<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jasa Optik &#187; miopy</title>
	<atom:link href="http://jasaoptik.com/tag/miopy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jasaoptik.com</link>
	<description>Jasa adalah yang utama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2010 07:13:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ternyata Wortel Tak Bisa &#8220;Menyembuhkan&#8221; Mata Minus</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/ternyata-wortel-tak-bisa-menyembuhkan-mata-minus/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/ternyata-wortel-tak-bisa-menyembuhkan-mata-minus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 03:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisma]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisme]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[mata silinder]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[periksa]]></category>
		<category><![CDATA[silindris]]></category>
		<category><![CDATA[wortel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata itu cuma mitos. Termasuk juga pendapat yang mengatakan memakai kacamata terus-terusan akan membuat minus bertambah banyak.
Menurut penelitian ilmiah, wortel memang mengandung banyak vitamin A, tapi kesalahan sistem optik pada mata tidak bisa diperbaiki dengan vitamin A. Ibarat kamera yang lensanya sudah tidak fokus.
Film dari merek berkualitas pun akan merekam gambar yang buram jika lensanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata itu cuma mitos. Termasuk juga pendapat yang mengatakan memakai kacamata terus-terusan akan membuat minus bertambah banyak.<br />
Menurut penelitian ilmiah, wortel memang mengandung banyak vitamin A, tapi kesalahan sistem optik pada mata tidak bisa diperbaiki dengan vitamin A. Ibarat kamera yang lensanya sudah tidak fokus.</p>
<p>Film dari merek berkualitas pun akan merekam gambar yang buram jika lensanya tidak sempurna. Dijelaskan dr. Hadi Prakoso W., Sp.M., &#8220;Orang menganggap vitamin A berperan dalam fungsi penglihatan manusia, tapi sebenarnya vitamin A lebih banyak berperan pada metabolisme sel-sel saraf yang ada di retina. Jadi, banyak makan wortel pun tak dapat mencegah jumlah minus, plus, atau silinder lensa kacamata anak,&#8221; ujar optalmologis dari Jakarta Eye Centre ini.<br />
<span id="more-238"></span><br />
Ada juga anggapan yang mengatakan kacamata jangan terus-terusan dipakai karena malah akan menambah minus. Menurut Hadi, pendapat itu juga tidak logis. Sama dengan anggapan kalau kacamata harus selalu dipakai agar minusnya tak bertambah parah.</p>
<p>Ia menjelaskan, perkembangan ukuran bola mata sama seperti perkembangan tubuh manusia. Lihat saja ukuran bola mata bayi yang lebih kecil ketimbang ukuran bola mata orang dewasa. Hal ini berarti dari masa bayi hingga masa dewasa sebetulnya terjadi perkembangan pada ukuran atau dimensi bola mata. Pada 2 tahun pertama yang sangat berkembang adalah sistem optik di bagian depan mata (segmen depan), yaitu sebesar 60%. Setelah usia 2 tahun seg- men depan masih berkembang tapi sudah tidak begitu pesat.</p>
<p>Segmen belakang, lanjut Hadi, akan tumbuh pesat saat usia anak berkisar antara 4 sampai 15 tahun yang kemudian melambat dan berhenti di sekitar usia 18 tahun. Saat itu, bagian belakang bola mata dimana retina berada makin lama makin panjang sesuai dengan pertambahan usia. Jadi, kalau minus pada mata anak bertambah besar, itu karena jarak retina ke lensa makin panjang sehingga minusnya pun akan bertambah besar. Dengan begitu penambahan minus pada usia pertumbuhan terjadi secara alami.</p>
<p>Nah, kondisi miopia rabun jauh yang parah dapat terlihat melalui USG yang memperlihatkan segmen belakang bola mata yang sangat memanjang. &#8220;Jelas, kan, pertambahan minus sebenarnya tidak bisa dicegah. Banyak orang tua yang datang meminta kiat mencegah bertambahnya minus pada anak. Ya&#8230; itu tidak mungkin kecuali kalau anaknya dibonsai,&#8221; kelakar Hadi.</p>
<p><strong>MENGENAL ORGAN MATA</strong></p>
<p>ORGAN MATA bisa diibaratkan kamera. Bola mata yang terdiri atas kornea mata dan lensa mata merupakan bagian sistem optik yang cara kerjanya sama dengan sistem optik di kamera. Sementara retina yang berfungsi sebagai sensor pada mata bisa dianalogikan sebagai film yang dipasang dalam kamera. Imej semua benda yang dilihat mata, akan difokuskan di retina.</p>
<p>Nah, bila konstruksi bola matanya mengalami ketidaksempurnaan, seperti lensanya tidak sempurna atau tidak sesuai dengan keseluruhan konstruksi bola mata maka fokus bisa jatuh di depan retina atau di belakang retina. Akibatnya mata anak tidak bisa memfokuskan imej benda-benda yang dilihatnya atau disebut refraksi. Kelainan refraksi tak memandang usia, bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa.</p>
<p>Deteksi kelainan refraksi pada anak-anak biasanya berlangsung dengan melihat perilakunya. &#8220;Biasanya orang tua mengeluh, &#8216;Dok anak saya, kok, kalau nonton teve maunya ke depan terus. Kalau disuruh menjauh malah protes. Bisa juga terlihat anak selalu menyipitkan mata atau memiringkan kepalanya setiap nonton teve. Sedangkan pada anak usia sekolah, gejala kelainan refraksi dapat terlihat dari seringnya anak berjalan mendekati papan tulis atau sering kedapatan salah menyalin.&#8221; Untuk mengatasinya anak harus mengenakan lensa buatan berupa kacamata. Dengan alat bantu ini barulah matanya bisa melihat dengan tajam dan bersih.</p>
<p><strong>PENYEBAB REFRAKSI</strong></p>
<p>ASAL TAHU saja, kuat-lemahnya sistem optik pada mata terjadi dengan sendirinya. &#8220;Memang dari sononya sudah begitu. Jadi bisa dikatakan sudah merupakan bawaan lahir.&#8221;</p>
