<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jasa Optik &#187; mata</title>
	<atom:link href="http://jasaoptik.com/tag/mata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jasaoptik.com</link>
	<description>Jasa adalah yang utama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jul 2010 02:34:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penyakit &amp; Gejala pada Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 02:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[katarak]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi mata yang tidak normal terjadi pada seseorang ternyata bisa jadi merupakan pertanda penyakit berat. Karena itu, terus mengontrol keadaan mata Anda secara rutin merupakan upaya pencegahan yang tepat.
Berikut penyakit dan gejala pada mata yang patut Anda ketahui:
Hipertensi/tekanan darah tinggi
Kondisi ini menempatkan beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah yang meningkatkan resiko serangan jantung atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi mata yang tidak normal terjadi pada seseorang ternyata bisa jadi merupakan pertanda penyakit berat. Karena itu, terus mengontrol keadaan mata Anda secara rutin merupakan upaya pencegahan yang tepat.<br />
Berikut penyakit dan gejala pada mata yang patut Anda ketahui:</p>
<p><strong>Hipertensi/tekanan darah tinggi</strong><br />
Kondisi ini menempatkan beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah yang meningkatkan resiko serangan jantung atau stroke. Tekanan darah tinggi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di retina. Para ahli mata akan melihat semacam gigitan di pembuluh darah di mana mereka saling serang atau perdarahan di belakang retina mata.<br />
<span id="more-341"></span><br />
<strong>Kolesterol tinggi</strong><br />
Kolesterol merupakan zat lemak dalam darah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Gejala yang dilihat pada mata adalah potongan-potongan kolesterol dapat melepaskan diri dari deposit dalam tubuh dan menuju kedalam pembuluh darah retina. Para ahli mata akan melihat penyumbatan kecil berwarna kekuningan di pembuluh darah arteri. Terlihat juga garis putih tipis berwarna yang melingkari bagian dari mata yaitu di iris karena kolesterol terdeposit dalam mata.</p>
<p><strong>Tumor otak</strong><br />
Tumor dalah pertumbuhan jaringan yang dapat menyebabkan kanker (ganas) atau non-kanker (jinak). Gejala yang dilihat pada mata yaitu pembengkakan saraf optik dapat menjadi tanda kemungkinan tumor otak.</p>
<p><strong>Penyakit tiroid</strong><br />
Kelenjar tiroid di leher menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme. Penyakit dapat diebabkan oleh sesuatu yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, tergantung permasalahannya. Gejala pada mata biasanya bisa dilihat dari bola mata yang melotot atau menonjol.</p>
<p><strong>Multiple sclerosis</strong><br />
Multiple sclerosis adalah kecacatan neurologis yang dapat menyebabkan berbagai gejala kelelahan untuk masalah memori. Gejala dilihat pada mata diantaranya terdapat pembengkakan pada saraf optik, penglihatan kabur dan kepekaan terhadap cahaya.</p>
<p><strong>Diabetes</strong><br />
Diabetes disebabkan karena terlalu banyak gula dalam darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Tinggi kadar gula darah merusak pembuluh darah kecil di retina, menyebabkan kebocoran darah dan lemak.</p>
<p><strong>Stroke</strong><br />
Stroke disebabkan oleh penyumbatan atau pendarahan di otak. Pasien mungkin memiliki serangkaian stroke kecil tanpa menyadarinya sebelum penderitaan besar yang dapat mengakibatkan kelumpuhan atau kematian. Pengujian pada mata akan mengungkapkan gumpalan atau partikel kecil dari kolesterol bergerak melalui pembuluh darah di retina saat pemeriksaan mata, yang dapat menunjukkan bahwa seseorang mungkin telah mengalami stroke.</p>
<p>sumber : okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/07/penyakit-gejala-pada-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Sembarang Gunakan Tetes Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2010/01/jangan-sembarang-gunakan-tetes-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2010/01/jangan-sembarang-gunakan-tetes-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 04:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[tetes mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Mata kita bentuknya kecil, tetapi fungsinya sangat luar biasa. Bayangkan, sebagian besar pengetahuan kita dapatkan melalui mata. Namun, banyak dari kita yang kerap lalai memeliharanya. Akibatnya berbagai keluhan pun datang.
