<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jasa Optik &#187; mata kering</title>
	<atom:link href="http://jasaoptik.com/tag/mata-kering/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jasaoptik.com</link>
	<description>Jasa adalah yang utama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2010 07:13:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penyakit &amp; Gejala pada Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 02:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[katarak]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi mata yang tidak normal terjadi pada seseorang ternyata bisa jadi merupakan pertanda penyakit berat. Karena itu, terus mengontrol keadaan mata Anda secara rutin merupakan upaya pencegahan yang tepat.
Berikut penyakit dan gejala pada mata yang patut Anda ketahui:
Hipertensi/tekanan darah tinggi
Kondisi ini menempatkan beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah yang meningkatkan resiko serangan jantung atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi mata yang tidak normal terjadi pada seseorang ternyata bisa jadi merupakan pertanda penyakit berat. Karena itu, terus mengontrol keadaan mata Anda secara rutin merupakan upaya pencegahan yang tepat.<br />
Berikut penyakit dan gejala pada mata yang patut Anda ketahui:</p>
<p><strong>Hipertensi/tekanan darah tinggi</strong><br />
Kondisi ini menempatkan beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah yang meningkatkan resiko serangan jantung atau stroke. Tekanan darah tinggi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di retina. Para ahli mata akan melihat semacam gigitan di pembuluh darah di mana mereka saling serang atau perdarahan di belakang retina mata.<br />
<span id="more-341"></span><br />
<strong>Kolesterol tinggi</strong><br />
Kolesterol merupakan zat lemak dalam darah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Gejala yang dilihat pada mata adalah potongan-potongan kolesterol dapat melepaskan diri dari deposit dalam tubuh dan menuju kedalam pembuluh darah retina. Para ahli mata akan melihat penyumbatan kecil berwarna kekuningan di pembuluh darah arteri. Terlihat juga garis putih tipis berwarna yang melingkari bagian dari mata yaitu di iris karena kolesterol terdeposit dalam mata.</p>
<p><strong>Tumor otak</strong><br />
Tumor dalah pertumbuhan jaringan yang dapat menyebabkan kanker (ganas) atau non-kanker (jinak). Gejala yang dilihat pada mata yaitu pembengkakan saraf optik dapat menjadi tanda kemungkinan tumor otak.</p>
<p><strong>Penyakit tiroid</strong><br />
Kelenjar tiroid di leher menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme. Penyakit dapat diebabkan oleh sesuatu yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, tergantung permasalahannya. Gejala pada mata biasanya bisa dilihat dari bola mata yang melotot atau menonjol.</p>
<p><strong>Multiple sclerosis</strong><br />
Multiple sclerosis adalah kecacatan neurologis yang dapat menyebabkan berbagai gejala kelelahan untuk masalah memori. Gejala dilihat pada mata diantaranya terdapat pembengkakan pada saraf optik, penglihatan kabur dan kepekaan terhadap cahaya.</p>
<p><strong>Diabetes</strong><br />
Diabetes disebabkan karena terlalu banyak gula dalam darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Tinggi kadar gula darah merusak pembuluh darah kecil di retina, menyebabkan kebocoran darah dan lemak.</p>
<p><strong>Stroke</strong><br />
Stroke disebabkan oleh penyumbatan atau pendarahan di otak. Pasien mungkin memiliki serangkaian stroke kecil tanpa menyadarinya sebelum penderitaan besar yang dapat mengakibatkan kelumpuhan atau kematian. Pengujian pada mata akan mengungkapkan gumpalan atau partikel kecil dari kolesterol bergerak melalui pembuluh darah di retina saat pemeriksaan mata, yang dapat menunjukkan bahwa seseorang mungkin telah mengalami stroke.</p>
<p>sumber : okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Penyerta pada Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/12/penyakit-penyerta-pada-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/12/penyakit-penyerta-pada-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 04:23:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisme]]></category>
		<category><![CDATA[computer vision]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[AKIBAT terlalu seringnya memandang komputer, selain computer eye syndrome, seseorang bisa juga terpapar penyakit mata yang lain. Seseorang yang bekerja di kantoran bisa juga menderita dry eye syndrome, yaitu kumpulan gejala yang disebabkan keringnya permukaan kornea mata akibat lapisan tear film yang melembapkan dan melumaskan permukaan bola mata telah menjadi rusak.