<p>Penyebabnya antara lain, faktor genetik. Sering, kan, pasangan atau salah satu orang tua yang berkacamata memiliki anak yang juga berkacamata. Memang fakta tersebut belum didukung kuat dengan suatu data penelitian, tapi Hadi banyak menemukan kasus seperti itu dalam praktek sehari-hari. &#8220;Gen pembawa bakat kelainan refraksi ini bisa dikatakan kuat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun, tentunya kita tidak dapat menghilangkan fakta, orang tua yang tak berkacamata bisa saja memiliki anak berkacamata. Apa pemicunya jika bukan karena faktor keturunan, menurut Hadi, hingga kini belum diketahui. Apakah frekuensi nonton TV atau duduk di depan komputer yang terlalu sering? &#8220;Pernyataan tersebut belum dibuktikan secara empiris. Lagi pula tidak semua orang yang banyak nonton teve akan mengenakan kacamata bukan?&#8221; tukasnya.</p>
<p>Toh, asumsi tersebut tetap tak ditolaknya 100%. Bisa jadi pemicu makin banyaknya orang berkacamata dipengaruhi pola hidup masyarakat yang sudah berubah. &#8220;Dulu anak-anak memang sudah nonton teve tapi kalau sore masih bisa main layang-layang di luar rumah. Namun, sekarang lingkungan di luar rumah menjadi semakin tak bersahabat sehingga anak jadi lebih sering menghabiskan waktu di rumah, di depan monitor teve atau komputer. &#8220;Tapi sekali lagi hal ini belum pernah dikemukakan secara ilmiah. Jadi kita masih tidak tahu pasti,&#8221; tekannya.</p>
<p><strong>MACAM KELAINAN REFRAKSI</strong></p>
<p>Inilah Beberapa kelainan refraksi yang kerap dijumpai:</p>
<p>* Miopia</p>
<p>Kelainan sering diistilahkan rabun jauh. Terjadi karena sistem optik yang sangat kuat pembiasannya, sehingga fokus bayangan benda yang dilihat akan jatuh di depan retina. Kelainan ini bisa dikoreksi dengan lensa minus. Oleh sebab itu, mata miopia dikenal sebagai mata minus.</p>
<p>* Hipermetropia</p>
<p>Kalau yang ini dikenal dengan istilah rabun dekat. Apa yang terjadi pada rabun dekat merupakan kebalikan dari miopia, yaitu sistem optik yang terlalu lemah sehingga fokus dari bayangan benda yang dilihat akan jatuh di belakang retina. Kelainan ini harus dikoreksi dengan lensa plus sehingga fokusnya maju ke posisi normal. &#8220;Pada bangsa-bangsa di Asia Timur, mata minus atau rabun jauh lebih dominan ketimbang rabun dekat. Namun, di kalangan bangsa Barat atau Arab penderita hipermetropia lebih banyak dibandingkan dengan mata minus,&#8221; ujar Hadi.</p>
<p>* Astigmatisme</p>
<p>Kelainan ini tidak hanya meliputi masalah bagaimana fokus bayangan dibentuk, karena fokus benda yang dilihat terpecah menjadi dua bayangan. Biasanya astimagtisme terjadi karena lengkung datar kornea dan lengkung tegak kornea tidak simetris. Keadaaan ini bisa dianalogikan dengan lengkungan pada sendok. Pada satu sisi ada yang landai sedangkan sisi lainnya terjal. Kalau sistem optik atau suatu lensa terlalu melengkung/terjal maka cahaya yang terbias melalu retina menjadi terlalu dekat. Sedangkan lengkung yang landai membuat fokusnya menjadi terlalu jauh. Akhirnya, imej atau citraan yang jatuh jadi terpecah dua.</p>
<p>Nah, kelainan ini yang oleh orang awam disebut sebagai mata silinder. Namun, terminologi mata silinder ternyata tak tepat karena sebenarnya bukan matanya yang silinder tetapi lensa yang fungsinya mengoreksi keadaan astigmatisme itulah yang bersifat silinder. Jadi, yang ada lensa silinder bukan mata silinder. Kasus astigmatisme banyak dijumpai pada orang Asia.</p>
<p>* Kombinasi Kelainan</p>
<p>Kelainan lensa silinder bisa dibarengi dengan kelainan mata minus atau plus. Kalau kelainan astigmatisme berbarengan dengan kelainan rabun dekat, maka fokus benda yang terlihat terpecah menjadi dua dan jatuhnya di depan retina. Gangguan ini bisa diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa minus. Sedangkan bila dibarengi rabun jauh, fokus benda yang terpecah akan jatuh di belakang retina. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa plus. Intinya menurut Hadi, hampir semua kelainan refraksi dapat diatasi dengan kacamata.</p>
<p><strong>KALAU KELAINAN TERUS BERTAMBAH</strong></p>
<p>JIKA SETELAH lewat usia 18 tahun, minus tetap bertambah, maka penyebabnya tak lain adalah faktor penurunan fungsi sistem optik dan retina pada mata yang bersangkutan. Bisa juga penyebabnya adalah miopia patologis atau keadaan dimana bola mata terus memanjang. Seharusnya, menurut teori, di usia 18 tahun perkembangan bola mata sudah berhenti.</p>
<p>Ada dugaan, miopia patologis ini bisa diperparah dengan kebiasaan banyak membaca. Di saat membaca, otot-otot di sekitar bola mata dikondisikan untuk mengalami kontraksi atau penegangan. Kalau kontraksi otot mata berlangsung terus, maka bola mata bisa semakin memanjang. &#8220;Hanya saja penelitian ini dilakukan pada para penderita miopia, bukan pada orang dengan mata normal. Jadi tak bisa dikatakan banyak membaca akan membuat orang jadi berkacamata,&#8221; ujar Hadi menegaskan.</p>
<p>Kesimpulannya, kacamata hanya berfungsi membantu agar mata dapat melihat lebih jernih dan jelas, bukan untuk mencegah atau justru menambah kelainan yang ada. Juga, apakah kacamata itu dipakai atau tidak, maka tidak akan memberi pengaruh. Hanya saja tentu, kalau kacamata dipakai, anak akan melihat dengan jelas, sedangkan kalau tidak, penglihatannya tetap buram.</p>
<p>Sumber: NAKITA/Faras</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/ternyata-wortel-tak-bisa-menyembuhkan-mata-minus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lasik, Tanggalkan Kacamata untuk Kenyamanan</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisma]]></category>
		<category><![CDATA[astigmatisme]]></category>
		<category><![CDATA[jasa optik]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata kering]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan]]></category>
		<category><![CDATA[progresif]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[silindris]]></category>
		<category><![CDATA[soft lens]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[GANGGUAN penglihatan bisa diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa mata. Namun, alat bantu tersebut dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja. Saatnya Anda mulai berpikir untuk melakukan bedah refraktif melalui operasi Lasik.