Iritasi pada mata merupakan keluhan yang sering terjadi. Iritasi mata, dijelaskan Dr. Bondan Harmani, Sp.M, dari RS Mata Aini, Jakarta, merupakan reaksi mata akibat rangsangan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata kita bentuknya kecil, tetapi fungsinya sangat luar biasa. Bayangkan, sebagian besar pengetahuan kita dapatkan melalui mata. Namun, banyak dari kita yang kerap lalai memeliharanya. Akibatnya berbagai keluhan pun datang.</p>
<p>Iritasi pada mata merupakan keluhan yang sering terjadi. Iritasi mata, dijelaskan Dr. Bondan Harmani, Sp.M, dari RS Mata Aini, Jakarta, merupakan reaksi mata akibat rangsangan dari dalam ataupun luar tubuh. &#8220;Ketika mata terangsang, pembuluh darah akan melebar. Hal inilah yang membuat mata berwarna merah,&#8221; ujarnya.<br />
<span id="more-318"></span><br />
Sebenarnya perubahan warna mata menjadi merah itu pertanda tubuh sedang berusaha mengeluarkan zat yang mengganggu mata. Contohnya, jika debu masuk ke mata, mata akan memerah dan berair. Ini merupakan bentuk pertahanan mata terhadap zat asing.</p>
<p>Penyebab iritasi bermacam-macam. Bentuknya pun bisa berupa zat cair, padat, maupun gas. Sebut saja debu, asap kendaraan, batuan kecil atau kerikil, sampai lensa kontak.</p>
<p>Menilik penyebabnya, golongan masyarakat perkotaan lebih rentan terkena iritasi mata. Risiko terkena iritasi mata juga lebih besar bagi mereka yang sering berada di lapangan terbuka.</p>
<p>&#8220;Masyarakat perkotaan seperti Jakarta rentan terkena iritasi mata. Di jalanan saja banyak sekali musuh mata, seperti debu dan asap kendaraan,&#8221; tutur Dr Bondan.</p>
<p><strong>Benteng air mata</strong></p>
<p>Ada pula mata merah yang disebabkan oleh alergi. Mata merah jenis ini mudah datang dan pergi, tergantung kapan alergi tersebut kambuh. Iritasi mata akibat alergi biasanya berlangsung dalam waktu lama. &#8220;Yang harus dilakukan adalah menghindari faktor pencetusnya,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Mata manusia sebenarnya sudah dilengkapi dengan sistem pertahanan yang sangat baik. Benteng itu terdiri dari beberapa lapis, termasuk air mata yang bertugas membersihkan mata. Dengan demikian, sebenarnya iritasi bisa sembuh sendiri tanpa diobati.</p>
<p>&#8220;Hanya saja, seringkali faktor penyebab iritasi sudah terlalu berat, sehingga membutuhkan pertolongan obat luar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Obat luar yang paling sering digunakan dan mujarab adalah obat tetes mata. Obat ini sangat mudah ditemukan, bahkan di toko obat kecil sekalipun. Bisa jadi karena mudah didapat dengan harga terjangkau, banyak orang yang terlalu sering menggunakannya.</p>
<p>&#8220;Gatal sedikit, kasih obat mata. Merah sedikit, diberi lagi. Sebenarnya hal ini tidak baik untuk mata. Kandungan zat yang terdapat dalam obat tetes mata bisa berdampak buruk jika digunakan terlalu sering,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sakit mata karena infeksi kadang tak mempan ditangani dengan obat tetes biasa. Bahkan, obat tetes mata bisa memperburuk penyakitnya. Obat tetes umumnya digunakan untuk mata yang mengalami iritasi, capek, atau kemasukan debu dan kotoran.</p>
<p><strong>Karena penyakit</strong></p>
<p>Ketika kita tidur, kelopak mata akan tertutup, sehingga pasokan oksigen ke area mata berkurang. Untuk menambal kekurangan oksigen tersebut, pembuluh mata akan melebar. Ini yang membuat mengapa mata seseorang terlihat merah sehabis bangun tidur.</p>
<p>Mata merah juga bisa disebabkan oleh kurang tidur. Dan ini tidak perlu tetes mata.</p>
<p>Beberapa penyakit juga bisa mengakibatkan mata merah. Penyakit tuberkulosis (biasa disingkat TB atau TBC) dan cacingan misalnya. Untuk kasus ini, mata merah tidak akan sembuh dengan sendirinya maupun dengan antibiotika.</p>
<p>&#8220;Yang jelas, penderita harus menyembuhkan dulu penyakitnya. Contohnya, mata merah karena cacingan, ya sembuhkan dulu cacingannya. Barulah mata merah akan hilang sendirinya,&#8221; ungkap Dr. Bondan.</p>
<p>Apa pun penyebabnya, jika mata Anda berubah warna menjadi merah, apalagi terasa gatal dan perih, dianjurkan untuk tidak mengucek mata. Tindakan pertolongan pertama dengan membubuhkan obat tetes mata boleh saja dilakukan. Akan lebih baik jika Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.</p>
<p>Sumber: Senior</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2010/01/jangan-sembarang-gunakan-tetes-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layar Ponsel Dapat Membuat Mata Lelah</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/12/layar-ponsel-dapat-membuat-mata-lelah/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/12/layar-ponsel-dapat-membuat-mata-lelah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 05:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi mata lelah, tegang, berair atau gangguan lain tak hanya bisa disebabkan ketika kita menatap layar komputer dalam waktu lama. Namun juga bisa disebabkan oleh layar ponsel. Tak percaya?