Bisa pula seseorang menderita astenopia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AKIBAT terlalu seringnya memandang komputer, selain <em>computer eye syndrome</em>, seseorang bisa juga terpapar penyakit mata yang lain. Seseorang yang bekerja di kantoran bisa juga menderita <em>dry eye syndrome</em>, yaitu kumpulan gejala yang disebabkan keringnya permukaan kornea mata akibat lapisan tear film yang melembapkan dan melumaskan permukaan bola mata telah menjadi rusak.</p>
<p>Bisa pula seseorang menderita <em>astenopia</em>, yaitu kumpulan gejala yang terjadi akibat kelelahan mata karena aktivitas mata yang berlebihan dan kurang istirahat. Selain itu, bisa juga terpapar penyakit kelainan refraksi (antara lain <em>miopia </em>atau <em>astigmatisme</em>). Kelainan refraksi adalah adanya gangguan fokus pada penglihatan mata karena jatuh bayangan tidak tepat pada retina di dalam mata sebagai pusat penglihatan. Kelainan refraksi akan membuat penderitanya mengeluh penglihatan buram. Kelainan refraksi yang sering ditemukan akibat pekerjaan adalah miopia atau astigmatisme.<br />
<span id="more-314"></span><br />
<em>Dry eye syndrome, astenopia, computer vision syndrome</em>, kelainan refraksi miopia atau astigmatisme disebabkan faktor-faktor yang berada pada lingkungan kerja tersebut. Pada penyakit mata dry eye, dapat disebabkan lingkungan kerja yang kelembaban udaranya kering akibat AC. Faktor risiko dry eye syndrome adalah terpapar udara kering dari AC secara berlebihan.</p>
<p>Udara kering tersebut akan menguapkan cairan dari pori-pori tubuh dan permukaan bola mata. Untuk menghindarinya, seseorang yang berada di ruangan AC yang cukup lama harus mengonsumsi cairan yang cukup.</p>
<p>Selain dianjurkan mengonsumsi cairan yang cukup, apabila dirasakan mata mulai kering, kedipkanlah mata karena gerakan mengedip akan memompa tear film kembali untuk menyelubungi dan melumaskan bola mata.</p>
<p>Adapun astenopia dapat disebabkan mata kurang beristirahat setelah melihat komputer yang lama, fokus membaca tulisan atau angka-angka yang terlalu lama. Faktor risiko astenopia adalah penggunaan mata secara berlebihan dan kurang istirahat. Dalam pekerjaan administratif, kita dituntut untuk membaca atau membuat banyak tulisan. Huruf-huruf yang dipakai juga bervariasi dari ukuran kecil sampai besar.</p>
<p>Saat mata membaca tulisan tersebut dari jarak dekat atau jarak baca, mata kita melakukan proses akomodasi yang membutuhkan kerja dari otot-otot akomodasi di dalam mata. Apabila aktivitas akomodasi dilakukan terus-menerus, otot-otot tersebut akan kelelahan dan pada akhirnya daya akomodasi berkurang.</p>
<p>Apabila terjadi keletihan otot mata ini maka akan menyebabkan mata terasa iritatif, pegal, terkadang sedikit nyeri, dan dapat disertai penglihatan sedikit buram. Cara menghindarinya adalah dengan mengistirahatkan mata.</p>
<p>Metode mengistirahatkan mata ada berbagai macam yang pada intinya adalah melepaskan akomodasi di mata kita. Ada beberapa rumus yang dapat dipakai, yaitu “20-20-20”, setiap 20 menit melihat jauh pada jarak lebih dari tajam penglihatan 20/20 (atau enam meter), melihat jauh selama 20 detik.</p>
<p>sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/12/penyakit-penyerta-pada-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerja Kantoran, Awas Mata Kering!</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/10/pekerja-kantoran-awas-mata-kering/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/10/pekerja-kantoran-awas-mata-kering/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 02:26:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[penglihatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Masalah lain yang sering menimpa masyarakat terutama di daerah perkotaan adalah mata kering. Mata kering adalah keadaan di mana air mata tidak bisa membasahi mata dengan semestinya.
Air mata dihasilkan oleh kelenjar air (kelenjar lakrimal). Fungsinya untuk membersihkan mata dan mengeluarkan benda-benda asing atau iritan.
Kaum perempuan yang telah memasuki masa menopause juga berisiko tinggi terkena fenomena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah lain yang sering menimpa masyarakat terutama di daerah perkotaan adalah mata kering. Mata kering adalah keadaan di mana air mata tidak bisa membasahi mata dengan semestinya.</p>
<p>Air mata dihasilkan oleh kelenjar air (kelenjar lakrimal). Fungsinya untuk membersihkan mata dan mengeluarkan benda-benda asing atau iritan.</p>
<p>Kaum perempuan yang telah memasuki masa menopause juga berisiko tinggi terkena fenomena yang disebut dry eye ini. Ini karena tubuh yang beranjak tua memproduksi sedikit lemak, sehingga lapisan air mata lebih cepat menguap dan membuat mata lebih cepat kering.<br />
<span id="more-286"></span><br />
Mata kering juga bisa terjadi akibat cuaca yang kurang bersahabat, ruangan ber-AC, asap rokok, dan lensa kontak. Bagi masyarakat perkotaan, semua faktor tersebut mudah sekali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, sehingga mata cenderung jarang berkedip dalam waktu lama, seperti bekerja di depan komputer, bisa memicu dry eye.</p>
<p>Tapi tak perlu khawatir, kondisi ini bisa diatasi air mata buatan. Obat tetes berupa air mata buatan ini bisa dibeli tanpa resep dokter. Dasar pengobatannya adalah menggantikan air mata yang cepat mengering.</p>
<p>Selain itu, sebaiknya hindari faktor penyebab mata kering. Jika sering bekerja di ruangan ber-AC, usahakan untuk sering keluar dari ruangan. Bisa juga dengan cara mengistirahatkan mata setiap 30 menit sekali jika sering menggunakan komputer.</p>
<p>Untungnya sindroma mata kering tidak menyebabkan gangguan penglihatan. Namun, pada kasus yang berat, apalagi bila tidak ditangani segera, dapat menimbulkan kerusakan pada mata, sehingga penglihatan terganggu.</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/10/pekerja-kantoran-awas-mata-kering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Senam Mata, Bikin Awet Muda</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/senam-mata-bikin-awet-muda/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/senam-mata-bikin-awet-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 03:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[rabun ayam]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[SELAIN melatih lengan, kaki, perut, dan dada untuk kebugaran fisik, mata juga ternyata dapat dilatih demi kebaikan indera penglihatan. Memang tak semua pakar sepakat bahwa olahraga mata (eye-robics) dapat membantu mempertahankan penglihatan. Akan tetapi, makin banyak spesialis terapi penglihatan percaya senam mata setiap hari dapat membuat mata Anda awet muda.