Tindakan koreksi ini diyakini mampu memperbaiki kelainan miopi (rabun jauh), hipermiopi (rabun dekat), presbiopi (pengaruh usia) atau astigmatisma (silinder). Miopi biasa disebut rabun jauh (mata minus), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GANGGUAN penglihatan bisa diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa mata. Namun, alat bantu tersebut dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja. Saatnya Anda mulai berpikir untuk melakukan bedah refraktif melalui operasi Lasik.</p>
<p>Tindakan koreksi ini diyakini mampu memperbaiki kelainan miopi (rabun jauh), hipermiopi (rabun dekat), presbiopi (pengaruh usia) atau astigmatisma (silinder). Miopi biasa disebut rabun jauh (mata minus), yakni mata tidak mampu melihat dalam jarak jauh.</p>
<p>Untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa minus. Hipermetropia adalah rabun dekat (mata plus). Penderita tidak mampu melihat benda dalam jarak dekat. Dengan begitu untuk membantu penglihatannya diperlukan lensa plus. Adapun astigmatisme, benda yang dilihat pecah menjadi dua. Untuk mengatasi kelainan ini diperlukan lensa silinder.<br />
<span id="more-220"></span><br />
Adapun presbiopia, disebut juga mata tua karena pengaruh usia mata yang tidak mampu melihat atau mengakomodasi benda yang terletak dekat dengan mata. Kelainan yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia, di atas 40 tahun. Kelainan ini membutuhkan lensa plus.</p>
<p>Adapun Lasik atau laser insitu keratomileusis yakni proses mengubah kelengkungan kornea mata dengan sinar laser. Alhasil, sinar yang masuk ke mata jatuh tepat ke bagian retina. Sinar laser untuk operasi Lasik mempunyai gelombang pendek dan berfungsi mengampelas atau mengikis kornea mata.</p>
<p>&#8220;Operasi Lasik adalah pilihan. Saat Anda melakukan aktivitas merasa terganggu menggunakan kacamata atau lensa kontak bisa memilih operasi Lasik. Bila sebaliknya, Anda tidak perlu memilih tindakan ini,&#8221; ucap spesialis mata dari Klinik Mata Nusantara Dr Upik Mahna Dewi SpM.</p>
<p>Secara singkat, prosedur Lasik menggunakan alat mikrokeratom untuk membuka lapisan atas kornea mata. Selanjutnya dilakukan menghilangkan sebagian lapisan kornea. Lapisan atas kornea yang dibuka tadi dikembalikan ke posisi semula untuk menutup daerah yang telah dioperasi. Karena hanya lapisan dalam saja dioperasi, permukaan kornea sama sekali tidak disentuh.</p>
<p>Lasik dilakukan pada pasien tanpa rawat inap dengan anestesi topikal (tetes mata). &#8220;Anda akan tetap sadar selama prosedur berlangsung, yang memakan waktu kurang lebih 10 menit per mata,&#8221; katanya. Berkaitan soal lama atau cepatnya jalan operasi tergantung dari jumlah plus atau minusnya.</p>
<p>Pasien tidak merasakan sakit setelah operasi. Irisan tersebut akan secara alami menyambung sendiri setelah beberapa menit tanpa perlu dijahit sama sekali. Kendati demikian, sebelum melakukan operasi, pasien menjalani serangkaian pemeriksaan lebih detail. Bedah hanya boleh dilakukan pada kondisi mata sehat. Artinya, tidak ada kerusakan pada kornea mata dan ketebalan mencukupi, retina harus bagus, produksi air mata baik dan tekanan bola mata normal.</p>
<p>Selain itu, penderita kecekungan mata terlalu tinggi, glaukoma, mata kering, dan kelainan retina dianjurkan tidak menjalani operasi Lasik. &#8220;Proses tersebut cukup lama untuk memperkecil tingkat kesalahan. Dalam prosedur Lasik tersebut akan diputuskan pasien akan menjalani tindakan operasi atau tidak,&#8221; ucap Upik.</p>
<p>Teknologi Lasik terus mengalami kemajuan, yakni kemunculan iLasik. Era baru dalam bidang Lasik merupakan gabungan dua teknologi canggih yakni intralase dan VISX Advanced.</p>
<p>&#8220;Dalam iLasik, pembuatan flap tidak memakai pisau elektrik, namun dengan mesin laser. Jadi, mata pasien tak tersentuh pisau bedah,&#8221; timpal Spesialis Mata dari Klinik Mata Nusantara Dr Soeharnila, SpM.</p>
<p>Keunggulan lain operasi Lasik adalah mengurangi gejala mata kering, flap lebih tipis. Kemungkinan under atau over correction lebih jarang terjadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/08/lasik-tanggalkan-kacamata-untuk-kenyamanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rabun Jauh Dominan Diturunkan</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/rabun-jauh-dominan-diturunkan/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/rabun-jauh-dominan-diturunkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Rabun Jauh Dominan Diturunkan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KACAMATA kini sudah bukan barang aneh bagi anak-anak. Pada usia belia, banyak ditemui anak berkacamata, salah satunya akibat menderita mata minus. Untuk mengantisipasi agar mata anak tetap sehat dan tidak menjadi minus, orangtua harus jeli mengenali gejala yangterjadi.</p>
<p>Hal ini karena sering kali anak belum dapat mengutarakan keluhan saat daya penglihatannya menurun. Menurut Ophthalmologist dari Jakarta Eye Center (JEC) dr Iwan Soebijantoro SpM, rabun jauh (myopia) atau mata minus adalah kondisi organ bola mata lebih panjang dari ukuran normal sehingga bayangan sinar tidak sampai tepat di pusat penglihatan (makula).<br />
<span id="more-164"></span><br />
Kelainan sumbu bola matahanya bisa dinormalkan dengan mengoreksi sumbu bola mata agar bayangan sinarbisa tepat diterima makula atau disebut juga gangguan refraksi (membentukbayangan), sebutnya. Untuk mengatasi masalah rabun jauh, maka diberikan lensapembantu (lensa minus). Semakin terlalu panjang sumbu bola mata, semakin jauhbayangan jatuhnya di depan retina. Akibatnya, makin besar pula minus lensa bantuan yang diperlukan.</p>
