<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jasa Optik &#187; miopi</title>
	<atom:link href="http://jasaoptik.com/tag/miopi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jasaoptik.com</link>
	<description>Jasa adalah yang utama</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 06:45:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hal wajib pemakaian Lensa Kontak</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2012/01/hal-wajib-pemakaian-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2012/01/hal-wajib-pemakaian-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 06:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[contact lens]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Lensa kontak banyak menjadi pilihan wanita yang bosan atau tak suka dengan penggunaan kacamata. Sayangnya, penelitian terbaru menemukan banyak pengguna lensa kontak yang malas mengikuti aturan dan cara pemakaian yang tepat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lensa kontak banyak menjadi pilihan wanita yang bosan atau tak suka dengan penggunaan kacamata. Sayangnya, penelitian terbaru menemukan banyak pengguna lensa kontak yang malas mengikuti aturan dan cara pemakaian yang tepat.</p>
<p>Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan saat memakai, melepaskan, membersihkan dan menyimpan lensa kontak. Berikut sembilan aturan tersebut:</p>
<p><span id="more-393"></span></p>
<ul>
<li>Pastikan Anda memilih lensa kontak yang benar-benar sesuai dengan mata Anda. Hindari membeli lensa kontak tanpa memeriksa kondisi mata. Menggunakan lensa kontak yang tepat adalah langkah pertama untuk melindungi mata.</li>
<li>Cuci tangan sebelum memegang lensa kontak. Walau terlihat bersih, belum tentu tangan Anda bebas kuman dan bakteri. Oleh karena itu, jangan malas untuk selalu membersihkannya sebelum Anda memakai, membilas dan melepaskan lensa kontak.</li>
<li>Umumnya lensa kontak aman dikenakan selama delapan jam, lebih dari itu mata berpotensi kekurangan oksigen. Sebaiknya, jika Anda telah memakai lensa kontak sudah sampai delapan jam, segera lepas dan mencucinya. Setelah itu, Anda bisa menggunakannya kembali.</li>
<li>Hindari mencuci lensa kontak dengan air keran karena mengandung mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan mata. Para ahli menyarankan agar selalu menggunakan cairan pembersih khusus saat membersihkan lensa kontak.</li>
<li>Hindari terkena paparan asap, polusi dan angin karena bisa menyebabkan masalah pada lensa kontak sehingga menyebabkan mata menjadi kering. Jika hal ini terjadi, maka cucilah lensa kontak untuk mengembalikan kelembabannya.</li>
<li>Perhatikan mata dengan baik. Jangan teruskan pemakaian lensa kontak jika timbul iritasi atau rasa sakit pada mata Anda. Segera lepas lalu bersihkan sebelum memakainya kembali. Namun jika iritasi tak kunjung reda, segera hubungi dokter mata.</li>
<li>Kebiasaan yang keliru dan berisiko pada pembiakkan kuman adalah mencuci lensa kontak hanya saat akan dipakai. Banyak orang yang salah memperlakukan lensa kontak. Jadi setelah delapan jam dipakai, lensa kontak langsung disimpan dalam cairan perendam, tanpa dicuci lebih dahulu. Kebiasaan yang keliru ini menyebabkan terjadinya pembiakkan kuman di cairan perendam lensa kontak.</li>
<li>Setelah memakainya, cuci lensa kontak, lalu rendam di cairan khusus. Jangan lupa mengganti cairan perendam lensa kontak setiap hari.</li>
<li>Perhatikan masa kedaluwarsa lensa kontak Anda. Segera ganti dengan yang baru jika lensa kontak sudah kedaluwarsa. Jangan sampai haya karena alasan malas atau berhemat menimbulkan risiko kesehatan pada mata Anda.</li>
</ul>
<p>sumber : wolipop.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2012/01/hal-wajib-pemakaian-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda-tanda harus memakai kaca mata</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2011/12/tanda-tanda-harus-memakai-kaca-mata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2011/12/tanda-tanda-harus-memakai-kaca-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 05:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisma]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[silindris]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Mata memegang peranan penting dalam hidup manusia karena 83 persen informasi yang didapatkan seseorang setiap harinya berasal dari mata. Tapi seiring usia atau perilaku yang buruk terhadap mata kadang membuat kemampuan melihat jadi menurun. Untuk membantu penglihatan, kacamata jadi pilihannya.