&#8220;Logika di balik terapi penglihatan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SELAIN melatih lengan, kaki, perut, dan dada untuk kebugaran fisik, mata juga ternyata dapat dilatih demi kebaikan indera penglihatan. Memang tak semua pakar sepakat bahwa olahraga mata (eye-robics) dapat membantu mempertahankan penglihatan. Akan tetapi, makin banyak spesialis terapi penglihatan percaya senam mata setiap hari dapat membuat mata Anda awet muda.</p>
<p>&#8220;Logika di balik terapi penglihatan ini adalah bila Anda dapat merusak sistem penglihatan karena kebiasaan mengerjakan sesuatu dalam jarak dekat, berarti Anda dapat memulihkannya,&#8221; kata Steven Ritter, O.D., dari State University of New York College of Optometri di New York City.<br />
<span id="more-278"></span><br />
Spesialis terapi penglihatan atau vision therapist dapat meresepkan sampai sekitar 280 macam latihan. Tak satu pun dapat mengatasi masalah penglihatan semua orang. Akan tetapi tidak ada salahnya bila Anda mencoba beberapa di antaranya.</p>
<p>1.Membaca koran dari jauh.<br />
Apabila pekerjaan mengharuskan Anda duduk di depan komputer selama berjam-jam, cobalah yang berikut ini: Tempelkan satu halaman koran pada dinding yang kurang lebih berjarak 2,5 meter dari tempat Anda biasa duduk. Hentikan pekerjaan Anda setiap sekitar sepuluh menit untuk mengarahkan pandangan ke koran tadi. Berusahalah membaca tulisan di koran itu. Kemudian lihat lagi layar komputer Anda. Kerjakan ini berulang-ulang, masing-masing selama 30 detik, sekitar enam kali dalam satu jam. Latihan ini dapat membantu menghindari kekaburan yang sering dialami oleh para operator komputer di penghujung hari kerja.</p>
<p>2. Melempar bola ke dinding.<br />
Berdirilah pada jarak sekitar satu hingga satu setengah meter dari sebuah dinding yang kosong, menghadap ke arah dinding. Minta seorang teman berdiri di belakang Anda kemudian melontarkan sebuah bola tenis ke dinding. Ketika bola itu memantul dari dinding, cobalah menangkapnya. Latihan ini dapat membantu meningkatkan koordinasi tangan/mata Anda.</p>
<p>3. Membaca jempol sendiri.<br />
Acungkan jempol Anda sejauh-jauhnya. Buat gerakan melingkar, huruf X dan tanpa +, dekat dan jauh secara bergantian. Ikuti dengan mata Anda. Sementara itu, usahakan menangkap bayangan ruangan dalam medan pandangan Anda sebanyak mungkin. Teruskan latihan ini dengan sebelah mata tertutup. Ulang dengan sebelah mata yang lain. Ini dapat meningkatkan penglihatan periferal Anda.</p>
<p>4. Mengikuti sorotan lampu senter.<br />
Latihan yang menyenangkan ini dapat meningkatkan kemampuan Anda mengikuti sebuah benda dengan mata. Latihan ini memerlukan seorang teman dan dua buah lampu senter. Berdirilah di sebuah ruangan yang gelap, menghadap ke dinding. Mintalah kepada teman Anda agar menyorotkan lampunya ke dinding dan menggerakkannya dengan gerakan menyapu membentuk sebuah gelombang. Dengan lampu senter yang Anda pegang, ikuti lingkaran cahaya itu sambil berusaha menyeimbangkan sebuah buku yang diletakkan di atas kepala. Dengan begini Anda terpaksa mengikuti gerak cahaya dengan mata, tanpa menggerakkan kepala.</p>
<p>5. Membaca bola.<br />
 Tulis sejumlah huruf atau angka pada sebuah bola softball atau bola dari styrofoam, pasang sebuah kaitan, kemudian gantung bola itu pads langit-langit dengan seutas tali. Makin kecil tulisan Anda, makin sulit latihan ini. Ayunkan bola itu. Cobalah menyebutkan huruf atau angka yang Anda lihat. Latihan ini membantu Anda tetap terampil mengikuti benda bergerak secara fokus.</p>
<p>6. Membuat untaian manik-manik.<br />
Latihan ini melatih kedua mata agar terpusat ke sebuah benda sasaran. Ini juga melatih otak untuk menggunakan kedua mata secara beruama-sama. Ambil benang sepanjang kira-kira 180 cm, masukkan ke dalam lubang tiga buah manik-manik yang mempunyai warna berbeda. Ikat salah satu ujung benang ke dinding dengan ketinggian sejajar mata, sedangkan ujung yang lain nanti Anda pegang di depan hidung. Geser salah satu manik-manik ke ujung dekat dinding, tempatkan manik-manik kedua pada jarak sekitar 120 cm dari hidung, sedangkan yang ketiga pada jarak sekitar 40 cm dari hidung.</p>
<p>Arahkan pandangan Anda ke manik-manik yang paling jauh. Anda akan melihat bayangan dua buah benang membentuk huruf V dengan manik-manik sebagai pusat. Pindahkan arah pandangan Anda ke manik-manik di tengah. Perhatikan huruf X yang terbentuk oleh bayangan benang dengan manik-manik tengah sebagai pusat. Kemudian pindahkan lagi pandangan Anda ke manik-manik paling dekat, dan saksikan huruf X yang serupa. Pindahkan pandangan Anda dari manik-manik sate ke yang lain dengan cepat, dan jangan lupa memperhatikan huruf V atau X yang terbentuk. </p>