<p>Rabun jauh bukanlah penyakit, melainkan bawaan faktor keturunan. Namun, ada juga yang tidak, tapi sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebabnya, kata Iwan. Penyebab rabun jauh akibat faktor keturunan, artinya tipikal organ mata orang tua akan menurun pada anak. Jadi, jangan salahkan anak jika dia menonton TV atau membaca dalam jarak terlalu dekat.</p>
<p>Kemungkinan anak memang memiliki kelainan organ bola mata yaitu rabun jauh sehingga tidak bisa melihat secara jelas. Ada baiknya segera lakukan pemeriksaan mata ke dokter mata terdekat. Orangtua terkadang salah kaprah, menganggap rabun jauh akibat dari menonton terlalu dekat. Padahal karena anak memang sudah tidak bisa melihat secara jelas, paparnya. Iwan menambahkan, mitos bahwa vitamin A dapat menurunkan minus ataumencegah rabun jauh tidaklah benar.</p>
<p>Sumber vitamin A seperti wortel dan lain-lainnya bermanfaat bagi sel-sel di layar retina (bagian belakang bola mata), tempat bayangan yang dilihat akan ditangkap lalu dikirimkan ke otak untuk ditafsirkan. Sel-sel retina, selain menangkap penglihatan terang-gelap, juga menafsirkan warna. Jika penyebab kelainan mata adalah gangguan sel-sel saraf retina, masuk akal jika wortel bisa membantu. Namun, rabun jauh lebih sering disebabkan oleh kelainan sumbu bola mata.</p>
<p>Satu-satunya cara agar anak dapat melihat normal adalah dengan memakai kacamata minus. Berapa pun usia anak, jika sudah divonis harus memakai kacamata, sebaiknya rutin dipakai, tegasnya. Seorang anak yang divonis mata rabun jauh, khususnya minus tinggi hingga 4-5, namun tak mulai memakai kacamata, akibatnya saraf mata tidak terangsang untuk melihat atau menjadi kerdil yang sering disebut dengan matamalas (lazy eye).<br />
Jika sudah demikian, mata tidak mampu melihat secara normal meski sudah dibantu dengan kacamata minus, kata Iwan. Penggunaan kacamata juga tidak boleh sembarang. Anak-anak sebaiknya gunakan kacamata dari plastik dan hindari menggunakan lensa kontak, apalagi jika anak masih belum bisa menjaga kebersihan. Biasakan anak untuk mengistirahatkan mata seperti membaca dengan cahaya cukup, istirahat melihat jarak jauh atau menghentikan sejenak kegiatan yang memerlukan penglihatan jarak dekat.</p>
<p>Sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/rabun-jauh-dominan-diturunkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Miopi Bayangi Anak Kota</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/miopi-bayangi-anak-kota/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/miopi-bayangi-anak-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Miopi Bayangi Anak Kota]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERBEDAAN aktivitas melihat menyebabkan anak-anak usia SD di perkotaan berisiko lebih tinggi menderita miopi atau mata minus dibandingkan mereka yang di pedesaan.</p>
<p>Aktivitas sehari-hari antara orang-orang kota dan desa yang berbeda juga memberikan faktor risiko yang berbeda, termasuk pada anak-anak. Hasil penelitian bagian mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) terhadap kondisi mata anak-anak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan hal tersebut.<br />
<span id="more-162"></span><br />
&#8220;Aktivitas belajar pada anak di kota 2,19 jam per hari dan anak di desa 1,39 jam per hari. Hal ini terkait kegiatan mereka melihat televisi, komputer, dan video game,&#8221; ungkap dokter spesialis mata UGM Prof dr Suhardjo, di Bagian Poliklinik Mata RSP Sardjito, Yogyakarta, belum lama ini.</p>
<p>Dengan aktivitas seperti itu, rata-rata pertambahan nilai minus pada anak sekolah daerah perkotaan mencapai minus 0,83 dioptri dan pertambahan nilai minus pada anak sekolah dasar daerah pedesaan sebesar 0,61 dioptri.</p>
<p>Miopi atau biasa juga disebut sebagai rabun jauh merupakan jenis kerusakan mata yang disebabkan pertumbuhan bola mata yang terlalu panjang atau lengkungan kornea yang terlalu cekung. Mata minus hingga 3.00 dioptri (ukuran kekuatan fokus lensa) dapat dikategorikan ringan. 3.00-6.00 dioptri masuk dalam kategori sedang dan 6.00 atau lebih termasuk dalam kategori berat.</p>
<p>Mata minus atau miopia mungkin tidak asing lagi bagi kita. Banyak orang di sekitar kita yang menggunakan kacamata untuk mengoreksi kelainan mata yang mereka alami. Kelainan mata miopi memang tak terlalu serius.</p>
<p>Pada umumnya miopi akan stabil jika proses pertumbuhan telah berhenti dan akan menjadi normal setelah dikoreksi dengan kacamata. Namun, miopi tinggi (degeneratif miopia) merupakan kondisi kronik yang dapat menimbulkan masalah lebih berat karena berkaitan dengan perubahan degeneratif pada bagian belakang mata.</p>
<p>Gangguan ini terjadi bila cahaya jatuh di depan retina sehingga objek yang dekat dapat terlihat dengan jelas. Sementara objek yang jauh terlihat buram. Kondisi ini bisa memburuk hingga membuat si penderita mengalami kesulitan melihat fokus pada objek yang sudah sangat dekat.</p>
<p>Pada miopi tinggi, si penderita harus lebih waspada. Karena proses degenerasi yang terjadi pada mata dapat menyebabkan retina menjadi rusak, lepas atau dapat menyebabkan perubahan lain. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/miopi-bayangi-anak-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Periksakan Mata Anda Dua Kali Setahun!</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/periksakan-mata-anda-dua-kali-setahun/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/periksakan-mata-anda-dua-kali-setahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 06:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[periksa]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Periksakan Mata Anda Dua Kali Setahun!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PEMERIKSAAN kesehatan mata rutin minimal dua tahun sekali dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan dan mendeteksi penyakit sistemik seperti diabetes. Sayang, banyak yang mengabaikannya.</p>