Kacamata diperlukan untuk membantu seseorang agar bisa melihat lebih jelas dan terang. Tapi kapan seseorang tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata memegang peranan penting dalam hidup manusia karena 83 persen informasi yang didapatkan seseorang setiap harinya berasal dari mata. Tapi seiring usia atau perilaku yang buruk terhadap mata kadang membuat kemampuan melihat jadi menurun. Untuk membantu penglihatan, kacamata jadi pilihannya.</p>
<p>Kacamata diperlukan untuk membantu seseorang agar bisa melihat lebih jelas dan terang. Tapi kapan seseorang tahu bahwa ia membutuhkan kacamata untuk melihat sekitarnya?</p>
<p><span id="more-391"></span>Gangguan penglihatan yang paling umum yang menandakan orang harus pakai kaca mata seperti dikutip dari <em>Ortopadusa.com</em>, adalah:</p>
<ol>
<li> Susah melihat benda baik dengan satu mata atau kedua mata</li>
<li>Harus menyipitkan mata untuk melihat benda-benda pada jarak wajar yang seharusnya dapat dilihat dengan mata normal</li>
<li>Sering mengeluh pandangan kabur atau berbayang ketika melihat dalam objek dalam jarak dekat atau jauh</li>
<li>Sering mengeluh sakit kepala, kemerahan pada mata atau kelelahan pada mata terutama setelah membaca</li>
<li>Membutuhkan jarak pandang dekat dengan objek agar terlihat lebih jelas</li>
<li>Jalan sering kesandung, jatuh dan suka menabrak-nabrak karena tidak bisa fokus lihat objek.</li>
</ol>
<p>Jika melihat gejala atau tanda-tanda tersebut sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar bisa diberikan resep kacamata yang sesuai dengan kondisi mata. Karena jika ukuran minus, plus atau silindrisnya tidak tepat, maka seseorang tidak bisa melihat dengan jelas objek yang dilihatnya.</p>
<p>Setelah diperiksa ke dokter biasanya akan terdeteksi apakah matanya rambut jauh, rambut dekat atau silinder. Kategori untuk ini adalah:</p>
<p><strong>1. Rabun jauh<em> (Myopia)</em></strong><br />
Kondisi ini terjadi jika seseorang tidak bisa melihat benda dalam jarak tertentu atau jauh, sehingga ia harus mendekatkan ke objek agar terlihat jelas. Orang dengan rabun jauh akan dibantu dengan kacamata minus.</p>
<p><strong>2. Rabun dekat <em>(Presbiopia)</em></strong><br />
Gangguan mata yang membuat seseorang tidak bisa melihat objek atau membaca dalam jarak dekat, karenanya ia akan menjauhkan objek agar terlihat jelas. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang tua dan dimulai ketika usia 40an tahun. Orang dengan rabun dekat akan dibantu dengan kacamata plus.</p>
<p><strong>3. Silinder<em> (Astigmatisma)</em></strong><br />
Kondisi ini terjadi ketika lensa mata atau korena tidak simetris (berbentuk lonjong) sehingga sinar yang masuk ke mata tidak bertemu di satu titik retina. Hal ini biasanya dibantu dengan menggunakan kacamata lensa silinder.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2011/12/tanda-tanda-harus-memakai-kaca-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Lasik</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2011/05/mengenal-lasik/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2011/05/mengenal-lasik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 03:07:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[lasik]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[myopia]]></category>
		<category><![CDATA[operasi mata]]></category>
		<category><![CDATA[rabun dekat]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[Singkatan dari laser in-situ keratomileusis, lasik merupakan suatu jenis prosedur bedah yang menjadi sebuah fenomena karena dapat memperbaiki mata bermasalah, seperti rabuh jauh, rabun dekat serta kelainan mata lainnya. Prosedur ini semakin diminati karena aman, efektif, proses penyembuhan mata cepat dan rendahnya tingkat kerisihan.
Apakah lasik itu?
Lasik muncul dari pengembangan berbagai teknik pembedahan refraktif. Intinya, lasik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Singkatan dari laser in-situ keratomileusis, lasik merupakan suatu jenis prosedur bedah yang menjadi sebuah fenomena karena dapat memperbaiki mata bermasalah, seperti rabuh jauh, rabun dekat serta kelainan mata lainnya. Prosedur ini semakin diminati karena aman, efektif, proses penyembuhan mata cepat dan rendahnya tingkat kerisihan.<span id="more-359"></span></p>
<p>Apakah lasik itu?</p>
<p>Lasik muncul dari pengembangan berbagai teknik pembedahan refraktif. Intinya, lasik merupakan proses dua tahap. Pertama, tahap membuat bukaan kecil tipis pada kornea. Kedua, tahap merancang ulang kornea tersebut dengan membuang sebuah jaringan di kornea menggunakan laser. Bukaan kornea tadi kemudian kembalidi tutup dan direkatkan hingga proses penyembuhan selesai.</p>
<p>Bagaimana cara kerja lasik?</p>
<p>Kornea memegang peranan penting dalam lasik karena kornea memegang hampir seluruhnya kekuatan pembiasan pada mata, dimana sumber kekuatan mata yang lain datang dari lensa kristal jernih mata yang alami. Oleh karena itu, memodifikasi bentuk kornea juga berarti merubah status pembiasan pada mata. Inilah prinsip dasar dibalik operasi lasik serrta pembedahan refratif lain pada kornea.</p>
<p>Untuk mengobati rabun jauh (myopia), bagian tengah kornea digepengkan untuk mengurangi kemampuan pembiasan kornea. Untuk mengobati rabun dekat (hyperopia), bagian kornea dipertajam untuk meningkatkan kemampuan pembiasannya. Untuk mengobati kelainan mata seperti pandangan yang tidak jelas (astigmatism), lekukan kornea yang berjarak 90 derajat dari porosnya dibuat sama dan seimbang.</p>
<p>sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2011/05/mengenal-lasik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lasik, Tanggalkan Kacamata untuk Kenyamanan</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisma]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisme]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan]]></category>
		<category><![CDATA[progresif]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[silindris]]></category>
		<category><![CDATA[soft lens]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[GANGGUAN penglihatan bisa diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa mata. Namun, alat bantu tersebut dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja. Saatnya Anda mulai berpikir untuk melakukan bedah refraktif melalui operasi Lasik.