<p>Apabila kedua mata Anda bekerja sebagai sebuah tim, Anda selalu harus menyaksikan dua bayangan benang saling menyilang ketika memusatkan perhatian Anda ke salah satu manik-manik. Jika mata Anda tidak bekerja sama, Anda akan menyaksikan pola-pola yang berbeda atau hanya sebuah benang.</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/senam-mata-bikin-awet-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Acanthamoeba Keratitis pada Pengguna Softlens</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/acanthamoeba-keratitis-pada-pengguna-softlens/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/acanthamoeba-keratitis-pada-pengguna-softlens/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 04:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[contact lens]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[soft lens]]></category>
		<category><![CDATA[softlens]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Penggunaan softlens kini semakin menjadi tren di masyarakat. Alat bantu penglihatan yang satu ini memang memudahkan seseorang untuk dapat melihat tanpa harus memakai kacamata. Pada waktu pertama kali menggunakan softlens, pengguna biasanya sudah diingatkan untuk dapat menjaga higienitas softlens. Kurangnya menjaga higienitas dapat mengakibatkan pengguna mengalami acanthamoeba keratitis. Ini merupakan komplikasi pemakaian softlens yang jarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penggunaan softlens kini semakin menjadi tren di masyarakat. Alat bantu penglihatan yang satu ini memang memudahkan seseorang untuk dapat melihat tanpa harus memakai kacamata. Pada waktu pertama kali menggunakan softlens, pengguna biasanya sudah diingatkan untuk dapat menjaga higienitas softlens. Kurangnya menjaga higienitas dapat mengakibatkan pengguna mengalami acanthamoeba keratitis. Ini merupakan komplikasi pemakaian softlens yang jarang sekali terjadi. Namun, kasus ini dapat menjadi sangat serius karena bisa menimbulkan gangguan pada penglihatan, bahkan dapat bertambah parah hingga seseorang kehilangan pandangannya dan akhirnya buta.<br />
<span id="more-231"></span><br />
Acanthamoeba castellani adalah suatu mikroorganisme yang banyak ditemukan pada air terkontaminasi, tanah, sistem pipa limbah rumah tangga, menara pendingin, dan sistem pemanas/ventilasi/pendingin udara. Acanthamoeba castellani akan menyebabkan penyakit mata yang disebut acanthamoeba keratitis.</p>
<p>Acanthamoeba keratitis biasanya berhubungan dengan penggunaan softlens, termasuk lensa silikon hidrogel dan pemakaian lensa kontak yang kaku sepanjang malam untuk memperbaiki orthokeratologi. Acanthamoeba keratitis juga dapat terjadi pada orang yang tidak memakai kontak lensa yaitu mereka yang matanya terkontaminasi oleh air atau tanah. Acanthamoeba keratitis dapat terjadi pada berbagai ras, jenis kelamin, dan usia. Biasanya terjadi pada usia muda dan orang sehat.</p>
<p>Acanthamoeba keratitis sering terjadi karena pasien tidak menyimpan atau mensterilkan lensa kontak dengan benar sehingga mengakibatkan terjadinya infeksi pada mata. Selain dari faktor subjek pengguna, ada pula aktifitas yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit ini yaitu memakai lensa kontak saat berenang atau mandi di pancuran/shower tanpa melepas lensa kontak.</p>
<p>Penegakkan diagnosis acanthamoeba keratitis sangat jarang dilakukan secara tepat pada tahap awal. Penyakit ini biasanya baru dapat terdiagnosa setelah semua usaha pengobatan yang dilakukan mengalami kegagalan. Penderita acanthamoeba keratitis sering mengalami pengobatan yang salah karena penyakit ini sering dikira sebagai herpes simpleks keratitis. Penyakit-penyakit lain yang juga memiliki kemiripan dengan acanthamoeba keratitis adalah keratitis akibat jamur dan keratitis akibat mycobakteri.</p>
<p>Seseorang dengan faktor risiko acanthamoeba keratitis perlu memeriksakan matanya ke dokter apabila dicurigai adanya tanda atau gejala penyakit ini yaitu mata merah, nyeri mata setelah melepas softlens dan bertahan dalam jangka waktu tertentu, keluar air mata terus menerus, sensitif terhadap cahaya/fotofobia, pandangan kabur, dan perasaan adanya sesuatu pada mata. Pada acanthamoeba keratitis yang lebih lanjut dapat terlihat seperti adanya cincin yang menutupi iris mata. Diagnosis dibuktikan dengan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kultur biopsi kornea dengan menemukan bentuk amoebanya (trofozoid/kista), confocal microscope, dan pemeriksaan sitologi. Kotak penyimpanan kontak lensa dan cairan pembersih yang digunakan juga perlu diperiksa untuk ditentukan apakah ikut terkontaminasi atau tidak.</p>
<p>Pada tahap awal perjalanan penyakit, pengobatan biasa dimulai dengan pemberian topikal propamidine isethionate (larutan 1%) secara intensif, polyhexamethylene biguanide (larutan 0,01-0,02%), dan obat tetes mata neomycin. Topikal kortikosteroid juga dapat diberikan untuk mengurangi reaksi radang pada kornea dan untuk mengurangi gejala yang ada. Pada tahap lanjut dari acanthamoeba keratitis, diberikan penatalaksanaan berupa keratoplasty untuk mengurangi progresivitas dari infeksi. Bila organisme telah mencapai sklera mata maka terapi obat dan operasi sudah tidak berhasil lagi.</p>