Bahkan menurut Dr. Karen Bassichis Saland dari Texas Health Presbyterian Hospital, keluhan gangguan mata yang disebabkan layar ponsel ini akan semakin populer. Hal itu seiring semakin getolnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi mata lelah, tegang, berair atau gangguan lain tak hanya bisa disebabkan ketika kita menatap layar komputer dalam waktu lama. Namun juga bisa disebabkan oleh layar ponsel. Tak percaya?</p>
<p>Bahkan menurut Dr. Karen Bassichis Saland dari Texas Health Presbyterian Hospital, keluhan gangguan mata yang disebabkan layar ponsel ini akan semakin populer. Hal itu seiring semakin getolnya para pengguna ponsel yang berlama-lama menatap perangkat komunikasinya tersebut.<br />
<span id="more-312"></span><br />
Kekhawatiran tersebut memang masih terlalu dini. Tapi ketika seseorang memandang suatu objek dalam waktu lama tanpa berkedip, itu bisa membuat mata mereka tegang, ujar dokter mata ini.</p>
<p>Jika sudah begini, lanjut Karen dilansir The Dallas Morning News dan dikutip detikINET, Selasa (29/9/2009), mata lelah dapat membuat si penderita sakit kepala dan nyeri.</p>
<p>Berikut tips untuk menghindari kondisi mata lelah:</p>
<p>1. Ada kalanya diperlukan tetes mata ketika sudah menatap layar monitor/ponsel lebih dari 30 menit.<br />
2. Bilang ke dokter mata Anda untuk disiapkan kaca mata yang bisa menangkal radiasi dari layar.<br />
3. Hindari menatap layar monitor/ponsel di tengah kegelapan.<br />
4. Istirahatkan mata Anda. Jangan selalu terpaku di depan layar. ( ash / faw )</p>
<p>sumber: detikinet.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/12/layar-ponsel-dapat-membuat-mata-lelah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deteksi Penyakit Tubuh Melalui Mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/11/deteksi-penyakit-tubuh-melalui-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/11/deteksi-penyakit-tubuh-melalui-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 07:21:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[MATA adalah jendela hati. Melalui mata, kita dapat membaca emosi seseorang. Namun tahukah Anda bahwa dari mata, kita juga dapat mengetahui penyakit seseorang, bahkan sebelum orang tersebut merasakan gejalanya?
Kalau diperhatikan, jika kita berkunjung ke dokter di saat sakit, dokter akan memeriksa tubuh kita dengan stetoskop, memeriksa rongga mulut, lalu memeriksa mata meskipun kita tidak sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MATA adalah jendela hati. Melalui mata, kita dapat membaca emosi seseorang. Namun tahukah Anda bahwa dari mata, kita juga dapat mengetahui penyakit seseorang, bahkan sebelum orang tersebut merasakan gejalanya?</p>
<p>Kalau diperhatikan, jika kita berkunjung ke dokter di saat sakit, dokter akan memeriksa tubuh kita dengan stetoskop, memeriksa rongga mulut, lalu memeriksa mata meskipun kita tidak sedang sakit mata. Ini merupakan prosedur lengkap untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang.<br />
<span id="more-288"></span><br />
”Sejak 20 tahun lalu, setiap dokter umum di puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) sudah dibekali dengan pemeriksaan mata dasar,” ungkap Istiantoro, Guru Besar Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang juga menjadi Direktur Jakarta Eye Center (JEC).</p>
<p>Menurut Istiantoro, anak-anak lebih banyak mengalami gangguan refraksi. Sebanyak 10-15 persen anak usia sekolah dasar mengalami gangguan refraksi dan harus menggunakan kacamata. Namun, orangtua juga perlu waspada terhadap gangguan penyakit dengan cara mendeteksi mata sejak dini.</p>
<p>Dokter Spesialis Mata JEC, Ni Retno Setyaningrum, dalam buletin JEC, Eye Sight, mengatakan, mata anak berkembang pesat pada usia tiga bulan hingga tiga tahun. Karena itu, orangtua sebaiknya memeriksakan mata anaknya sejak usia tiga bulan. Gunanya adalah untuk mendeteksi dini bila ada penyakit yang mendasari terjadinya gangguan pada mata.</p>
<p>Berbagai kelainan</p>
<p>Kelainan pada mata yang harus diwaspadai antara lain munculnya bintik putih kemerahan pada selaput mata, mata merah, mata menonjol, dan lain-lain. Jika ditemukan ada bintik putih kemerahan pada mata anak tanpa disertai rasa nyeri, anak tersebut bisa jadi menderita cacingan atau tuberkulosis (TBC). Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan di laboratorium.</p>
<p>Penyakit rematik juga bisa dideteksi melalui mata. Jika mata kita sering merah, lalu sembuh setelah diobati, kemudian merah lagi, itu pertanda ada penyakit rematik.</p>
<p>Gejala rematik bisa timbul di mata karena jaringan pada selaput putih mata (sklera) mirip dengan jaringan otot. Jika jaringan otot mengalami gangguan akibat rematik maka akan menjalar ke mata. Menurut Istiantoro, gangguan di mata kadang-kadang lebih dulu muncul sebelum gangguan di otot.</p>
<p>Pemeriksaan terhadap mata sebaiknya dilakukan jika kita mengalami keluhan seperti mata merah atau pandangan menjadi kabur. ”Jika sejak dini sudah diketahui penyakitnya, dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat untuk penyakitnya,” kata Istiantoro.</p>
<p>Oleh :  Lusiana Indriasari<br />
Sumber : KOMPAS.COM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/11/deteksi-penyakit-tubuh-melalui-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Computer Vision Syndrome</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/10/waspadai-computer-vision-syndrome/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/10/waspadai-computer-vision-syndrome/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 01:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[computer vision syndrome]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[PENGGUNAAN  komputer di lingkungan kerja dan perumahan merupakan salah satu revolusi di bidang teknologi. Instrumen tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan kita serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Pada tahun 2000 dianggap bahwa 75 persen pekerjaan manusia melibatkan komputer.