Tindakan koreksi ini diyakini mampu memperbaiki kelainan miopi (rabun jauh), hipermiopi (rabun dekat), presbiopi (pengaruh usia) atau astigmatisma (silinder). Miopi biasa disebut rabun jauh (mata minus), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GANGGUAN penglihatan bisa diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa mata. Namun, alat bantu tersebut dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja. Saatnya Anda mulai berpikir untuk melakukan bedah refraktif melalui operasi Lasik.</p>
<p>Tindakan koreksi ini diyakini mampu memperbaiki kelainan miopi (rabun jauh), hipermiopi (rabun dekat), presbiopi (pengaruh usia) atau astigmatisma (silinder). Miopi biasa disebut rabun jauh (mata minus), yakni mata tidak mampu melihat dalam jarak jauh.</p>
<p>Untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa minus. Hipermetropia adalah rabun dekat (mata plus). Penderita tidak mampu melihat benda dalam jarak dekat. Dengan begitu untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa plus. Adapun astigmatisme, benda yang dilihat pecah menjadi dua. Untuk mengatasi kelainan ini diperlukan lensa silinder.<br />
<span id="more-220"></span><br />
Adapun presbiopia, disebut juga mata tua karena pengaruh usia mata yang tidak mampu melihat atau mengakomodasi benda yang terletak dekat dengan mata. Kelainan yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia, di atas 40 tahun. Kelainan ini membutuhkan lensa plus.</p>
<p>Adapun Lasik atau laser insitu keratomileusis yakni proses mengubah kelengkungan kornea mata dengan sinar laser. Alhasil, sinar yang masuk ke mata jatuh tepat ke bagian retina. Sinar laser untuk operasi Lasik mempunyai gelombang pendek dan berfungsi mengampelas atau mengikis kornea mata.</p>
<p>&#8220;Operasi Lasik adalah pilihan. Saat Anda melakukan aktivitas merasa terganggu menggunakan kacamata atau lensa kontak bisa memilih operasi Lasik. Bila sebaliknya, Anda tidak perlu memilih tindakan ini,&#8221; ucap spesialis mata dari Klinik Mata Nusantara Dr Upik Mahna Dewi SpM.</p>
<p>Secara singkat, prosedur Lasik menggunakan alat mikrokeratom untuk membuka lapisan atas kornea mata. Selanjutnya dilakukan menghilangkan sebagian lapisan kornea. Lapisan atas kornea yang dibuka tadi dikembalikan ke posisi semula untuk menutup daerah yang telah dioperasi. Karena hanya lapisan dalam saja dioperasi, permukaan kornea sama sekali tidak disentuh.</p>
<p>Lasik dilakukan pada pasien tanpa rawat inap dengan anestesi topikal (tetes mata). &#8220;Anda akan tetap sadar selama prosedur berlangsung, yang memakan waktu kurang lebih 10 menit per mata,&#8221; katanya. Berkaitan soal lama atau cepatnya jalan operasi tergantung dari jumlah plus atau minusnya.</p>
<p>Pasien tidak merasakan sakit setelah operasi. Irisan tersebut akan secara alami menyambung sendiri setelah beberapa menit tanpa perlu dijahit sama sekali. Kendati demikian, sebelum melakukan operasi, pasien menjalani serangkaian pemeriksaan lebih detail. Bedah hanya boleh dilakukan pada kondisi mata sehat. Artinya, tidak ada kerusakan pada kornea mata dan ketebalan mencukupi, retina harus bagus, produksi air mata baik dan tekanan bola mata normal.</p>
<p>Selain itu, penderita kecekungan mata terlalu tinggi, glaukoma, mata kering, dan kelainan retina dianjurkan tidak menjalani operasi Lasik. &#8220;Proses tersebut cukup lama untuk memperkecil tingkat kesalahan. Dalam prosedur Lasik tersebut akan diputuskan pasien akan menjalani tindakan operasi atau tidak,&#8221; ucap Upik.</p>
<p>Teknologi Lasik terus mengalami kemajuan, yakni kemunculan iLasik. Era baru dalam bidang Lasik merupakan gabungan dua teknologi canggih yakni intralase dan VISX Advanced.</p>
<p>&#8220;Dalam iLasik, pembuatan flap tidak memakai pisau elektrik, namun dengan mesin laser. Jadi, mata pasien tak tersentuh pisau bedah,&#8221; timpal Spesialis Mata dari Klinik Mata Nusantara Dr Soeharnila, SpM.</p>
<p>Keunggulan lain operasi Lasik adalah mengurangi gejala mata kering, flap lebih tipis. Kemungkinan under atau over correction lebih jarang terjadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rabun Jauh Dominan Diturunkan</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/rabun-jauh-dominan-diturunkan/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/rabun-jauh-dominan-diturunkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Rabun Jauh Dominan Diturunkan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KACAMATA kini sudah bukan barang aneh bagi anak-anak. Pada usia belia, banyak ditemui anak berkacamata, salah satunya akibat menderita mata minus. Untuk mengantisipasi agar mata anak tetap sehat dan tidak menjadi minus, orangtua harus jeli mengenali gejala yangterjadi.</p>