<p>Tindakan pencegahan utama terhadap acanthamoeba keratitis dilakukan dengan menjaga higienitas softlens dan melakukan perawatan secara benar.</p>
<p>Sumber:<br />
1. Riordan Eva Paul, whitcher John. P. 2007. Vaughan &#038; asbury’s General Ophthalmology edition 17th. McGraw-Hill.<br />
2. McPhee Stephen J., Papadakis Maxine A. 2007. CURRENT Medical Diagnosis &#038; Treatment 2008. McGrawHill.<br />
3. http://www.revoptom.com/handbook/oct02_sec3_2.htm<br />
4. http://www.allaboutvision.com/contacts/acanthamoeba-keratitis.htm<br />
5. http://www2.kompas.com/ver1/Kesehatan/0705/30/172903.htm<br />
6. Stedman’s Electronic Medical Dictionary v5.0</p>
<p>disadur dari : tanyadokteranda.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/acanthamoeba-keratitis-pada-pengguna-softlens/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata Wortel Tak Bisa &#8220;Menyembuhkan&#8221; Mata Minus</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/ternyata-wortel-tak-bisa-menyembuhkan-mata-minus/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/ternyata-wortel-tak-bisa-menyembuhkan-mata-minus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 03:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisma]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisme]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[mata silinder]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[periksa]]></category>
		<category><![CDATA[silindris]]></category>
		<category><![CDATA[wortel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata itu cuma mitos. Termasuk juga pendapat yang mengatakan memakai kacamata terus-terusan akan membuat minus bertambah banyak.
Menurut penelitian ilmiah, wortel memang mengandung banyak vitamin A, tapi kesalahan sistem optik pada mata tidak bisa diperbaiki dengan vitamin A. Ibarat kamera yang lensanya sudah tidak fokus.
Film dari merek berkualitas pun akan merekam gambar yang buram jika lensanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata itu cuma mitos. Termasuk juga pendapat yang mengatakan memakai kacamata terus-terusan akan membuat minus bertambah banyak.<br />
Menurut penelitian ilmiah, wortel memang mengandung banyak vitamin A, tapi kesalahan sistem optik pada mata tidak bisa diperbaiki dengan vitamin A. Ibarat kamera yang lensanya sudah tidak fokus.</p>
<p>Film dari merek berkualitas pun akan merekam gambar yang buram jika lensanya tidak sempurna. Dijelaskan dr. Hadi Prakoso W., Sp.M., &#8220;Orang menganggap vitamin A berperan dalam fungsi penglihatan manusia, tapi sebenarnya vitamin A lebih banyak berperan pada metabolisme sel-sel saraf yang ada di retina. Jadi, banyak makan wortel pun tak dapat mencegah jumlah minus, plus, atau silinder lensa kacamata anak,&#8221; ujar optalmologis dari Jakarta Eye Centre ini.<br />
<span id="more-238"></span><br />
Ada juga anggapan yang mengatakan kacamata jangan terus-terusan dipakai karena malah akan menambah minus. Menurut Hadi, pendapat itu juga tidak logis. Sama dengan anggapan kalau kacamata harus selalu dipakai agar minusnya tak bertambah parah.</p>
<p>Ia menjelaskan, perkembangan ukuran bola mata sama seperti perkembangan tubuh manusia. Lihat saja ukuran bola mata bayi yang lebih kecil ketimbang ukuran bola mata orang dewasa. Hal ini berarti dari masa bayi hingga masa dewasa sebetulnya terjadi perkembangan pada ukuran atau dimensi bola mata. Pada 2 tahun pertama yang sangat berkembang adalah sistem optik di bagian depan mata (segmen depan), yaitu sebesar 60%. Setelah usia 2 tahun seg- men depan masih berkembang tapi sudah tidak begitu pesat.</p>
<p>Segmen belakang, lanjut Hadi, akan tumbuh pesat saat usia anak berkisar antara 4 sampai 15 tahun yang kemudian melambat dan berhenti di sekitar usia 18 tahun. Saat itu, bagian belakang bola mata dimana retina berada makin lama makin panjang sesuai dengan pertambahan usia. Jadi, kalau minus pada mata anak bertambah besar, itu karena jarak retina ke lensa makin panjang sehingga minusnya pun akan bertambah besar. Dengan begitu penambahan minus pada usia pertumbuhan terjadi secara alami.</p>
<p>Nah, kondisi miopia rabun jauh yang parah dapat terlihat melalui USG yang memperlihatkan segmen belakang bola mata yang sangat memanjang. &#8220;Jelas, kan, pertambahan minus sebenarnya tidak bisa dicegah. Banyak orang tua yang datang meminta kiat mencegah bertambahnya minus pada anak. Ya&#8230; itu tidak mungkin kecuali kalau anaknya dibonsai,&#8221; kelakar Hadi.</p>
<p><strong>MENGENAL ORGAN MATA</strong></p>