Salah satu dampak negatif pemakaian komputer yang ekstensif bagi kesehatan adalah gangguan mata yang disebut sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGGUNAAN  komputer di lingkungan kerja dan perumahan merupakan salah satu revolusi di bidang teknologi. Instrumen tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan kita serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Pada tahun 2000 dianggap bahwa 75 persen pekerjaan manusia melibatkan komputer.</p>
<p>Salah satu dampak negatif pemakaian komputer yang ekstensif bagi kesehatan adalah gangguan mata yang disebut sebagai computer vision syndrome (CVS).<br />
<span id="more-290"></span><br />
Menurut The American Optometric Association, CVS adalah kumpulan gejala okuler (mata) maupun non-okuler yang timbul setelah bekerja di depan layar komputer atau video display terminal (VDT).</p>
<p>CVS ditemukan pada 75 persen pekerja yang menggunakan komputer selama 6-9 jam setiap hari. Di Amerika Serikat dan Inggris, CVS dilaporkan terjadi pada 12,4 persen dan 9 persen dari semua pasien yang datang ke dokter mata. Gejala CVS meliputi mata lelah (astenopia atau eyestrain), mata terasa kering, berpasir, atau terasa berat, penglihatan buram, yang dapat disertai sakit kepala (terutama daerah dahi dan bagian kanan atau kiri kepala), nyeri otot leher, dan punggung.</p>
<p><strong>Belum diketahui</strong><br />
Mekanisme terjadinya CVS belum sepenuhnya diketahui, tetapi diduga merupakan gabungan dari faktor permukaan mata, akomodasi, faktor lain di luar mata, karakteristik komputer, serta penataan ruangan kerja.</p>
<p>Permukaan mata yang selalu basah karena dilapisi lapisan air mata (tear film) pada CVS dapat mengalami gangguan oleh lingkungan, seperti penggunaan air conditioner (AC), kipas angin, serta penurunan refleks kedip saat bekerja. Selain itu, permukaan mata dapat mengalami gangguan akibat menurunnya produksi air mata dengan bertambahnya usia, adanya perubahan hormon pada wanita, adanya penyakit tertentu atau konsumsi obat tertentu (misalnya antihistamin atau obat anti-hipertensi), serta penggunaan lensa kontak.</p>
<p>Akomodasi atau perubahan struktur mata dapat melihat secara fokus untuk melihat jarak dekat. Huruf pada layar komputer sangat berbeda pada teks di kertas karena tersusun atas pixels, atau titik-titik yang tersusun membentuk huruf atau angka. Untuk melihat huruf/angka pada layar komputer, mata terus-menerus berakomodasi sehingga menimbulkan kelelahan atau eyestrain. Untungnya, biasanya perubahan pada akomodasi bersifat reversible pada akhir hari atau pada hari libur. Beberapa pakar menganggap bahwa akomodasi akibat penggunaan komputer dapat merangsang miopisasi, tetapi belum dibuktikan dengan penelitian.</p>
<p>Nyeri atau kekakuan otot leher, bahu, dan punggung terjadi akibat pergerakan kepala, leher, dan bahu ke depan, yang cenderung dilakukan pengguna komputer untuk melihat lebih jelas. Keluhan nyeri otot juga terjadi pada pengguna kacamata bifokal atau progresif (pada pekerja yang sudah membutuhkan kacamata plus untuk membaca), di mana mereka cenderung menggerakkan kepala ke belakang saat membaca teks pada kertas, lalu memajukan kepala saat memfokuskan kembali penglihatannya ke layar komputer.</p>