<p>Hal ini karena sering kali anak belum dapat mengutarakan keluhan saat daya penglihatannya menurun. Menurut Ophthalmologist dari Jakarta Eye Center (JEC) dr Iwan Soebijantoro SpM, rabun jauh (myopia) atau mata minus adalah kondisi organ bola mata lebih panjang dari ukuran normal sehingga bayangan sinar tidak sampai tepat di pusat penglihatan (makula).<br />
<span id="more-164"></span><br />
Kelainan sumbu bola matahanya bisa dinormalkan dengan mengoreksi sumbu bola mata agar bayangan sinarbisa tepat diterima makula atau disebut juga gangguan refraksi (membentukbayangan), sebutnya. Untuk mengatasi masalah rabun jauh, maka diberikan lensapembantu (lensa minus). Semakin terlalu panjang sumbu bola mata, semakin jauhbayangan jatuhnya di depan retina. Akibatnya, makin besar pula minus lensa bantuan yang diperlukan.</p>
<p>Rabun jauh bukanlah penyakit, melainkan bawaan faktor keturunan. Namun, ada juga yang tidak, tapi sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebabnya, kata Iwan. Penyebab rabun jauh akibat faktor keturunan, artinya tipikal organ mata orang tua akan menurun pada anak. Jadi, jangan salahkan anak jika dia menonton TV atau membaca dalam jarak terlalu dekat.</p>
<p>Kemungkinan anak memang memiliki kelainan organ bola mata yaitu rabun jauh sehingga tidak bisa melihat secara jelas. Ada baiknya segera lakukan pemeriksaan mata ke dokter mata terdekat. Orangtua terkadang salah kaprah, menganggap rabun jauh akibat dari menonton terlalu dekat. Padahal karena anak memang sudah tidak bisa melihat secara jelas, paparnya. Iwan menambahkan, mitos bahwa vitamin A dapat menurunkan minus ataumencegah rabun jauh tidaklah benar.</p>
<p>Sumber vitamin A seperti wortel dan lain-lainnya bermanfaat bagi sel-sel di layar retina (bagian belakang bola mata), tempat bayangan yang dilihat akan ditangkap lalu dikirimkan ke otak untuk ditafsirkan. Sel-sel retina, selain menangkap penglihatan terang-gelap, juga menafsirkan warna. Jika penyebab kelainan mata adalah gangguan sel-sel saraf retina, masuk akal jika wortel bisa membantu. Namun, rabun jauh lebih sering disebabkan oleh kelainan sumbu bola mata.</p>
<p>Satu-satunya cara agar anak dapat melihat normal adalah dengan memakai kacamata minus. Berapa pun usia anak, jika sudah divonis harus memakai kacamata, sebaiknya rutin dipakai, tegasnya. Seorang anak yang divonis mata rabun jauh, khususnya minus tinggi hingga 4-5, namun tak mulai memakai kacamata, akibatnya saraf mata tidak terangsang untuk melihat atau menjadi kerdil yang sering disebut dengan matamalas (lazy eye).<br />
Jika sudah demikian, mata tidak mampu melihat secara normal meski sudah dibantu dengan kacamata minus, kata Iwan. Penggunaan kacamata juga tidak boleh sembarang. Anak-anak sebaiknya gunakan kacamata dari plastik dan hindari menggunakan lensa kontak, apalagi jika anak masih belum bisa menjaga kebersihan. Biasakan anak untuk mengistirahatkan mata seperti membaca dengan cahaya cukup, istirahat melihat jarak jauh atau menghentikan sejenak kegiatan yang memerlukan penglihatan jarak dekat.</p>
<p>Sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/rabun-jauh-dominan-diturunkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Miopi Bayangi Anak Kota</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/miopi-bayangi-anak-kota/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/miopi-bayangi-anak-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Miopi Bayangi Anak Kota]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERBEDAAN aktivitas melihat menyebabkan anak-anak usia SD di perkotaan berisiko lebih tinggi menderita miopi atau mata minus dibandingkan mereka yang di pedesaan.</p>
<p>Aktivitas sehari-hari antara orang-orang kota dan desa yang berbeda juga memberikan faktor risiko yang berbeda, termasuk pada anak-anak. Hasil penelitian bagian mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) terhadap kondisi mata anak-anak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan hal tersebut.<br />
<span id="more-162"></span><br />
&#8220;Aktivitas belajar pada anak di kota 2,19 jam per hari dan anak di desa 1,39 jam per hari. Hal ini terkait kegiatan mereka melihat televisi, komputer, dan video game,&#8221; ungkap dokter spesialis mata UGM Prof dr Suhardjo, di Bagian Poliklinik Mata RSP Sardjito, Yogyakarta, belum lama ini.</p>