<p>ORGAN MATA bisa diibaratkan kamera. Bola mata yang terdiri atas kornea mata dan lensa mata merupakan bagian sistem optik yang cara kerjanya sama dengan sistem optik di kamera. Sementara retina yang berfungsi sebagai sensor pada mata bisa dianalogikan sebagai film yang dipasang dalam kamera. Imej semua benda yang dilihat mata, akan difokuskan di retina.</p>
<p>Nah, bila konstruksi bola matanya mengalami ketidaksempurnaan, seperti lensanya tidak sempurna atau tidak sesuai dengan keseluruhan konstruksi bola mata maka fokus bisa jatuh di depan retina atau di belakang retina. Akibatnya mata anak tidak bisa memfokuskan imej benda-benda yang dilihatnya atau disebut refraksi. Kelainan refraksi tak memandang usia, bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa.</p>
<p>Deteksi kelainan refraksi pada anak-anak biasanya berlangsung dengan melihat perilakunya. &#8220;Biasanya orang tua mengeluh, &#8216;Dok anak saya, kok, kalau nonton teve maunya ke depan terus. Kalau disuruh menjauh malah protes. Bisa juga terlihat anak selalu menyipitkan mata atau memiringkan kepalanya setiap nonton teve. Sedangkan pada anak usia sekolah, gejala kelainan refraksi dapat terlihat dari seringnya anak berjalan mendekati papan tulis atau sering kedapatan salah menyalin.&#8221; Untuk mengatasinya anak harus mengenakan lensa buatan berupa kacamata. Dengan alat bantu ini barulah matanya bisa melihat dengan tajam dan bersih.</p>
<p><strong>PENYEBAB REFRAKSI</strong></p>
<p>ASAL TAHU saja, kuat-lemahnya sistem optik pada mata terjadi dengan sendirinya. &#8220;Memang dari sononya sudah begitu. Jadi bisa dikatakan sudah merupakan bawaan lahir.&#8221;</p>
<p>Penyebabnya antara lain, faktor genetik. Sering, kan, pasangan atau salah satu orang tua yang berkacamata memiliki anak yang juga berkacamata. Memang fakta tersebut belum didukung kuat dengan suatu data penelitian, tapi Hadi banyak menemukan kasus seperti itu dalam praktek sehari-hari. &#8220;Gen pembawa bakat kelainan refraksi ini bisa dikatakan kuat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun, tentunya kita tidak dapat menghilangkan fakta, orang tua yang tak berkacamata bisa saja memiliki anak berkacamata. Apa pemicunya jika bukan karena faktor keturunan, menurut Hadi, hingga kini belum diketahui. Apakah frekuensi nonton TV atau duduk di depan komputer yang terlalu sering? &#8220;Pernyataan tersebut belum dibuktikan secara empiris. Lagi pula tidak semua orang yang banyak nonton teve akan mengenakan kacamata bukan?&#8221; tukasnya.</p>
<p>Toh, asumsi tersebut tetap tak ditolaknya 100%. Bisa jadi pemicu makin banyaknya orang berkacamata dipengaruhi pola hidup masyarakat yang sudah berubah. &#8220;Dulu anak-anak memang sudah nonton teve tapi kalau sore masih bisa main layang-layang di luar rumah. Namun, sekarang lingkungan di luar rumah menjadi semakin tak bersahabat sehingga anak jadi lebih sering menghabiskan waktu di rumah, di depan monitor teve atau komputer. &#8220;Tapi sekali lagi hal ini belum pernah dikemukakan secara ilmiah. Jadi kita masih tidak tahu pasti,&#8221; tekannya.</p>
<p><strong>MACAM KELAINAN REFRAKSI</strong></p>
<p>Inilah Beberapa kelainan refraksi yang kerap dijumpai:</p>
<p>* Miopia</p>
<p>Kelainan sering diistilahkan rabun jauh. Terjadi karena sistem optik yang sangat kuat pembiasannya, sehingga fokus bayangan benda yang dilihat akan jatuh di depan retina. Kelainan ini bisa dikoreksi dengan lensa minus. Oleh sebab itu, mata miopia dikenal sebagai mata minus.</p>
<p>* Hipermetropia</p>
<p>Kalau yang ini dikenal dengan istilah rabun dekat. Apa yang terjadi pada rabun dekat merupakan kebalikan dari miopia, yaitu sistem optik yang terlalu lemah sehingga fokus dari bayangan benda yang dilihat akan jatuh di belakang retina. Kelainan ini harus dikoreksi dengan lensa plus sehingga fokusnya maju ke posisi normal. &#8220;Pada bangsa-bangsa di Asia Timur, mata minus atau rabun jauh lebih dominan ketimbang rabun dekat. Namun, di kalangan bangsa Barat atau Arab penderita hipermetropia lebih banyak dibandingkan dengan mata minus,&#8221; ujar Hadi.</p>
<p>* Astigmatisme</p>
<p>Kelainan ini tidak hanya meliputi masalah bagaimana fokus bayangan dibentuk, karena fokus benda yang dilihat terpecah menjadi dua bayangan. Biasanya astimagtisme terjadi karena lengkung datar kornea dan lengkung tegak kornea tidak simetris. Keadaaan ini bisa dianalogikan dengan lengkungan pada sendok. Pada satu sisi ada yang landai sedangkan sisi lainnya terjal. Kalau sistem optik atau suatu lensa terlalu melengkung/terjal maka cahaya yang terbias melalu retina menjadi terlalu dekat. Sedangkan lengkung yang landai membuat fokusnya menjadi terlalu jauh. Akhirnya, imej atau citraan yang jatuh jadi terpecah dua.</p>