<p>Kualitas display, di mana kontras kurang, akan mempersulit melihat huruf atau angka pada layar komputer. Selain itu, makin tinggi resolusi layar komputer, batas gambar akan makin tegas sehingga mata dapat melihat tanpa akomodasi berlebihan.</p>
<p>Karakter tulisan warna gelap pada dasar yang lebih terang juga menambah kenyamanan dan mengurangi eyestrain. Refresh rate (beberapa kali layar komputer berusaha membentuk gambar per menit, yang dinyatakan dalam satuan Hz) juga memengaruhi: pada refresh rate rendah layar akan berkedip (flicker), yang menimbulkan ketidaknyamanan dan merangsang sakit kepala. Liquid crystal displays (LCD) dinilai mempunyai refresh rates yang lebih baik daripada cathode ray tube (CRT).</p>
<p>Pencahayaan yang kurang baik pada ruangan kerja tentu mengurangi kenyamanan pengguna komputer, tetapi cahaya yang terlalu terang juga menimbulkan glare atau silau pada layar komputer sehingga image pada layar komputer akan kabur.</p>
<p>Sinar alfa, beta, dan sinar X yang dipancarkan layar komputer juga dicurigai dapat mengganggu kesehatan. Namun, beberapa kepustakaan menyatakan memerlukan penelitian lanjut untuk membuktikan hal tersebut.</p>
<p><strong>Mengurangi produktivitas</strong><br />
CVS memang belum dibuktikan dapat menimbulkan gangguan penglihatan dan kesehatan yang berat, tetapi tentunya dapat mengurangi produktivitas dan efisiensi pekerja. CVS perlu disiasati, dengan penatalaksanaan terhadap gangguan mata, penyesuaian lingkungan kerja, dan perbaikan kondisi ergonomik pekerja.</p>
<p>Untuk mengatasi mata kering, dapat dilakukan lubrikasi mata dengan berbagai obat tetes air mata buatan (artificial tears). Pekerja yang mempunyai kelainan refraksi (memerlukan kacamata) perlu dikoreksi dengan power dan model kacamata yang tepat. Istirahatlah secara berkala saat menggunakan komputer, terutama setelah empat jam bekerja terus-menerus guna merelaksasi akomodasi mata.</p>
<p>Sumber cahaya ruangan dapat ditempatkan jauh dari layar komputer, memberikan tirai pada jendela atau memberikan filter antisilau (antiglare filters) pada layar komputer.</p>
<p>Posisi monitor komputer ditempatkan sedemikian rupa sehingga pekerja mencapai posisi ergonomis yang baik. Disarankan jarak layar dengan mata 34-40 cm, dengan letak bagian tengah layar 10-20 derajat (atau 5-6 inci) di bawah garis pandang mata. Postur tubuh harus baik untuk menghindari nyeri otot leher, punggung, bahu, dan kepala.</p>
<p>Gitalisa Adriono, Dokter Ahli Mata, Anggota dan Pengurus Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/10/waspadai-computer-vision-syndrome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerja Kantoran, Awas Mata Kering!</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/10/pekerja-kantoran-awas-mata-kering/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/10/pekerja-kantoran-awas-mata-kering/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 02:26:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[penglihatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Masalah lain yang sering menimpa masyarakat terutama di daerah perkotaan adalah mata kering. Mata kering adalah keadaan di mana air mata tidak bisa membasahi mata dengan semestinya.
Air mata dihasilkan oleh kelenjar air (kelenjar lakrimal). Fungsinya untuk membersihkan mata dan mengeluarkan benda-benda asing atau iritan.