<p>Hal ini didapatkan berdasarkan survei yang dilakukan American Optometric Association, yang diumumkan melalui Dr Andrew Iwach, yang juga bertindak selaku juru bicara. Orang yang memakai kacamata ataupun lensa kontak terbilang cukup banyak, yakni 81 persen dari keseluruhan populasi. Ironisnya, 1 dari 5 orang mengaku sudah lebih dari dua tahun tidak berkunjung ke dokter mata.<br />
<span id="more-159"></span><br />
Ahli optometri dari Brainerd Minn, Dr Kerry Beebe, mengungkapkan deteksi dini gangguan mata amatlah penting. Pasalnya, manakala seseorang menyadari dirinya telah kehilangan penglihatannya, biasanya sudah terlambat untuk mengejar kesempatan mendapatkan pengobatan.</p>
<p>Sebagai contoh adalah kasus hilangnya penglihatan pada penderita glaukoma, suatu penyakit yang merusak saraf optik (saraf mata) dan mengakibatkan penyempitan lapang pandang. Umumnya penderita baru menyadari adanya blindspot (titik buta) saat kerusakan serabut syaraf optik sudah parah. Bila seluruh serabut syaraf rusak, kebutaan total tak terhindarkan.</p>
<p>Sejumlah gangguan mata dapat merupakan penanda awal dari diabetes. Dalam dunia kedokteran dikenal istilah retinopati diabetika, di mana pembuluh darah retina yang rusak akibat diabetes bisa mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina. Pada keadaan lebih lanjut bisa terjadi perdarahan dan pertumbuhan jaringan ikat di dalam bola mata. Jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan.</p>
<p>Sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/periksakan-mata-anda-dua-kali-setahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Anak Harus Berkacamata?</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/mengapa-anak-harus-berkacamata/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/mengapa-anak-harus-berkacamata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 02:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;MAMA, mataku kok kabur ya?&#8221; Bila ungkapan itu kerap dikeluhkan anak Anda, segera periksakan ke dokter. Siapa tahu si kecil memang sudah perlu kacamata.
Wah, tapi masak kecil-kecil sudah berkacamata? Apa tidak seperti orangtua?&#8221; Orangtua sebaiknya tidak melontarkan kalimat yang demikian. Jangan pula terlalu pesimistis bahwa anaknya akan minder kalau harus berkacamata.

&#8220;Masalah sering kali datang karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;MAMA, mataku kok kabur ya?&#8221; Bila ungkapan itu kerap dikeluhkan anak Anda, segera periksakan ke dokter. Siapa tahu si kecil memang sudah perlu kacamata.</p>
<p>Wah, tapi masak kecil-kecil sudah berkacamata? Apa tidak seperti orangtua?&#8221; Orangtua sebaiknya tidak melontarkan kalimat yang demikian. Jangan pula terlalu pesimistis bahwa anaknya akan minder kalau harus berkacamata.<br />
<span id="more-155"></span><br />
&#8220;Masalah sering kali datang karena persepsi orangtua. Jangan dibilangin: Nanti anaknya minder!&#8217;. Padahal, siapa tahu si anak sebetulnya tidak merasa minder. Orangtua seharusnya menanamkan mental yang baik agar anak siap dan mau berkacamata,&#8221; kata psikolog anak di RS Pluit Jakarta, Rosdiana Tarigan MPsi MHPEd.</p>
<p>Saat ini, banyak anak-anak yang sejak usia TK atau bahkan balita yang &#8220;bermata empat&#8221; alias mengenakan kacamata. Di Amerika Serikat misalnya, tak kurang dari 60 juta anak-anak menggantungkan penglihatannya pada lensa kacamata.</p>
<p>Gangguan penglihatan pada anak umumnya disebabkan kelainan refraksi, yaitu mata tidak bisa memfokuskan penglihatan tepat di retina. Ketidakmampuan melihat jauh atau myop merupakan kasus tersering terjadi pada anak, dan kacamata berlensa negatif (minus) menjadi solusi.</p>
<p>&#8220;Gangguan refraksi atau gangguan kacamata biasanya paling sering terjadi pada anak-anak usia sekolah. Ini diketahui dari keluhan si anak atau kadang gurunya yang melapor ke orangtua bahwa anaknya kalau melihat tulisan di papan tulis suka maju ke depan atau sering kali salah dalam menulis,&#8221; ungkap spesialis mata dari Jakarta Timur Eye Center, dr Setiyo Budi Riyanto SpM.</p>
<p>Selain di sekolah, orangtua juga seharusnya mulai curiga bila saat anak menonton televisi di rumah sering kali bergeser mendekat ke televisi. &#8220;Jarak normal nonton TV sekitar lima meter. Bagi anak yang matanya terganggu mungkin terlihat kurang jelas,sehingga dia akan terus mendekat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Jika tanda-tanda tersebut berulang kali terlihat, apalagi bila disertai keluhan langsung dari si anak, sebaiknya orangtua segera membawanya ke dokter mata untuk pemeriksaan lebih lanjut. &#8220;Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelainan yang mengharuskan anak memakai kacamata, sebaiknya kacamata dipakai terus agar pada saat dewasa tidak terjadi lazy eyes atau ambliophia,&#8221; tegasnya seraya mengingatkan bahwa ambliophia tidak bisa dikoreksi dengan lensa ukuran berapa pun.</p>
<p>Memiliki mata yang sehat dan normal tentu menjadi harapan semua orang. Untuk menjaganya, perlu penerapan pola hidup dan kebiasaan sehat sejak dini seperti tidak membaca di tempat gelap dan menonton TV tidak terlalu dekat. Namun, itu saja tidak cukup. Pasalnya, kelainan mata juga bisa disebabkan faktor keturunan.</p>
<p>&#8220;Orangtua harus memastikan pada dokter apakah kelainan mata disebabkan keturunan atau karena kebiasaan yang buruk. Kadang pada kasus keturunan, perubahan pola hidup pun tidak berpengaruh,&#8221; tukas Rosdiana.</p>