<p>Dengan aktivitas seperti itu, rata-rata pertambahan nilai minus pada anak sekolah daerah perkotaan mencapai minus 0,83 dioptri dan pertambahan nilai minus pada anak sekolah dasar daerah pedesaan sebesar 0,61 dioptri.</p>
<p>Miopi atau biasa juga disebut sebagai rabun jauh merupakan jenis kerusakan mata yang disebabkan pertumbuhan bola mata yang terlalu panjang atau lengkungan kornea yang terlalu cekung. Mata minus hingga 3.00 dioptri (ukuran kekuatan fokus lensa) dapat dikategorikan ringan. 3.00-6.00 dioptri masuk dalam kategori sedang dan 6.00 atau lebih termasuk dalam kategori berat.</p>
<p>Mata minus atau miopia mungkin tidak asing lagi bagi kita. Banyak orang di sekitar kita yang menggunakan kacamata untuk mengoreksi kelainan mata yang mereka alami. Kelainan mata miopi memang tak terlalu serius.</p>
<p>Pada umumnya miopi akan stabil jika proses pertumbuhan telah berhenti dan akan menjadi normal setelah dikoreksi dengan kacamata. Namun, miopi tinggi (degeneratif miopia) merupakan kondisi kronik yang dapat menimbulkan masalah lebih berat karena berkaitan dengan perubahan degeneratif pada bagian belakang mata.</p>
<p>Gangguan ini terjadi bila cahaya jatuh di depan retina sehingga objek yang dekat dapat terlihat dengan jelas. Sementara objek yang jauh terlihat buram. Kondisi ini bisa memburuk hingga membuat si penderita mengalami kesulitan melihat fokus pada objek yang sudah sangat dekat.</p>
<p>Pada miopi tinggi, si penderita harus lebih waspada. Karena proses degenerasi yang terjadi pada mata dapat menyebabkan retina menjadi rusak, lepas atau dapat menyebabkan perubahan lain. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/miopi-bayangi-anak-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Periksakan Mata Anda Dua Kali Setahun!</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/periksakan-mata-anda-dua-kali-setahun/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/periksakan-mata-anda-dua-kali-setahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 06:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[periksa]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Periksakan Mata Anda Dua Kali Setahun!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PEMERIKSAAN kesehatan mata rutin minimal dua tahun sekali dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan dan mendeteksi penyakit sistemik seperti diabetes. Sayang, banyak yang mengabaikannya.</p>
<p>Hal ini didapatkan berdasarkan survei yang dilakukan American Optometric Association, yang diumumkan melalui Dr Andrew Iwach, yang juga bertindak selaku juru bicara. Orang yang memakai kacamata ataupun lensa kontak terbilang cukup banyak, yakni 81 persen dari keseluruhan populasi. Ironisnya, 1 dari 5 orang mengaku sudah lebih dari dua tahun tidak berkunjung ke dokter mata.<br />
<span id="more-159"></span><br />
Ahli optometri dari Brainerd Minn, Dr Kerry Beebe, mengungkapkan deteksi dini gangguan mata amatlah penting. Pasalnya, manakala seseorang menyadari dirinya telah kehilangan penglihatannya, biasanya sudah terlambat untuk mengejar kesempatan mendapatkan pengobatan.</p>
<p>Sebagai contoh adalah kasus hilangnya penglihatan pada penderita glaukoma, suatu penyakit yang merusak saraf optik (saraf mata) dan mengakibatkan penyempitan lapang pandang. Umumnya penderita baru menyadari adanya blindspot (titik buta) saat kerusakan serabut syaraf optik sudah parah. Bila seluruh serabut syaraf rusak, kebutaan total tak terhindarkan.</p>
<p>Sejumlah gangguan mata dapat merupakan penanda awal dari diabetes. Dalam dunia kedokteran dikenal istilah retinopati diabetika, di mana pembuluh darah retina yang rusak akibat diabetes bisa mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina. Pada keadaan lebih lanjut bisa terjadi perdarahan dan pertumbuhan jaringan ikat di dalam bola mata. Jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan.</p>
<p>Sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/periksakan-mata-anda-dua-kali-setahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Anak Harus Berkacamata?</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/mengapa-anak-harus-berkacamata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/mengapa-anak-harus-berkacamata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 02:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;MAMA, mataku kok kabur ya?&#8221; Bila ungkapan itu kerap dikeluhkan anak Anda, segera periksakan ke dokter. Siapa tahu si kecil memang sudah perlu kacamata.