Kaum perempuan yang telah memasuki masa menopause juga berisiko tinggi terkena fenomena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah lain yang sering menimpa masyarakat terutama di daerah perkotaan adalah mata kering. Mata kering adalah keadaan di mana air mata tidak bisa membasahi mata dengan semestinya.</p>
<p>Air mata dihasilkan oleh kelenjar air (kelenjar lakrimal). Fungsinya untuk membersihkan mata dan mengeluarkan benda-benda asing atau iritan.</p>
<p>Kaum perempuan yang telah memasuki masa menopause juga berisiko tinggi terkena fenomena yang disebut dry eye ini. Ini karena tubuh yang beranjak tua memproduksi sedikit lemak, sehingga lapisan air mata lebih cepat menguap dan membuat mata lebih cepat kering.<br />
<span id="more-286"></span><br />
Mata kering juga bisa terjadi akibat cuaca yang kurang bersahabat, ruangan ber-AC, asap rokok, dan lensa kontak. Bagi masyarakat perkotaan, semua faktor tersebut mudah sekali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, sehingga mata cenderung jarang berkedip dalam waktu lama, seperti bekerja di depan komputer, bisa memicu dry eye.</p>
<p>Tapi tak perlu khawatir, kondisi ini bisa diatasi air mata buatan. Obat tetes berupa air mata buatan ini bisa dibeli tanpa resep dokter. Dasar pengobatannya adalah menggantikan air mata yang cepat mengering.</p>
<p>Selain itu, sebaiknya hindari faktor penyebab mata kering. Jika sering bekerja di ruangan ber-AC, usahakan untuk sering keluar dari ruangan. Bisa juga dengan cara mengistirahatkan mata setiap 30 menit sekali jika sering menggunakan komputer.</p>
<p>Untungnya sindroma mata kering tidak menyebabkan gangguan penglihatan. Namun, pada kasus yang berat, apalagi bila tidak ditangani segera, dapat menimbulkan kerusakan pada mata, sehingga penglihatan terganggu.</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/10/pekerja-kantoran-awas-mata-kering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asupan untuk Mata Sehat</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/09/asupan-untuk-mata-sehat/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/09/asupan-untuk-mata-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Mata yang sehat juga didapat dari asupan makanan yang bernutrisi yang sesuai dengan kebutuhan mata. Ada sejumlah zat gizi penting yang memberi manfaat optimal bagi kesehatan mata, salah satunya adalah antioksidan.
Vitamin C, E, dan A tergolong vitamin kaya akan antioksidan yang dapat membantu mencegah gangguan mata terkait dengan usia dan penyakit mata lainnya. Selain itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata yang sehat juga didapat dari asupan makanan yang bernutrisi yang sesuai dengan kebutuhan mata. Ada sejumlah zat gizi penting yang memberi manfaat optimal bagi kesehatan mata, salah satunya adalah antioksidan.</p>
<p>Vitamin C, E, dan A tergolong vitamin kaya akan antioksidan yang dapat membantu mencegah gangguan mata terkait dengan usia dan penyakit mata lainnya. Selain itu, mineral seperti selenium dan zinc juga membantu penyerapan antioksidan.</p>
<p>Sumber antioksidan dapat diperoleh dari buah dan sayur dengan warna cerah, seperti wortel, labu, ubi jalar, anggur, jeruk, dll. Konsentrasi antioksidan lebih melimpah dalam bentuk mentah.<br />
<span id="more-271"></span><br />
Meski demikian, hendaknya asupan antioksidan tidak dalam jumlah berlebihan.</p>
<p><strong>Vitamin A</strong><br />
Dapat diperoleh dari hati, telur, dan sayur seperti wortel maupun bayam. Vitamin A ini penting dalam fungsi retina, juga membantu, mata beradaptasi dengan cahaya terang dan gelap. Vitamin A mengurangi risiko terbentuknya katarak dan degenerasi makular terkait usia.</p>
<p><strong>Vitamin C</strong><br />
Selain memperkuat tulang dan otot serta menjaga kesehatan gigi dan gusi, vitamin C juga penting dalam menjaga kesehatan mata. Vitamin C mampu mengurangi risiko katarak dan degenerasi makular. Sumber vitamin C dapat dijumpai pada jeruk, stroberi, brokoli, dan paprika.</p>
<p><strong>Vitamin E</strong><br />
Vitamin E dikaitkan juga dengan pencegahan katarak dan memperlambat perkembangan katarak. Kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, serta produk yang diperkaya vitamin E adalah sumber vitamin E yang baik.</p>
<p><strong>Selenium dan zinc</strong><br />
Dua komponen ini menjadi mineral kunci untuk membantu proses oksidasi. Mineral tersebut membantu tubuh menyerap antioksidan. Kecukupan mineral ini dalam makanan sehari-hari juga membantu mencegah penyakit mata.</p>
<p>Selenium dapat dijumpai pada makaroni dan keju. Sementara zinc bisa diperoleh dari keju, yogurt, daging merah, dan beberapa sereal yang diperkaya dengan mineral zinc.</p>