<p>Pernyataan Rosdiana diperjelas oleh dr Setiyo yang mengatakan bahwa ke-lainan mata seperti minus tidak bisa diobati dengan rajin minum jus wortel sekalipun. Namun, pola hidup yang menjaga mata tidak cepat lelah dapat mengurangi risiko kerusakan mata yang lebih parah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/mengapa-anak-harus-berkacamata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Cegah Hilangnya Penglihatan</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/cara-cegah-hilangnya-penglihatan/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/cara-cegah-hilangnya-penglihatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 05:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[PEMERIKSAAN kesehatan mata rutin minimal dua tahun sekali dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan dan mendeteksi penyakit sistemik seperti diabetes. Sayang, banyak yang mengabaikannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PEMERIKSAAN kesehatan mata rutin minimal dua tahun sekali dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan dan mendeteksi penyakit sistemik seperti diabetes. Sayang, banyak yang mengabaikannya.</p>
<p>Mata adalah jendela hati. Rasa sedih atau bahagia bisa berawal dari pandangan mata. Kita mengenal konsep indah, serasi, warna dan bentuk juga tak lepas dari peran indra penglihatan. Sayangnya, kebanyakan orang tidak mengindahkan anjuran memeriksakan kesehatan mata secara rutin minimal enam bulan sekali.<br />
<span id="more-152"></span><br />
Jangankan melakukan pemeriksaan mata sebagai langkah pencegahan, mereka yang sudah memiliki gangguan penglihatan pun acapkali malas untuk berkunjung ke dokter. Hal ini juga terjadi di Amerika, seperti yang dilaporkan dalam sebuah survei terbaru di negara adidaya tersebut.</p>
<p>Berdasarkan survei yang dilakukan American Optometric Association, orang yang memakai kacamata ataupun lensa kontak terbilang cukup banyak, yakni 81 persen dari keseluruhan populasi. Ironisnya, 1 dari 5 orang mengaku sudah lebih dari dua tahun tidak berkunjung ke dokter mata.</p>
<p>Kondisi ini dapat memburuk, terutama pada mereka yang tidak menggunakan lensa pengoreksi (corrective lens), semisal pada masalah mata minus atau plus. Pada kelompok ini, 3 dari 5 orang mengaku belum melakukan uji penglihatan selama lebih dari dua tahun.</p>
<p>Para dokter meyakini hal tersebut disebabkan mayoritas gangguan penglihatan tampak tidak jelas dan karena orang umumnya tidak menjadwalkan kunjungan ke dokter mata sebagai sesuatu yang rutin.</p>
<p>&#8220;Ya, mungkin kita sibuk. Sebagian besar dari kita mungkin memiliki penglihatan yang bagus sehingga kita merasa baik-baik saja, tidak ada masalah apa pun. Kenyamanan inilah yang kerap membuat kita terlalu berpuas diri,&#8221; ungkap ahli mata dari the University of California di San Francisco, Amerika, Dr Andrew Iwach, yang juga bertindak selaku juru bicara American Academy of Ophthalmology.</p>
<p>Survei yang dilakukan American Academy of Ophthalmology kian menguatkan asumsi tersebut. Hanya 28 persen orang yang disurvei yang merasa bahwa dirinya memiliki risiko terkena penyakit mata tertentu, dan hanya 23 persen yang menaruh perhatian akan kekhawatiran kehilangan penglihatan.</p>
<p>Ahli optometri dari Brainerd Minn, Dr Kerry Beebe, mengungkapkan, deteksi dini gangguan mata amatlah penting. Pasalnya, manakala seseorang menyadari dirinya telah kehilangan penglihatannya, biasanya sudah terlambat untuk mengejar kesempatan mendapatkan pengobatan.</p>
<p>Selama ini kebanyakan orang beralasan bahwa penglihatannya tidak bermasalah, mata tidak sakit dan terlihat baik-baik saja. &#8220;Mereka tidak menyadari bahwa banyak sekali penyakit mata yang tidak memunculkan gejala pada stadium awalnya,&#8221; tandas Beebe yang juga seorang juru bicara di American Optometric Association.</p>
<p>Sebagai contoh adalah kasus hilangnya penglihatan pada penderita glaukoma, suatu penyakit yang merusak saraf optik (saraf mata) dan mengakibatkan penyempitan lapang pandang.</p>
<p>Umumnya penderita baru menyadari adanya blindspot (titik buta) saat kerusakan serabut saraf optik sudah parah. Bila seluruh serabut saraf rusak, kebutaan total tak terhindarkan.</p>
<p>&#8220;Bersamaan Anda menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal, sesungguhnya telah terjadi penurunan fungsi penglihatan yang nyata yang dapat mengarah pada hilangnya penglihatan,&#8221; kata Iwach. &#8220;Namun jika kita sigap menanganinya lebih awal, banyak hal yang masih bisa diselamatkan,&#8221; imbuhnya seraya mengungkapkan bahwa pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu mendeteksi kemungkinan terjadinya gangguan mata tersebut.</p>
<p>&#8220;Mata adalah organ yang unik, di mana kami dapat melihat pembuluh darah, nadi dan saraf secara jelas, bahkan hingga ke bagian belakang mata dan saraf optik. Melalui pemeriksaan mata, kita juga dapat mengetahui kemungkinan adanya penyakit sistemik,&#8221; tutur Iwach.</p>
<p>Ia mencontohkan, sejumlah gangguan mata dapat merupakan penanda awal dari diabetes. Dalam dunia kedokteran dikenal istilah retinopati diabetika, di mana pembuluh darah retina yang rusak akibat diabetes bisa mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina. Pada keadaan lebih lanjut bisa terjadi perdarahan dan pertumbuhan jaringan ikat di dalam bola mata. Jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan.</p>
<p>Sebagai langkah pencegahan, The American Optometric Association merekomendasikan orang dewasa untuk mengecek kondisi kesehatan mata setidaknya setiap dua tahun sekali. Ini penting dilakukan sekalipun tidak ada keluhan penglihatan apa pun. Sementara bayi dan anak-anak harus dicek kesehatan matanya pada usia 6 bulan, 3 tahun, sebelum masuk SD, dan selanjutnya setiap dua tahun sekali.</p>