<p>Nah, kelainan ini yang oleh orang awam disebut sebagai mata silinder. Namun, terminologi mata silinder ternyata tak tepat karena sebenarnya bukan matanya yang silinder tetapi lensa yang fungsinya mengoreksi keadaan astigmatisme itulah yang bersifat silinder. Jadi, yang ada lensa silinder bukan mata silinder. Kasus astigmatisme banyak dijumpai pada orang Asia.</p>
<p>* Kombinasi Kelainan</p>
<p>Kelainan lensa silinder bisa dibarengi dengan kelainan mata minus atau plus. Kalau kelainan astigmatisme berbarengan dengan kelainan rabun dekat, maka fokus benda yang terlihat terpecah menjadi dua dan jatuhnya di depan retina. Gangguan ini bisa diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa minus. Sedangkan bila dibarengi rabun jauh, fokus benda yang terpecah akan jatuh di belakang retina. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa plus. Intinya menurut Hadi, hampir semua kelainan refraksi dapat diatasi dengan kacamata.</p>
<p><strong>KALAU KELAINAN TERUS BERTAMBAH</strong></p>
<p>JIKA SETELAH lewat usia 18 tahun, minus tetap bertambah, maka penyebabnya tak lain adalah faktor penurunan fungsi sistem optik dan retina pada mata yang bersangkutan. Bisa juga penyebabnya adalah miopia patologis atau keadaan dimana bola mata terus memanjang. Seharusnya, menurut teori, di usia 18 tahun perkembangan bola mata sudah berhenti.</p>
<p>Ada dugaan, miopia patologis ini bisa diperparah dengan kebiasaan banyak membaca. Di saat membaca, otot-otot di sekitar bola mata dikondisikan untuk mengalami kontraksi atau penegangan. Kalau kontraksi otot mata berlangsung terus, maka bola mata bisa semakin memanjang. &#8220;Hanya saja penelitian ini dilakukan pada para penderita miopia, bukan pada orang dengan mata normal. Jadi tak bisa dikatakan banyak membaca akan membuat orang jadi berkacamata,&#8221; ujar Hadi menegaskan.</p>
<p>Kesimpulannya, kacamata hanya berfungsi membantu agar mata dapat melihat lebih jernih dan jelas, bukan untuk mencegah atau justru menambah kelainan yang ada. Juga, apakah kacamata itu dipakai atau tidak, maka tidak akan memberi pengaruh. Hanya saja tentu, kalau kacamata dipakai, anak akan melihat dengan jelas, sedangkan kalau tidak, penglihatannya tetap buram.</p>
<p>Sumber: NAKITA/Faras</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/ternyata-wortel-tak-bisa-menyembuhkan-mata-minus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lasik, Tanggalkan Kacamata untuk Kenyamanan</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisma]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisme]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan]]></category>
		<category><![CDATA[progresif]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[silindris]]></category>
		<category><![CDATA[soft lens]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[GANGGUAN penglihatan bisa diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa mata. Namun, alat bantu tersebut dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja. Saatnya Anda mulai berpikir untuk melakukan bedah refraktif melalui operasi Lasik.
Tindakan koreksi ini diyakini mampu memperbaiki kelainan miopi (rabun jauh), hipermiopi (rabun dekat), presbiopi (pengaruh usia) atau astigmatisma (silinder). Miopi biasa disebut rabun jauh (mata minus), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GANGGUAN penglihatan bisa diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa mata. Namun, alat bantu tersebut dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja. Saatnya Anda mulai berpikir untuk melakukan bedah refraktif melalui operasi Lasik.</p>
<p>Tindakan koreksi ini diyakini mampu memperbaiki kelainan miopi (rabun jauh), hipermiopi (rabun dekat), presbiopi (pengaruh usia) atau astigmatisma (silinder). Miopi biasa disebut rabun jauh (mata minus), yakni mata tidak mampu melihat dalam jarak jauh.</p>
<p>Untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa minus. Hipermetropia adalah rabun dekat (mata plus). Penderita tidak mampu melihat benda dalam jarak dekat. Dengan begitu untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa plus. Adapun astigmatisme, benda yang dilihat pecah menjadi dua. Untuk mengatasi kelainan ini diperlukan lensa silinder.<br />
<span id="more-220"></span><br />
Adapun presbiopia, disebut juga mata tua karena pengaruh usia mata yang tidak mampu melihat atau mengakomodasi benda yang terletak dekat dengan mata. Kelainan yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia, di atas 40 tahun. Kelainan ini membutuhkan lensa plus.</p>
<p>Adapun Lasik atau laser insitu keratomileusis yakni proses mengubah kelengkungan kornea mata dengan sinar laser. Alhasil, sinar yang masuk ke mata jatuh tepat ke bagian retina. Sinar laser untuk operasi Lasik mempunyai gelombang pendek dan berfungsi mengampelas atau mengikis kornea mata.</p>