<p>Sumber : kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/09/asupan-untuk-mata-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Softlens&#8221;, untuk Siapa Saja?</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/softlens-untuk-siapa-saja/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/softlens-untuk-siapa-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 07:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[contact lens]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[softlens]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[SELAIN kacamata, saat ini banyak juga tersedia softlens sebagai alat bantu penglihatan. Bentuknya yang tipis menempel di bola mata, hingga disebut juga contact lens, terlihat lebih praktis daripada kacamata biasa. Namun, tak semua pengguna kacamata bisa berpindah dengan mudah ke media ini karena softlens sebenarnya hanya cocok untuk mereka yang:

- Ukuran minus matanya sudah banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SELAIN kacamata, saat ini banyak juga tersedia softlens sebagai alat bantu penglihatan. Bentuknya yang tipis menempel di bola mata, hingga disebut juga contact lens, terlihat lebih praktis daripada kacamata biasa. Namun, tak semua pengguna kacamata bisa berpindah dengan mudah ke media ini karena softlens sebenarnya hanya cocok untuk mereka yang:<br />
<span id="more-225"></span><br />
- Ukuran minus matanya sudah banyak (lebih dari minus 4) sehingga kalau memakai kacamata akan terlihat tebal dan terasa berat.</p>
<p>- Ukuran minus mata kanan-kirinya sangat jauh bedanya sehingga kalau memakai kacamata biasa tidak nyaman.</p>
<p>- Banyak beraktivitas di luar ruang yang merasa terganggu kalau memakai kacamata, termasuk juga mereka yang banyak melakukan aktivitas olahraga.</p>
<p>- Kesehatan matanya dinyatakan baik oleh dokter, misalnya kondisi bola matanya tidak mudah teriritasi dan produksi air matanya cukup.</p>
<p>- Membutuhkan estetika penampilan. Ketika seseorang akan menghadiri pesta, supaya penampilannya tidak “terganggu” oleh kacamata, ia bisa beralih sementara ke softlens. Begitu juga mereka yang membutuhkan variasi penampilan karena softlens sekarang berwarna-warni.</p>
<p>sumber: kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/softlens-untuk-siapa-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips bagi pemakai lensa kontak</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/tips-bagi-pemakai-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/tips-bagi-pemakai-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 06:54:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[contact lens]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Berikut beberapa tips bagi anda pemakai lensa kontak:
1. Jangan mandi dan berenang menggunakan lensa kontak.
2. Lepaskan lensa kontak pada saat tidur dimalam hari, untuk menjamin tersedianya oksigen yang cukup bagi kornea mata.
3. Jangan langsung melepas lensa kontak jika tanpa sengaja tertidut dengan masih memakai lensa kontak, karena dapat melukai permukaan kornea mata. Basahilah mata terlebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut beberapa tips bagi anda pemakai lensa kontak:<br />
1. Jangan mandi dan berenang menggunakan lensa kontak.<br />
2. Lepaskan lensa kontak pada saat tidur dimalam hari, untuk menjamin tersedianya oksigen yang cukup bagi kornea mata.<br />
3. Jangan langsung melepas lensa kontak jika tanpa sengaja tertidut dengan masih memakai lensa kontak, karena dapat melukai permukaan kornea mata. Basahilah mata terlebih dahulu dengan tetes mata khusus (lubricant), kedip-kedipkan mata, kemudian lepas lensa kontak.<br />
4. Gunakan lensa kontak terlebih dahulu sebelum menggunakan make up mata.<br />
5. Lepaskan lensa kontak terlebih dahulu sebelum membersihkan make up mata.<br />
6. Bersihkan kuas/spons make up mata secara teratur.<br />
7. Jangan melebihi waktu peace making yang telah ditentukan oleh ahli lensa kontak.<br />
8. Untuk keadaan darurat, bawalah selalu kacamata pada saat bepergian, jika harus melepaskan lensa kontak.<br />
9. Segera hentikan pemakaian lensa kontak jika mengalami gejala iritasi pada mata, dan berkonsultasilah ke dokter mata atau ahli lensa kontak.<br />
<span id="more-197"></span><br />
LENSA KONTAK harus selalu dalam keadaan bersih untuk mencegah terjadinya komplikasi pada mata. Yang paling umum terjadi pada lensa kontak adalah terjadinya deposit protein dan lipid. Sel-sel mati pada permukaan mata kita, bercampur dengan kotoran mata, debu, polusi udara, keringat atau pun make up mata, dapat menempel pada lensa kontak. Jika kotoran ini tidak dapat dibersihkan dengan sempurna, maka akan mengurangi kenyamanan pemakaian lensa kontak, tajam penglihatan maupun lama waktu pemakaian. Lensa kontak yang kotor juga dapat menyebabkan infeksi pada mata.</p>
<p><strong>MEMBERSIHKAN LENSA KONTAK</strong><br />
* Segera bersihkan lensa kontak setelah melepasnya, dengan menggunakan larutan pembersih yang disarankan oleh ahli lensa kontak.<br />
* Jangan mencampur larutan pembersih dengan merek yang berbeda.<br />
* Ikutilah petunjuk yang ada di botol larutan pembersih dan perhatikan tanggal kadaluwarsanya.<br />