Wah, tapi masak kecil-kecil sudah berkacamata? Apa tidak seperti orangtua?&#8221; Orangtua sebaiknya tidak melontarkan kalimat yang demikian. Jangan pula terlalu pesimistis bahwa anaknya akan minder kalau harus berkacamata.

&#8220;Masalah sering kali datang karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;MAMA, mataku kok kabur ya?&#8221; Bila ungkapan itu kerap dikeluhkan anak Anda, segera periksakan ke dokter. Siapa tahu si kecil memang sudah perlu kacamata.</p>
<p>Wah, tapi masak kecil-kecil sudah berkacamata? Apa tidak seperti orangtua?&#8221; Orangtua sebaiknya tidak melontarkan kalimat yang demikian. Jangan pula terlalu pesimistis bahwa anaknya akan minder kalau harus berkacamata.<br />
<span id="more-155"></span><br />
&#8220;Masalah sering kali datang karena persepsi orangtua. Jangan dibilangin: Nanti anaknya minder!&#8217;. Padahal, siapa tahu si anak sebetulnya tidak merasa minder. Orangtua seharusnya menanamkan mental yang baik agar anak siap dan mau berkacamata,&#8221; kata psikolog anak di RS Pluit Jakarta, Rosdiana Tarigan MPsi MHPEd.</p>
<p>Saat ini, banyak anak-anak yang sejak usia TK atau bahkan balita yang &#8220;bermata empat&#8221; alias mengenakan kacamata. Di Amerika Serikat misalnya, tak kurang dari 60 juta anak-anak menggantungkan penglihatannya pada lensa kacamata.</p>
<p>Gangguan penglihatan pada anak umumnya disebabkan kelainan refraksi, yaitu mata tidak bisa memfokuskan penglihatan tepat di retina. Ketidakmampuan melihat jauh atau myop merupakan kasus tersering terjadi pada anak, dan kacamata berlensa negatif (minus) menjadi solusi.</p>
<p>&#8220;Gangguan refraksi atau gangguan kacamata biasanya paling sering terjadi pada anak-anak usia sekolah. Ini diketahui dari keluhan si anak atau kadang gurunya yang melapor ke orangtua bahwa anaknya kalau melihat tulisan di papan tulis suka maju ke depan atau sering kali salah dalam menulis,&#8221; ungkap spesialis mata dari Jakarta Timur Eye Center, dr Setiyo Budi Riyanto SpM.</p>
<p>Selain di sekolah, orangtua juga seharusnya mulai curiga bila saat anak menonton televisi di rumah sering kali bergeser mendekat ke televisi. &#8220;Jarak normal nonton TV sekitar lima meter. Bagi anak yang matanya terganggu mungkin terlihat kurang jelas,sehingga dia akan terus mendekat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Jika tanda-tanda tersebut berulang kali terlihat, apalagi bila disertai keluhan langsung dari si anak, sebaiknya orangtua segera membawanya ke dokter mata untuk pemeriksaan lebih lanjut. &#8220;Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelainan yang mengharuskan anak memakai kacamata, sebaiknya kacamata dipakai terus agar pada saat dewasa tidak terjadi lazy eyes atau ambliophia,&#8221; tegasnya seraya mengingatkan bahwa ambliophia tidak bisa dikoreksi dengan lensa ukuran berapa pun.</p>
<p>Memiliki mata yang sehat dan normal tentu menjadi harapan semua orang. Untuk menjaganya, perlu penerapan pola hidup dan kebiasaan sehat sejak dini seperti tidak membaca di tempat gelap dan menonton TV tidak terlalu dekat. Namun, itu saja tidak cukup. Pasalnya, kelainan mata juga bisa disebabkan faktor keturunan.</p>
<p>&#8220;Orangtua harus memastikan pada dokter apakah kelainan mata disebabkan keturunan atau karena kebiasaan yang buruk. Kadang pada kasus keturunan, perubahan pola hidup pun tidak berpengaruh,&#8221; tukas Rosdiana.</p>
<p>Pernyataan Rosdiana diperjelas oleh dr Setiyo yang mengatakan bahwa ke-lainan mata seperti minus tidak bisa diobati dengan rajin minum jus wortel sekalipun. Namun, pola hidup yang menjaga mata tidak cepat lelah dapat mengurangi risiko kerusakan mata yang lebih parah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/mengapa-anak-harus-berkacamata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Cegah Hilangnya Penglihatan</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/cara-cegah-hilangnya-penglihatan/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/cara-cegah-hilangnya-penglihatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 05:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[PEMERIKSAAN kesehatan mata rutin minimal dua tahun sekali dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan dan mendeteksi penyakit sistemik seperti diabetes. Sayang, banyak yang mengabaikannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PEMERIKSAAN kesehatan mata rutin minimal dua tahun sekali dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan dan mendeteksi penyakit sistemik seperti diabetes. Sayang, banyak yang mengabaikannya.</p>