<p>Survei yang dilakukan The American Optometric Association mengungkap bahwa 8 dari 10 anak tidak pernah mendapatkan pemeriksaan mata hingga menginjak usia setahun. &#8220;Orang tua mungkin melihatnya baik-baik saja, anaknya tidak mengeluh apa pun, jadi tidak masalah. Padahal, perlu diingat bahwa anak usia setahun belum memiliki acuan atau perbandingan objek apa saja yang seharusnya dapat mereka lihat. Jadi, kalaupun ada sesuatu yang salah, mereka tidak akan mengatakannya karena tidak tahu,&#8221; papar Beebe.</p>
<p>Bagi Anda yang mulai menginjak usia 40, panduan terbaru dari the American Academy of Ophthalmology juga menyarankan kunjungan ke dokter spesialis mata (ahli opthalmology) setidaknya sekali.</p>
<p>Menurut Iwach, hasil konsultasi dan tes mata ini dapat mengungkapkan kemungkinan adanya faktor risiko gangguan penglihatan, terutama yang rentan dialami pada usia senja seperti halnya katarak.</p>
<p>Sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/cara-cegah-hilangnya-penglihatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehat Memakai Lensa Kontak</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/06/sehat-memakai-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/06/sehat-memakai-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 06:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[softlens]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya, lensa kontak lebih bermanfaat sebagai alat kosmetik daripada alat bantu melihat. Mengingat lensa diletakkan tepat di tengah mata, peluang untuk timbulnya masalah pun cukup besar.

&#8220;Yang pasti, lensa kontak akan membuat mata kering. Masalah yang paling sering timbul dari pemakaian lensa kontak adalah infeksi di kornea karena kuman masuk ke mata melalui lensa kontak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya, lensa kontak lebih bermanfaat sebagai alat kosmetik daripada alat bantu melihat. Mengingat lensa diletakkan tepat di tengah mata, peluang untuk timbulnya masalah pun cukup besar.<br />
<span id="more-138"></span><br />
&#8220;Yang pasti, lensa kontak akan membuat mata kering. Masalah yang paling sering timbul dari pemakaian lensa kontak adalah infeksi di kornea karena kuman masuk ke mata melalui lensa kontak yang tak bersih,&#8221; kata dr Florence Meilani Manurung, SpM, dari Jakarta Eye Center.</p>
<p>Solusinya, disiplin merawat lensa kontak dan mata. &#8220;Pemakai lensa kontak harus rajin membersihkan lensa setiap akan dipakai, tak boleh terburu-buru. Di samping itu, harus sering menetesi mata dengan cairan khusus dan lepaskan lensa setiap hendak tidur,&#8221; papar Florence.</p>
<p>Jika Anda tak siap &#8216;repot&#8217; melakukan semua itu setiap hari, sebaiknya hindari mengenakan lensa kontak. &#8220;Jangan anggap lensa kontak sebagai pengganti mata. Pemakai lensa kontak juga harus sedia kacamata untuk dipakai saat matanya beristirahat dari lensa,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sumber: kompas.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/06/sehat-memakai-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bantu Penglihatan, Dongkrak Penampilan</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/05/bantu-penglihatan-dongkrak-penampilan/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/05/bantu-penglihatan-dongkrak-penampilan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 06:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[PENGGUNAAN kacamata makin meningkat tiap tahun. Industri ini maju lebih pesat dibandingkan saat pertama kali kegunaannya diakui. Kini fungsinya pun sudah bergeser. Seperti apa?
Kacamata sekarang ini tidak hanya jadi alat bantu penglihatan, tapi sebagai pelengkap gaya sehari-hari. Harus kita akui, kacamata tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari- hari warga perkotaan. Terlebih saat citra &#8220;intelek&#8221; melekat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGGUNAAN kacamata makin meningkat tiap tahun. Industri ini maju lebih pesat dibandingkan saat pertama kali kegunaannya diakui. Kini fungsinya pun sudah bergeser. Seperti apa?</p>
<p>Kacamata sekarang ini tidak hanya jadi alat bantu penglihatan, tapi sebagai pelengkap gaya sehari-hari. Harus kita akui, kacamata tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari- hari warga perkotaan. Terlebih saat citra &#8220;intelek&#8221; melekat erat pada si pemakainya.<span id="more-135"></span></p>
<p>Hal tersebut menjadikan para profesional lebih memilih mengenakan kacamata untuk meningkatkan pamornya di mata klien, meskipun matanya tidak begitu perlu mengenakan kacamata. Berbeda halnya dengan para penderita rabun jauh, yang tidak dapat melihat objek jauh. Kacamata minus pun jadi penolong utama.Bila dulu pengguna kacamata dianggap &#8220;aneh&#8221;, kini tidak lagi. Industri mode telah membawa kacamata menjadi aksesori yang bisa mengubah penampilan.</p>
<p>Tidak ada lagi frame bulat besar dan berantai ala kacamata &#8220;jadul&#8221; alias zaman dulu. Yang ada adalah koleksi kacamata dengan tren terkini yang bisa dipadupadankan dengan gaya keseharian. Lensanya pun tak lagi transparan. Kini pemakai kacamata bisa berkreasi dengan warna-warna funky yang ditawarkan. Mulai pink seru hingga cokelat tua klasik bisa Anda temui.</p>
<p>Berkat kedua hal ini, penampilan seseorang jadi makin trendi. Bukan hanya itu, kacamata kini diproduksi menjadi semakin ringan. Karena itu pemakainya tidak lagi mudah merasa lelah akibat pemakaian kacamata yang terlalu lama. Bahkan, lensanya lebih beragam. Tak terbatas kaca semata, tapi juga plastik antigores.</p>