* Jangan membersihkan lensa kontak dengan air keran atau air ludah.<br />
* Jika  ingin mengganti merk larutan pembersih dengan yang lain, sebaiknya tanyakan dahulu ke ahli lensa kontak, karena tidak semua larutan pembersih cocok dengan semua jenis bahan lensa kontak.</p>
<p><strong>MENYIMPAN LENSA KONTAK</strong><br />
* Simpanlah lensa kontak dalam tempat lensa kontak dalam larutan perendam.<br />
* Buanglah larutan yang  gunakan untuk merendam lensa kontak setiap kali digunakan.<br />
* Gunakan larutan perendam yang baru dituang dari botol setiap kali  merendam lensa kontak. Larutan perendam yang tidak dibuang dan dipakai berulang kali, merupakan media sangat potensial untuk tumbuhnya bakteri, hal ini dapat menyebabkan infeksi pada mata.<br />
* Cucilah tempat lensa kontak dengan air panas dan biarkan kering dengan menaruhnya terbalik di atas handuk/ tissue.<br />
* Untuk menjamin kebersihan, gantilah tempat lensa kontak Anda setiap 2 bulan sekali dengan yang baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/tips-bagi-pemakai-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rabun Jauh Dominan Diturunkan</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/rabun-jauh-dominan-diturunkan/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/rabun-jauh-dominan-diturunkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Rabun Jauh Dominan Diturunkan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KACAMATA kini sudah bukan barang aneh bagi anak-anak. Pada usia belia, banyak ditemui anak berkacamata, salah satunya akibat menderita mata minus. Untuk mengantisipasi agar mata anak tetap sehat dan tidak menjadi minus, orangtua harus jeli mengenali gejala yangterjadi.</p>
<p>Hal ini karena sering kali anak belum dapat mengutarakan keluhan saat daya penglihatannya menurun. Menurut Ophthalmologist dari Jakarta Eye Center (JEC) dr Iwan Soebijantoro SpM, rabun jauh (myopia) atau mata minus adalah kondisi organ bola mata lebih panjang dari ukuran normal sehingga bayangan sinar tidak sampai tepat di pusat penglihatan (makula).<br />
<span id="more-164"></span><br />
Kelainan sumbu bola matahanya bisa dinormalkan dengan mengoreksi sumbu bola mata agar bayangan sinarbisa tepat diterima makula atau disebut juga gangguan refraksi (membentukbayangan), sebutnya. Untuk mengatasi masalah rabun jauh, maka diberikan lensapembantu (lensa minus). Semakin terlalu panjang sumbu bola mata, semakin jauhbayangan jatuhnya di depan retina. Akibatnya, makin besar pula minus lensa bantuan yang diperlukan.</p>
<p>Rabun jauh bukanlah penyakit, melainkan bawaan faktor keturunan. Namun, ada juga yang tidak, tapi sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebabnya, kata Iwan. Penyebab rabun jauh akibat faktor keturunan, artinya tipikal organ mata orang tua akan menurun pada anak. Jadi, jangan salahkan anak jika dia menonton TV atau membaca dalam jarak terlalu dekat.</p>
<p>Kemungkinan anak memang memiliki kelainan organ bola mata yaitu rabun jauh sehingga tidak bisa melihat secara jelas. Ada baiknya segera lakukan pemeriksaan mata ke dokter mata terdekat. Orangtua terkadang salah kaprah, menganggap rabun jauh akibat dari menonton terlalu dekat. Padahal karena anak memang sudah tidak bisa melihat secara jelas, paparnya. Iwan menambahkan, mitos bahwa vitamin A dapat menurunkan minus ataumencegah rabun jauh tidaklah benar.</p>
<p>Sumber vitamin A seperti wortel dan lain-lainnya bermanfaat bagi sel-sel di layar retina (bagian belakang bola mata), tempat bayangan yang dilihat akan ditangkap lalu dikirimkan ke otak untuk ditafsirkan. Sel-sel retina, selain menangkap penglihatan terang-gelap, juga menafsirkan warna. Jika penyebab kelainan mata adalah gangguan sel-sel saraf retina, masuk akal jika wortel bisa membantu. Namun, rabun jauh lebih sering disebabkan oleh kelainan sumbu bola mata.</p>
<p>Satu-satunya cara agar anak dapat melihat normal adalah dengan memakai kacamata minus. Berapa pun usia anak, jika sudah divonis harus memakai kacamata, sebaiknya rutin dipakai, tegasnya. Seorang anak yang divonis mata rabun jauh, khususnya minus tinggi hingga 4-5, namun tak mulai memakai kacamata, akibatnya saraf mata tidak terangsang untuk melihat atau menjadi kerdil yang sering disebut dengan matamalas (lazy eye).<br />
Jika sudah demikian, mata tidak mampu melihat secara normal meski sudah dibantu dengan kacamata minus, kata Iwan. Penggunaan kacamata juga tidak boleh sembarang. Anak-anak sebaiknya gunakan kacamata dari plastik dan hindari menggunakan lensa kontak, apalagi jika anak masih belum bisa menjaga kebersihan. Biasakan anak untuk mengistirahatkan mata seperti membaca dengan cahaya cukup, istirahat melihat jarak jauh atau menghentikan sejenak kegiatan yang memerlukan penglihatan jarak dekat.</p>
<p>Sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/rabun-jauh-dominan-diturunkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