<p>&#8220;Operasi Lasik adalah pilihan. Saat Anda melakukan aktivitas merasa terganggu menggunakan kacamata atau lensa kontak bisa memilih operasi Lasik. Bila sebaliknya, Anda tidak perlu memilih tindakan ini,&#8221; ucap spesialis mata dari Klinik Mata Nusantara Dr Upik Mahna Dewi SpM.</p>
<p>Secara singkat, prosedur Lasik menggunakan alat mikrokeratom untuk membuka lapisan atas kornea mata. Selanjutnya dilakukan menghilangkan sebagian lapisan kornea. Lapisan atas kornea yang dibuka tadi dikembalikan ke posisi semula untuk menutup daerah yang telah dioperasi. Karena hanya lapisan dalam saja dioperasi, permukaan kornea sama sekali tidak disentuh.</p>
<p>Lasik dilakukan pada pasien tanpa rawat inap dengan anestesi topikal (tetes mata). &#8220;Anda akan tetap sadar selama prosedur berlangsung, yang memakan waktu kurang lebih 10 menit per mata,&#8221; katanya. Berkaitan soal lama atau cepatnya jalan operasi tergantung dari jumlah plus atau minusnya.</p>
<p>Pasien tidak merasakan sakit setelah operasi. Irisan tersebut akan secara alami menyambung sendiri setelah beberapa menit tanpa perlu dijahit sama sekali. Kendati demikian, sebelum melakukan operasi, pasien menjalani serangkaian pemeriksaan lebih detail. Bedah hanya boleh dilakukan pada kondisi mata sehat. Artinya, tidak ada kerusakan pada kornea mata dan ketebalan mencukupi, retina harus bagus, produksi air mata baik dan tekanan bola mata normal.</p>
<p>Selain itu, penderita kecekungan mata terlalu tinggi, glaukoma, mata kering, dan kelainan retina dianjurkan tidak menjalani operasi Lasik. &#8220;Proses tersebut cukup lama untuk memperkecil tingkat kesalahan. Dalam prosedur Lasik tersebut akan diputuskan pasien akan menjalani tindakan operasi atau tidak,&#8221; ucap Upik.</p>
<p>Teknologi Lasik terus mengalami kemajuan, yakni kemunculan iLasik. Era baru dalam bidang Lasik merupakan gabungan dua teknologi canggih yakni intralase dan VISX Advanced.</p>
<p>&#8220;Dalam iLasik, pembuatan flap tidak memakai pisau elektrik, namun dengan mesin laser. Jadi, mata pasien tak tersentuh pisau bedah,&#8221; timpal Spesialis Mata dari Klinik Mata Nusantara Dr Soeharnila, SpM.</p>
<p>Keunggulan lain operasi Lasik adalah mengurangi gejala mata kering, flap lebih tipis. Kemungkinan under atau over correction lebih jarang terjadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mengatasi Mata Kering</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/05/cara-mengatasi-mata-kering/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/05/cara-mengatasi-mata-kering/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 08:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[ORANG yang bekerja di depan komputer selama berjam-jam setiap harinya, atau yang memakai lensa kontak biasanya pernah mengalami mata kering. Penyakit ini juga menjadi masalah umum bagi mereka yang bekerja di daerah berangin, daerah yang berasap, berpolusi, atau dekat dengan bahan-bahan kimia.
Mata kering atau keratocunctivitis sicca (kekeringan pada mata karena kekurangan air mata) biasanya ditandai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ORANG yang bekerja di depan komputer selama berjam-jam setiap harinya, atau yang memakai lensa kontak biasanya pernah mengalami mata kering. Penyakit ini juga menjadi masalah umum bagi mereka yang bekerja di daerah berangin, daerah yang berasap, berpolusi, atau dekat dengan bahan-bahan kimia.<span id="more-128"></span></p>
<p>Mata kering atau keratocunctivitis sicca (kekeringan pada mata karena kekurangan air mata) biasanya ditandai dengan adanya rasa berpasir di mata, tidak nyaman, rasa kering, rasa panas, tidak tahan angin, dan tidak tahan membaca dalam waktu yang lama. Biasanya gejala tersebut akan semakin terasa menjelang malam. Karena itu, kenali beberapa pemicu mata kering agar terhindar.</p>
<ol>
<li>Usahakan untuk mengistirahatkan mata setelah beberapa saat memandang layar komputer. Anda bisa memejamkan mata sejenak agar bola mata bisa dibasahi secara alami dan memandang ke arah selain monitor sambil mengedipkan mata.</li>
<li>Jangan mengarahkan mata ke udara yang berhembus kencang di depan kipas angin, pengering rambut, atau dekat jendela. Sangat dianjurkan pula untuk menggunakan kacamata jika berada di tempat-tempat tersebut. Selain itu, ketika hendak berenang jangan lupa mengenakan kacamata renang untuk menghindari iritasi.</li>
<li>Jika ada waktu, kompreslah mata beberapa menit. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi warna kemerahan dan keletihan pada mata kering. Selain langkah di atas, Anda juga bisa menggunakan obat tetes yang banyak dijual di pasaran. Namun, Anda harus memperhatikan dengan saksama komposisi dari obat tetes mata tersebut agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan obat tetes mata yang baik untuk mata Anda.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/05/cara-mengatasi-mata-kering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
