dengan merusak sitokrom oksidase dan menghambat respirasi seluler (pernafasan sel). Dalam kaitannya dengan televisi, total sinar biru yang diterima oleh anak tergantung pada dua faktor, yaitu total waktu menonton televisi per hari dan jarak saat menonton televisi.</p>
<p>Anak-anak sangat berisiko mengalami kerusakan retina akibat sinar biru. Lensa mata mereka relatif jernih sehingga tidak dapat meredam sinar biru dengan maksimal.</p>
<p>Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2008 terhadap 106 subyek. Subyek penelitian adalah murid-murid Sekolah Dasar berusia 6-13 tahun. Hasilnya, korelasi antara total waktu menonton televisi per hari dengan contrast sensitivity mata kiri, mata kanan dan kedua mata menunjukkan hasil bermakna secara statistik serta berbanding terbalik (semakin lama menonton televisi, skor fungsi retina semakin rendah).</p>
<p>Korelasi antara jarak saat menonton televisi dengan skor contrast sensitivity test mata kiri, mata kanan dan kedua mata menunjukkan hasil yang tidak bermakna secara statistik, namun terdapat kecenderungan bahwa semakin dekat jarak menonton televisi maka skor fungsi retina semakin menurun.  </p>
<p>Jadi semakin dekat jarak menonton televisi dan semakin lama waktu menonton televisi, maka semakin turun fungsi retina, kata Pratiwi.</p>
<p>Dari 106 anak yang diteliti ternyata yang mengalami penurunan fungsi retina sebanyak 25 anak (23,4 persen). Anak-anak tersebut rata-rata menonton televisi 2,29 jam per hari dengan jarak menonton televisi 184,32 cm. Padahal sebaiknya anak-anak menonton televisi dengan jarak 4 meter dan untuk mereka yang berusia 6-9 tahun sebaiknya menonto n televisi selama 60 menit per hari, untuk yang 9-13 tahun menonton televisi selama 90 menit per hari.</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/nonton-tv-turunkan-fungsi-retina-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asupan untuk Mata Sehat</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/asupan-untuk-mata-sehat/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/asupan-untuk-mata-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Mata yang sehat juga didapat dari asupan makanan yang bernutrisi yang sesuai dengan kebutuhan mata. Ada sejumlah zat gizi penting yang memberi manfaat optimal bagi kesehatan mata, salah satunya adalah antioksidan.
Vitamin C, E, dan A tergolong vitamin kaya akan antioksidan yang dapat membantu mencegah gangguan mata terkait dengan usia dan penyakit mata lainnya. Selain itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata yang sehat juga didapat dari asupan makanan yang bernutrisi yang sesuai dengan kebutuhan mata. Ada sejumlah zat gizi penting yang memberi manfaat optimal bagi kesehatan mata, salah satunya adalah antioksidan.</p>
<p>Vitamin C, E, dan A tergolong vitamin kaya akan antioksidan yang dapat membantu mencegah gangguan mata terkait dengan usia dan penyakit mata lainnya. Selain itu, mineral seperti selenium dan zinc juga membantu penyerapan antioksidan.</p>
<p>Sumber antioksidan dapat diperoleh dari buah dan sayur dengan warna cerah, seperti wortel, labu, ubi jalar, anggur, jeruk, dll. Konsentrasi antioksidan lebih melimpah dalam bentuk mentah.<br />
<span id="more-271"></span><br />
Meski demikian, hendaknya asupan antioksidan tidak dalam jumlah berlebihan.</p>
<p><strong>Vitamin A</strong><br />
Dapat diperoleh dari hati, telur, dan sayur seperti wortel maupun bayam. Vitamin A ini penting dalam fungsi retina, juga membantu, mata beradaptasi dengan cahaya terang dan gelap. Vitamin A mengurangi risiko terbentuknya katarak dan degenerasi makular terkait usia.</p>
<p><strong>Vitamin C</strong><br />
Selain memperkuat tulang dan otot serta menjaga kesehatan gigi dan gusi, vitamin C juga penting dalam menjaga kesehatan mata. Vitamin C mampu mengurangi risiko katarak dan degenerasi makular. Sumber vitamin C dapat dijumpai pada jeruk, stroberi, brokoli, dan paprika.</p>
<p><strong>Vitamin E</strong><br />
Vitamin E dikaitkan juga dengan pencegahan katarak dan memperlambat perkembangan katarak. Kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, serta produk yang diperkaya vitamin E adalah sumber vitamin E yang baik.</p>
<p><strong>Selenium dan zinc</strong><br />
Dua komponen ini menjadi mineral kunci untuk membantu proses oksidasi. Mineral tersebut membantu tubuh menyerap antioksidan. Kecukupan mineral ini dalam makanan sehari-hari juga membantu mencegah penyakit mata.</p>
<p>Selenium dapat dijumpai pada makaroni dan keju. Sementara zinc bisa diperoleh dari keju, yogurt, daging merah, dan beberapa sereal yang diperkaya dengan mineral zinc.</p>
<p>Sumber : kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/asupan-untuk-mata-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