<p>Mata adalah jendela hati. Rasa sedih atau bahagia bisa berawal dari pandangan mata. Kita mengenal konsep indah, serasi, warna dan bentuk juga tak lepas dari peran indra penglihatan. Sayangnya, kebanyakan orang tidak mengindahkan anjuran memeriksakan kesehatan mata secara rutin minimal enam bulan sekali.<br />
<span id="more-152"></span><br />
Jangankan melakukan pemeriksaan mata sebagai langkah pencegahan, mereka yang sudah memiliki gangguan penglihatan pun acapkali malas untuk berkunjung ke dokter. Hal ini juga terjadi di Amerika, seperti yang dilaporkan dalam sebuah survei terbaru di negara adidaya tersebut.</p>
<p>Berdasarkan survei yang dilakukan American Optometric Association, orang yang memakai kacamata ataupun lensa kontak terbilang cukup banyak, yakni 81 persen dari keseluruhan populasi. Ironisnya, 1 dari 5 orang mengaku sudah lebih dari dua tahun tidak berkunjung ke dokter mata.</p>
<p>Kondisi ini dapat memburuk, terutama pada mereka yang tidak menggunakan lensa pengoreksi (corrective lens), semisal pada masalah mata minus atau plus. Pada kelompok ini, 3 dari 5 orang mengaku belum melakukan uji penglihatan selama lebih dari dua tahun.</p>
<p>Para dokter meyakini hal tersebut disebabkan mayoritas gangguan penglihatan tampak tidak jelas dan karena orang umumnya tidak menjadwalkan kunjungan ke dokter mata sebagai sesuatu yang rutin.</p>
<p>&#8220;Ya, mungkin kita sibuk. Sebagian besar dari kita mungkin memiliki penglihatan yang bagus sehingga kita merasa baik-baik saja, tidak ada masalah apa pun. Kenyamanan inilah yang kerap membuat kita terlalu berpuas diri,&#8221; ungkap ahli mata dari the University of California di San Francisco, Amerika, Dr Andrew Iwach, yang juga bertindak selaku juru bicara American Academy of Ophthalmology.</p>
<p>Survei yang dilakukan American Academy of Ophthalmology kian menguatkan asumsi tersebut. Hanya 28 persen orang yang disurvei yang merasa bahwa dirinya memiliki risiko terkena penyakit mata tertentu, dan hanya 23 persen yang menaruh perhatian akan kekhawatiran kehilangan penglihatan.</p>
<p>Ahli optometri dari Brainerd Minn, Dr Kerry Beebe, mengungkapkan, deteksi dini gangguan mata amatlah penting. Pasalnya, manakala seseorang menyadari dirinya telah kehilangan penglihatannya, biasanya sudah terlambat untuk mengejar kesempatan mendapatkan pengobatan.</p>
<p>Selama ini kebanyakan orang beralasan bahwa penglihatannya tidak bermasalah, mata tidak sakit dan terlihat baik-baik saja. &#8220;Mereka tidak menyadari bahwa banyak sekali penyakit mata yang tidak memunculkan gejala pada stadium awalnya,&#8221; tandas Beebe yang juga seorang juru bicara di American Optometric Association.</p>
<p>Sebagai contoh adalah kasus hilangnya penglihatan pada penderita glaukoma, suatu penyakit yang merusak saraf optik (saraf mata) dan mengakibatkan penyempitan lapang pandang.</p>
<p>Umumnya penderita baru menyadari adanya blindspot (titik buta) saat kerusakan serabut saraf optik sudah parah. Bila seluruh serabut saraf rusak, kebutaan total tak terhindarkan.</p>
<p>&#8220;Bersamaan Anda menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal, sesungguhnya telah terjadi penurunan fungsi penglihatan yang nyata yang dapat mengarah pada hilangnya penglihatan,&#8221; kata Iwach. &#8220;Namun jika kita sigap menanganinya lebih awal, banyak hal yang masih bisa diselamatkan,&#8221; imbuhnya seraya mengungkapkan bahwa pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu mendeteksi kemungkinan terjadinya gangguan mata tersebut.</p>