<p>Sekarang ini lensa kacamata banyak terbuat dari berbagai macam lensa plastik, termasuk CR-39 atau polycarbonate. Bahan tersebut digemari karena memiliki sifat optik yang lebih andal dari kaca, seperti penerusan cahaya dan difraksi sinar ultraviolet yang lebih baik. Lensa plastik juga mempunyai indeks refraksi yang lebih besar.</p>
<p>Selain ringan, keuntungan lain dari kacamata berlensa plastik adalah tidak mudah pecah meski terbanting. Namun, nilai minusnya, lensa ini mudah berubah buram. Terutama bila jarang dibersihkan dengan cairan dan lap khusus pembersih kacamata.</p>
<p>Sementara untuk bingkai, Sales Manager Optik Melawai Dewiyanti mengatakan, bingkai berat akan mengganggu kenyamanan selama pemakaian. Menurut dia, bahan untuk frame yang baik adalah titanium karena bahan tersebut sangat ringan dan antikarat.</p>
<p>Namun, tidak semua kacamata didesain untuk mengoreksi penglihatan. Ada juga yang diproduksi untuk melindungi mata dari bahaya saat bekerja di lapangan. Contohnya, yang melibatkan material kecil atau radiasi sinar. Tentu Anda sering melihat kacamata pelindung yang digunakan tukang las ataupun penyerut kayu. Nah, bentuk kacamata ini hanya mengandalkan kekuatan antigores dan penangkal radiasi sinar.</p>
<p>Contoh lain, kacamata pelindung yang populer di kalangan fashionista adalah kacamata hitam alias sun glasses. Fungi utama dari kacamata ini melindungi mata dari sinar terang matahari juga radiasi ultraviolet. Karena itu, pada sun glasses selalu terdapat UV protection yang dapat melindungi mata dari kerusakan kornea dan retina.</p>
<p>Untuk jenis kacamata yang satu ini, ragamnya tidak usah ditanya lagi. Sejak dulu, sun glasses telah menjadi pelengkap penampilan. Anda tentu ingat gaya chic Audrey Hepburn dalam film &#8220;Breakfast at Tiffany&#8221; yang mengenakan coat panjang, scarf, dan kacamata hitam besar. Saat ini, gaya tersebut banyak dicontek para selebriti Hollywood. Lihat saja Paris Hilton yang tampak cantik dengan kacamata besar ala tahun 1970-an yang kini sedang tren.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/05/bantu-penglihatan-dongkrak-penampilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kacamata vs Lensa Kontak</title>
		<link>http://jasaoptik.com/2009/05/kacamata-vs-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://jasaoptik.com/2009/05/kacamata-vs-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 02:09:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadzaruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa kontak]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[miopi]]></category>
		<category><![CDATA[miopy]]></category>
		<category><![CDATA[mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[optik]]></category>
		<category><![CDATA[rabun jauh]]></category>
		<category><![CDATA[softlens]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jasaoptik.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[MENGENAKAN kacamata bukan hanya menjadikan pemakainya terlihat profesional, juga trendi. Terlebih dengan frame dan lensa berwarna. Bahkan, banyak tokoh dunia yang menjadikan kacamata sebagai ciri khasnya. Ambil contoh, Elton John, Woody Allen, dan Lisa Loeb.
Tidak hanya di dunia hiburan, kacamata banyak pula digunakan tokoh politik ternama. Senator Amerika Serikat, Barry Goldwater, menjadikan kacamata bergagang tanduk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MENGENAKAN kacamata bukan hanya menjadikan pemakainya terlihat profesional, juga trendi. Terlebih dengan frame dan lensa berwarna. Bahkan, banyak tokoh dunia yang menjadikan kacamata sebagai ciri khasnya. Ambil contoh, Elton John, Woody Allen, dan Lisa Loeb.</p>
<p>Tidak hanya di dunia hiburan, kacamata banyak pula digunakan tokoh politik ternama. Senator Amerika Serikat, Barry Goldwater, menjadikan kacamata bergagang tanduk sebagai ikonnya. Sebabnya, saat dia mencoba mengganti kacamata tersebut dengan lensa kontak banyak orang yang malah tidak mengenalinya.<span id="more-133"></span></p>
<p>Di Indonesia, kami mengenal banyak publik figur yang mengenakan kacamata. Mulai panggung politik hingga selebriti. Jajaran nama-nama terkenal seperti Bung Karno, Presiden RI pertama, begitu juga Bung Hatta, wakil presiden pertama, selalu tampak berwibawa dengan kacamata yang dikenakan. Di dunia hiburan, siapa yang tak kenal Ian Kasela, vokalis grup band Radja. Kacamata hitam dan jaket militer yang selalu dikenakan, bahkan menimbulkan gaung tren baru di kalangan anak muda.</p>
<p>Untuk kacamata yang berfungsi sebagai alat Bantu penglihatan, belakangan sempat diramaikan dengan kehadiran lensa kontak atau contact lens. Jenis lensa ini memang banyak membantu karena selain praktis karena tidak menggunakan lensa besar dan frame, lensa kontak juga hadir dengan aneka pilihan warna sehingga pemakainya bisa memilih jenis warna lensa yang diinginkan.</p>
<p>Dengan lensa kontak, Anda dapat tampil lebih bergaya. Sebabnya warna lensa yang variatif ini bisa menimbulkan kesan yang berbeda dibanding kacamata. Lensa berwarna hijau atau biru bisa membuat penampilan terlihat trendi, sedangkan warna abu-abu dan ungu akan menimbulkan kesan misterius pada si pemakai. Lain lagi jika ingin tampil natural, warna cokelat memberikan nuansa yang lebih segar, sementara lensa kontak transparan ditujukan bagi mereka yang tidak ingin terlihat menonjol. Hanya saja, pemakai lensa kontak ini harus rajin merawat lensanya karena bentuknya sangat tipis. Selain itu, pengguna juga harus ekstra hati-hati karena penempatannya langsung di bagian mata paling luar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jasaoptik.com/2009/05/kacamata-vs-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