<p>&#8220;Mata adalah organ yang unik, di mana kami dapat melihat pembuluh darah, nadi dan saraf secara jelas, bahkan hingga ke bagian belakang mata dan saraf optik. Melalui pemeriksaan mata, kita juga dapat mengetahui kemungkinan adanya penyakit sistemik,&#8221; tutur Iwach.</p>
<p>Ia mencontohkan, sejumlah gangguan mata dapat merupakan penanda awal dari diabetes. Dalam dunia kedokteran dikenal istilah retinopati diabetika, di mana pembuluh darah retina yang rusak akibat diabetes bisa mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina. Pada keadaan lebih lanjut bisa terjadi perdarahan dan pertumbuhan jaringan ikat di dalam bola mata. Jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan.</p>
<p>Sebagai langkah pencegahan, The American Optometric Association merekomendasikan orang dewasa untuk mengecek kondisi kesehatan mata setidaknya setiap dua tahun sekali. Ini penting dilakukan sekalipun tidak ada keluhan penglihatan apa pun. Sementara bayi dan anak-anak harus dicek kesehatan matanya pada usia 6 bulan, 3 tahun, sebelum masuk SD, dan selanjutnya setiap dua tahun sekali.</p>
<p>Survei yang dilakukan The American Optometric Association mengungkap bahwa 8 dari 10 anak tidak pernah mendapatkan pemeriksaan mata hingga menginjak usia setahun. &#8220;Orang tua mungkin melihatnya baik-baik saja, anaknya tidak mengeluh apa pun, jadi tidak masalah. Padahal, perlu diingat bahwa anak usia setahun belum memiliki acuan atau perbandingan objek apa saja yang seharusnya dapat mereka lihat. Jadi, kalaupun ada sesuatu yang salah, mereka tidak akan mengatakannya karena tidak tahu,&#8221; papar Beebe.</p>
<p>Bagi Anda yang mulai menginjak usia 40, panduan terbaru dari the American Academy of Ophthalmology juga menyarankan kunjungan ke dokter spesialis mata (ahli opthalmology) setidaknya sekali.</p>
<p>Menurut Iwach, hasil konsultasi dan tes mata ini dapat mengungkapkan kemungkinan adanya faktor risiko gangguan penglihatan, terutama yang rentan dialami pada usia senja seperti halnya katarak.</p>
<p>Sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/cara-cegah-hilangnya-penglihatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehat Memakai Lensa Kontak</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/sehat-memakai-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/sehat-memakai-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 06:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[softlens]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya, lensa kontak lebih bermanfaat sebagai alat kosmetik daripada alat bantu melihat. Mengingat lensa diletakkan tepat di tengah mata, peluang untuk timbulnya masalah pun cukup besar.

&#8220;Yang pasti, lensa kontak akan membuat mata kering. Masalah yang paling sering timbul dari pemakaian lensa kontak adalah infeksi di kornea karena kuman masuk ke mata melalui lensa kontak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya, lensa kontak lebih bermanfaat sebagai alat kosmetik daripada alat bantu melihat. Mengingat lensa diletakkan tepat di tengah mata, peluang untuk timbulnya masalah pun cukup besar.<br />
<span id="more-138"></span><br />
&#8220;Yang pasti, lensa kontak akan membuat mata kering. Masalah yang paling sering timbul dari pemakaian lensa kontak adalah infeksi di kornea karena kuman masuk ke mata melalui lensa kontak yang tak bersih,&#8221; kata dr Florence Meilani Manurung, SpM, dari Jakarta Eye Center.</p>
<p>Solusinya, disiplin merawat lensa kontak dan mata. &#8220;Pemakai lensa kontak harus rajin membersihkan lensa setiap akan dipakai, tak boleh terburu-buru. Di samping itu, harus sering menetesi mata dengan cairan khusus dan lepaskan lensa setiap hendak tidur,&#8221; papar Florence.</p>
<p>Jika Anda tak siap &#8216;repot&#8217; melakukan semua itu setiap hari, sebaiknya hindari mengenakan lensa kontak. &#8220;Jangan anggap lensa kontak sebagai pengganti mata. Pemakai lensa kontak juga harus sedia kacamata untuk dipakai saat matanya beristirahat dari lensa,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sumber: kompas.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/sehat-memakai-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

